Kalau kami disini (Sangatta-Kutai timur), petir sangat dihindari....terakhir 2 bulan yang lalu 2 orang anak tersambar petir pada saat main bola dan akhirnya 1 meninggal. Jadi tergantung aspek mana yang akan dimabil nilai positif/negatif-nya.
-----Original Message----- From: TAUFIK Oka [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, August 20, 2003 1:30 PM To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [iagi-net-l] Petir di Bogor kebayang kalau petir bisa ditangkap dan disimpan, kemudian didistribusikan ke jkt dan sekitarnya, mungkin bisa membantu masalah kekurangan tenaga listrik buat jakarta, kayaknya pernah diulas di discovery channel. OK TAUFIK, DKS/OPG/WSG PHONE: 3327 EMAIL: [EMAIL PROTECTED] off.room: OFF 116 "Shofiyuddin Thoha" <[EMAIL PROTECTED]> 08/20/03 10:49 AM Please respond to iagi-net To: <[EMAIL PROTECTED]> cc: Subject: Re: [iagi-net-l] Petir di Bogor Pak Awang, Terima kasih untuk penjelasannya. Salam Shofi Awang Satyana <awangsatyana@ To: [EMAIL PROTECTED] yahoo.com> cc: Subject: Re: [iagi-net-l] Petir di Bogor 08/20/2003 09:38 AM Please respond to iagi-net Shofi, Saat di koran Kompas kemarin ada headline kekeringan mulai melanda di mana-mana, di Bogor kemarin sore hujan besar dan selalu banyak petir. Masalah petir di wilayah ini pernah diteliti dan ditulis di majalah "Sinyal" (majalahnya HAGI) sekitar pertengahan tahun 1990-an. Saya pernah membacanya dan mungkin masih menyimpannya. Itu penelitian frekuensi petir di Jabotabek, ada kontur khusus (namanya isohyet kalau gak salah) dan frejuensi tertinggi ya memang di sekitar Kab Bogor. Saya lupa apakah diterangkan di situ alasannya. Sebagai catatan pula, sebuah kampung bernama "Cipetir" di sekitar Sawangan (Parung-Bogor) tercatat di buku Guiness Book of Records sebagai tempat di dunia yang pada suatu hari tertentu (entah tahun berapa itu) paling banyak dikunjungi petir (hampir 300-an seingat saya). Ya, mungkin ini lebih ke gejala atmosferik yang bisa jadi didorong oleh kondisi topografi setempat (pegunungan dll.). Mungkin di wilayah Bogor lebih sering awan cumulonimbus terbentuk. Ada massa udara ringan naik dipaksa oleh pegunungan dari tiupan berasal dari utara Jakarta. Lalu bermuatan positif, sementara udara berat yang digantikannya turun dengan muatan negatif dan berkumpul di bagian bawah cumulonimbus. Dan terjadilah petir saat muatan2 berpindah. Barangkali seperti itu. Dari pengalaman pulang sore tiap hari via Jagorawi, saya mengamati kalau hujan besar dan petir lebih banyak terjadi antara Cibinong-Bogor daripada di Bogor sendiri. Dan juga baru di Bogor saya pernah melihat kilat dan petir yang lateral seperti braided streams pindah antar awan daripada bikin fork lightning dari awan ke tanah. Salam, Awang H. Satyana Eksplorasi BP Migas Shofiyuddin Thoha <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Rekans, Barangkali ada yang mau ngasih pencerahan tentang petir di wilayah bogor. Dibandingkan dengan daerah sekitarnya, magnitude dan intensitas petir di Bogor ini tinggi sekali. Enggak aneh rasanya kalau banyak orang mati di bogor karena petir, orang yang berteduh sekalipun di bawah pohon (1 atau 2 orang meninggal di depan KFC dekat terminal bogor beberapa bulan lalu ketika berlindung dari hujan). Apakah ini berhubungan dengan kondisi tanahnya atau letaknya? mohon pencerahan. Salam Shofi --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- Disclaimer - This message and any attachments may contain privileged information. Any unauthorised use of this message by any person may lead to legal consequences. Any views expressed in this message are those of the individual sender and may not necessarily reflect the views of PT Kaltim Prima Coal. --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

