>saya menerima hal yang sama...
>ini juga test...

Sekalian ngetest sekalian 'sharing' crita dari temen sebelah ...


==start FW message --

Sejarah bisa diceritakan dalam berbagai versi
  dan gaya. Kali ini, seorang pemerhati sejarah di
  Jakarta, Iwan Satyanegara, menyajikan "Lintasan
  Sejarah" dari sisi dan style lain. Selain bisa
  menambah wawasan, tulisan yang diramu dari berbagai
  sumber dan hasil renungan penulisnya itu diharapkan
  juga mampu memberikan hiburan segar dalam rangka
  nuansa Indonesia Emas.
                                                       
                                                        
   *******************
         Mungkinkah Revolusi Kemerdekaan Indonesia
  disebut sebagai revolusi dari kamar tidur? Coba simak
  ceritanya. Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata
  Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan
  Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala
  malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat
  lelah setelah begadang bersama para sahabatnya
  menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana
  Maeda.
         "Pating greges", keluh Bung Karno setelah
  dibangunkan de Soeharto, dokter kesayangannya.
  Kemudian darahnya dialiri chinineurethan
  intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia
  tidur lagi.
         Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian
  rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta.
  Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan
  kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah.
         "Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian
  telah merdeka!", ujar Bung Karno di hadapan segelintir
  patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu
  kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah
  Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bungk Karno
  kembali ke kamar tidurnya. masih meriang. Tapi sebuah
  revolusi telah dimulai...
  
                                                        
    **********************
         Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
  ternyata berlangsung tanpa protokol,  tak ada korps
  musik, tak ada konduktor dan tak ada pancaragam. Tiang
  bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar,
  serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara.
  Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah
  upacara sekaral yang dinanti-nanti selama lebih dari
  tiga ratus tahun! 
  
                                                        
    ***********************
         Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera
  resmi pertama bagi RI. Tetapi  dari apakah bendera
  sakral itu dibuat? Warna putihnya dari kain sprei
  tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto!
  
                                                        
     ***********************
          Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru
  memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar
  "orang Indonesia asli". Karena semua menteri
  sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti,
  mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau
  pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik
  Indonesia memang belum ada saat itu.
         "Orang Indonesia asli" pertama yang menjadi
  menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga,
  Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri
  Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan V
  (1988-1993). 
  
                                                        
      ***********************
         Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan
  adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia.
  Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia. Di
  pulau tersebut, ada 3 kepala negara yang memerintah!
  Presiden Soeharto (memerintah 4 wilayah provinsi), PM
  Mahathir Mohamad (Sabah dan Serawak) serta Sultan
  Hassanal Bolkiah (Brunei).
  
                                                        
     ************************
         Hubungan antara revolusi Indonesia dan
  Hollywood, memang dekat. Setiap 1 Juni, selalu
  diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila semasa
  Presiden Soekarno. Pada 1956, peristiwa tersebut
  "hampir secara kebetulan" dirayakan di sebuah hotel
  Hollywood.
         Bungk Karo saat itu mengundang aktris
  legendaris, Marylin Monroe, untuk sebuah makan malam
  di Hotel Beverly Hills, Hollywood. Hadir di antaranya
  Gregory Peck, George Murphy dan Ronald Reagan (25
  tahun kemudian menjadi Presiden AS). Yang unik dari
  pesta menjelang Hari Lahir Pancasila itu, adalah
  kebodohan Marilyn dalam hal protokol. Pada pesta itu,
  Maryln menyapa Bung Karno bukan dengan "Mr President"
  atau "Your Excellency", tetapi dengan "Prince
  Soekarno!"
  
                                                        
     *************************
         Ada lagi hubungan erat antara 17 Agustus dan
  Hollywood. Judul pidato 17 Agustus 1964, "Tahun Vivere
  Perilocoso" (Tahun yang Penuh Bahaya), telah dijadikan
  judul sebuah film The Year of Living Dangerously. Film
  tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan asing
  di Indonesia pada 1960-an. Pada 1984, film yang
  dibintangi Mel Gibson itu mendapat Oscar untuk
  kategori film asing!
  
                                                        
     *************************
         Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan
  Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan
  didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah
  dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah! Anehnya, naskah
  historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh
  wartawan BM Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu
  di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17
  Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik
  oleh Sajuti Melik.
         Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft
  tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah
  menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.
  
                                                        
      ************************
         
         Ketika tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa 9 Juli
  1942 siang bolong, Bung Karno mengeluarkan komentar
  pertama yang janggal didengar. Setelah menjalani
  pengasingan dan pembuangan oleh Belanda di luar Jawa,
  Bung Karno justru tidak membicarakan strategis
  perjuangan menentang penjajahan. Masalah yang
  dibicarakannya, hanya tentang sepotong jas!
         "Potongan jasmu bagus sekali!" komentar Bung
  Karno pertama kali tentang jas double breast yang
  dipakai oleh bekas iparnya, Anwar Tjikoroaminoto, yang
  menjemputnya bersama Bung Hatta dan segelintir tokoh
  nasionalis.
  
                                                        
     *************************
         
          Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the founding
  fathers Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat
  pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam, 13
  Agustus 1945, Soekarno bersama Bung Hatta, dr Radjiman
  Wedyodiningrat dan dr Soeharto (dokter pribadi Bung
  Karno) menumpang pesawat fighter bomber bermotor
  ganda. Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang
  air kecil, tetapi tak ada tempat.
         Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk
  hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang
  kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno
  melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu kencang
  sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi semua
  penumpang. Byuuur...
  
                                                        
    ***************************
         Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi
  17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan
  oleh kita hingga kini. Saat tentara Jepang ingin
  merampas negatif foto  yang mengabadikan peristiwa
  penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang
  merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada
  mereka. Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah
  diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan
  perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah
  besar.
         Padahal negatif film itu ditanam di bawah
  sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja.
  Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan
  dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai
  sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada
  Jepang?
  
                                                        
    ****************************
          Kali ini, Bung Hatta yang berbohong demi
  proklamasi. Waktu masa revolusi, Bung Karno
  memerintahkan Bung Hatta untuk meminta bantuan senjata
  kepada Jawaharlal Nehru. Cara untuk pergi ke India pun
  dilakukan secara rahasia. Bung Hatta memakai paspor
  dengan nama "Abdullah, co-pilot".
         Lalu beliau berangkat dengan pesawat yang
  dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang
  kemudian menjadi menteri pada kabinet PM Morarji
  Desai. Bung Hatta diperlakukan sangat hormat oleh
  Nehru dan diajak bertemu Mahatma Gandhi. Nehru adalah
  kawan lama Hatta sejak 1920-an dan Dandhi mengetahui
  perjuangan Hatta.
         Setelah pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh
  Nehru bahwa "Abdullah" itu adalah Mohammad hatta. Apa
  reaksi Gandhi? Dia marah besar kepada Nehru, karena
  tidak diberi tahu yang sebenarnya. "You are a liar !"
  ujar tokoh kharismatik itu kepada Nehru
        
                                                        
     ****************************    
          Bila 17 Agustus menjadi tanggal kelahiran
  Indonesia, justru tanggal tersebut menjadi tanggal
  kematian bagi pencetus pilar Indonesia. Pada tanggal
  itu, pencipta lagu kebangsaan "Indonesia Raya", WR
  Soepratman (wafat 1937) dan pencetus ilmu bahasa
  Indonesia, Herman Neubronner van der Tuuk (wafat 1894)
  meninggal dunia.
  
                                                        
      ***************************
         Bendera Merah Putih dan perayaan tujuh belasan
  bukanlah monopoli Indonesia. Corak benderanya sama
  dengan corak bendera Kerajaan Monaco dan hari
  kemerdekaannya sama dengan hari proklamasi Republik
  Gabon (sebuah negara di Afrika Barat) yang merdeka 17
  Agustus 1960.
  
                                                        
     ****************************
         Jakarta, tempat diproklamasikannya kemerdekaan
  Indonesia dan kota tempat Bung Karno dan Bung Hatta
  berjuang, tidak memberi imbalan yang cukup untuk
  mengenang co-proklamator Indonesia. Sampai detik ini,
  tidak ada "Jalan Soekarno-Hatta" di ibu kota Jakarta.
  Bahkan, nama mereka tidak pernah diabadikan untuk
  sebuah objek bangunan fasilitas umum apa pun sampai
  1985, ketika sebuah bandara diresmikan dengan memakai
  nama mereka.
  
                                                        
     ****************************
         Gelar Proklamator untuk Bung Karno dan Bung
  Hatta, hanyalah gelar lisan yang diberikan rakyat
  Indonesia kepadanya selama 41 tahun! Sebab, baru 1986
  Permerintah memberikan gelar proklamator secara resmi
  kepada mereka.
  
                                                        
     ****************************
         Kalau saja usul Bung Hatta diterima, tentu
  Indonesia punya "lebih dari dua" proklamator. Saat
  setelah konsep naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
  rampung disusun di rumah Laksamana Maeda, Jl Imam
  Bonjol no 1, Jakarta, Bung Hatta mengusulkan semua
  yang hadir saat rapat din hari itu ikut menandatangani
  teks proklamasi yang akan dibacakan pagi harinya.
  Tetapi usul ditolak oleh Soekarni, seorang pemuda yang
  hadir. Rapat itu dihadiri Soekarno, Hatta dan calon
  proklamator yang gagal : Achmad Soebardjo, Soekarni
  dan Sajuti Melik.
         "Huh, diberi kesempatan membuat sejarah tidak
  mau", gerutu Bung Hatta karena usulnya ditolak.
  
                                                        
     ****************************
         Perjuangan frontal melawan Belanda, ternyata
  tidak hanya menelan korban rakyat biasa, tetapi juga
  seorang menteri kabinet RI. Soepeno, Menteri
  Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta, merupakan
  satu-satunya menteri yang tewas ditembak Belanda.
         Sebuah ujung revolver, dimasukkan ke dalam
  mulutnya dan diledakkan secara keji oleh seorang
  tentara Belanda. Pelipis kirinya tembus kena peluru.
  Kejadian tersebut terjadi pada 24 Februari 1949 pagi
  di sebuah tempat di Kabupaten Nganjuk , Jawa Timur.
  Saat itu, Soepeno dan ajudannya sedang mandi sebuah
  pancuran air terjun.
  
                                                        
     ****************************
         Belum ada negara di dunia yang memiliki ibu
  kota sampai tiga dalam kurun waktu relatif singkat.
  Antara 1945 dan 1948, Indonesia mempunyai 3 ibu kota,
  yakni Jakarta (1945-1946), Yogyakarta (1946-1948) dan
  Bukittinggi (1948-1949).
  
                                                        
     ****************************
         Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia
  Jenderal Soedirman, pada kenyatannya tidak prnah
  menduduki jabatan resmi di kabinet RI. Beliau tidak
  pernah menjadi KSAD, Pangab, bahkan menteri pertahanan
  sekalipun!
  
                                                        
     ****************************
  
         Wayang ternyata memiliki simbol pembawa sial
  bagi rezim yang memerintah Indonesia. Betapa tidak,
  pada 1938-1939, Pemerintah Hindia Belanda melalui De
  Javasche Bank menerbitkan uang kertas seri wayang
  orang dan pada 1942, Hindia Belanda runtuh dikalahkan
  Jepang.
         Pada 1943, Pemerintah Pendudukan Jepang
  menerbitkan uang kertas seri wayang Arjuna dan
  Gatotkoco dan 1945, Jepang terusir dari Indonesia oleh
  pihak Sekutu.
         Paa 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan uang
  kertas baru seri wayang dengan pecahan Rp 1 dan Rp 2,5
  dan 1965 menjadi awal keruntuhan pemerintahannya
  menyusul peristiwa G30S/PKI.
  
                                                        
    *****************************
         Perintah pertama Presiden Soekarno saat dipilih
  sebagai presiden pertama RI, bukanlah membentuk sebuah
  kabinet atau menandatangani sebuah dekret, melainkan
  memanggil tukang sate !!!
         Itu dilakukannya dalam perjalanan pulang,
  setelah terpilih secara aklamasi sebagai presiden.
  Kebetulan di jalan bertemu seorang tukang sate
  bertelanjang dada dan  nyeker (tidak memakai alas
  kaki).
         "Sate ayam lima puluh tusuk!", perintah
  Presiden Soekarno. Disantapnya sate dengan lahap dekat
  sebuah selokan yang kotor. Dan itulah, perintah
  pertama pada rakyatnya sekaligus  pesta pertama atas
  pengangkatannya sebagai pemimpin dari 70 juta jiwa
  lebih rakyat dari sebuah negara besar yang baru
  berusia satu hari.
  
                                                        
    *****************************
         Kita sudah mengetahui, hubungan antara Bung
  Karno dan Belanda tidaklah mesra. Tetapi Belanda
  pernah memberikan kenangan yang tak akan pernah
  dilupakan oleh Bun Karno.
         Enam hari menjelang Natal 1948, Belanda
  memberikan hadiah Natal di Minggu pagi, saat orang
  ingin pergi ke gereja, berupa bom yang menghancurkan
  atap dapurnya. Hari itu, 19 Desember 1948, ibu kota
  Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.
  
                                                        
    ******************************
         Sutan Sjahrir, mantan Perdana Menteri RI
  pertama, menjadi orang Indonesia yang memiliki
  prestasi "luar biasa" dan tidak akan pernah ada yang
  menandinginya. Waktu beliau wafat 1966 di Zurich,
  Swiss, statusnya sebagai tahanan politik. Tetapi waktu
  dimakamkan di Jakarta beberapa hari kemudian,
  statusnya berubah sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.


=== end fwd ==

Kalo crita diatas itu emang beneran yag terjadi. Ternyata catatan sejarah emang hanya 
kepada sesuatu yang dianggap bermakna "saat ini" oleh si pembaca sejarah. Namun kalau 
dilihat sejarah sebagai apa adanya dan seadanya, ternyata siapapun bisa menjadi 
sejarahnya sendiri2. 

Sebagai geologist tentunya kita maklum akan hal masalalu ini. Geolog tertarik pada 
perjalanan batunya, paleontolog terhadap perjalanan sisa mahluk hidupnya, structural 
geologist melihat perkembangan bentuk bangunnya .... Dan alam mencatat secara 
'teratur' semuanya sesuai 'keinginannya' ... 'keinginan alam' ini yag musti kuak satu 
persatu ... alampun tidak mencatat semuanya dalam satu perkembangan/perjalanan saja 
.... semua harus sering disambung, dikaitkan, dikombinasikan, wuiih meriah deh 

Enak juga jadi geologist yg termasuk org kuno ini :)

hef e nais dey ...

RDP


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke