Melihat sejarah awal munculnya bilangan/angka (number) cukup menarik Ada sebuah buku sejarah matematika yg bagus "from five finger to infinity" (pengarangnya lupa tapi aku punya bukunya cukup tebel :). Isinya berupa sejarah perkembangan dari ilmu berhitung termasuk matematika, geometri, kalkulus, arithmatika dan cabang ilmu itung-2an lain.
Yang cukup menarik adalah bilangan atau angka yg sekarang ini beredar sudah "terlanjur" menggunakan basis 10 sebagai dasarnya. Sehingga angga-angka keramat juga bermunculan ada bilangan alam natural number (e), bilangan phi, serta bilangan-bilangan lain. Juga termasuk history dari kenapa satu lingkaran penuh 360 derajat, kenapa engga 400 ajah biar mudah. Juga mungkin ada yg bertanya kebapa satu jam 60 menit, sehari 24 jam ? ... ini semua apakah juga efek dari basis 10 ? aku ngga tau ... Tapi coba bayangkan seandainya kita terlanjur menggunakan basis 12 ... apakah bilangan natural number e masih sama ? atau berapa jadinya phi ? "Spekulasi-spekulasi" angka akhirnya banyak bermunculan juga termasuk angka 13 sial angka 27, juga angka 7 dsb. Jelas emang ada keterbatasan atau malah ketidak mampuan "bilangan" menerjemahkan seluruh fenomena alam ini, Namun perkembangan basic science saat ini lebih banyak ke arah ilmu fisika, dimana matematika sebagai "bahasa"nya dengan angka sebagai "huruf-huruf"nya. Dengan demikian "kalimat-kalimat science"-pun jelas punya keterbatasan utk menjelaskan fenomena alam. Spekulasi-spekulasi ilmiah banyak sekali bermunculan, dengan segala fakta "kebetulan" yg di-klaim sebagai cara prediksi yang ampuh. Disinilah kesulitannya mencari "true science" dengan "pseudo science" karena keduanya mengeklaim dengan telah mengujinya dengan bilangan-bilangan juga. Namun berpikir ilmiah tentunya musti menghindari spekulasi-spekulasi, karena science ini berjalan angat pelaaaan ... "thimik-thimik"... lebih lambat dari selangkah demi selangkah. Hipotesa tentunya bukan dari awang-awang (bukan kang Awang :) ... "not just grab from the air", hipotesa emang mustinya ada dasarnya, dari peneliti sebelumnya, sebelumnya, sebelumnya ... dst ...tentunya setelah dengan data tambahan atau teori baru maka disusun hipotesa dan akhirnya teori lain akan diperbaiki. Yang kutahu pasti seseorang jenius matematikawan bukanlah euklid, newton atau phytagoras ... tetapi seseorang yg pertamakali bertanya ...--> "berapa "? lam, RDP "ada yang tahu kapan angka nol ditemukan ? " >Pak Maryanto, > >Saya salut kepada anda, terima kasih atas penjelasan nya. Namun >demikian, menurut saya fenomena alam adalah fakta dan bersifat universal >(dimana pun anda berada, anda kan melihat fenomena alam yg sama dan >mempunyai notasi angka yang sama pula), seperti contohnya 1 tahun = >365.2425 - 365.25 hari. > >Sekali lagi, terima kasih ya Pak. > >Salam, > >JCI > >-----Original Message----- >From: Maryanto [mailto:[EMAIL PROTECTED] >Sent: Thursday, September 11, 2003 8:29 AM >To: Ukat Sukanta at CPI >Cc: '[EMAIL PROTECTED]' >Subject: RE: [iagi-net-l] rekonstruksi tektonik dalam hipotesa salam > > >Pak Jossy, > >Ya itu teori saya, mecoba menghubungkan fakta-fakta, lalu dicari >korelasinya. > >Ada pemakaian seminggu 7 hari. >Fenomena alamnya : ada 7 hari dimana satu siklus untuk bulan mulai >timbul di >suatu satuan waktu adalh seperemptan dari 24 jam. Bahwa 24 jam adalah >sehari-semalam. Lalu itulah yang saya dapatkan adanya fenomena alam >dengan >mengapa ada satuan 7 hari (disingkat menjadi seminggu itu). Seumur hidup >ya >baru 3 bulaan lalu saya mengerti jawaban siklus 7 hari itu atas >keterangan >Pak Moedji Raharto, Boscca, Lembang. Ini saya anggap sudah berlaku >universal, memakai logika dan perhitungan manusia. > >Sering satuan pereode ada yang dibagai 2, 3, 4. Untuk tahun maka akan >menjadi berturut-turut : smester, 4 bulanan, kwartal. Untuk hari >berturut-turut : siang-malam, (1/3 tak lazim, walau ada kata sepertiga >malam >terakhir disuatu malam), seperempatan adalah 6 jam'an : jam 0-6, 6-12, >12-18, 18-24. > >Fenomena alam lain untuk 7 harian itu adalah: >Kami dapatkan juga waktu pengeraman telor : >burung 2x7 hari, ayam 3x 7 hari, mentog 4 x 7 hari, angsa 5 x 7 hari, >dst. >Makin besar badan, semakin lama pengeramannya. Jadi ada siklus satu >minggu >(7 hari itu di fenomena alam). > >Yah kerjaan bikin teori adalah menggabung-gabung, mengkorelasikan. Kalau >mendapatkan sesuatu, wah kadang jadi seneng. Tapi ya gag akan puas-puas, >karena mau coba lain... > >Pak Ukat, > >Ilmiah berarti dengan analisa data, lalu dicari polanya lalu dibuat >teorinya. Banyak sekali fakta/data yang tak diketahui teorinya. Manusia >hanya diberi tahu sedikit ilmu universal. Yang belum tahu disebut >metafisika >(magis, mejik, abstrat, gag bisa dirasakan indra manusia dan tak dapat >diruntun balik). Metafisika adalah disamping fisika. Pak Koesoema >menyebutkannya itu dan menghubungkan bahwa diperpustakaan, maka buku >metafisika diletakkan di dekat fisika. Dan ini gag ilmiah. Nah bila >metafisika itu suatu saat didapatkan teorinya, maka menjadi ilmiah, >science. >Itu menjadi tidak metafisika lagi, lalu menjadi ilmiah. Yang sudah >diketahui >teorinya, tapi ada fakta baru menjadi salah teorinya, maka disebut >abstak >lagi, tak diketahui (kayaknya mungkin ada kasus ini, misal banyak >berguguran >teori semula kuat tentang turbidid). > >Yang saya tekankan adalah banyak 7 muncul dialam, seratusan ya mudah >mendapatkannya. Jauh lebih banyak yang tak diketahui teorinya ilmiahnya. >Menjadikan bahwa mengapa detektif kok pakai 007, gag 008 atau yang lain, >mengapa 7 dipakai boeng, mengapa tidak 6 tutunan, pusing 5 keliling, >arah >6'an tapi tujuan, setuju tidak seenam, misalnya. Tak mau, dan tak bisa >saya >jawab mengapa 7 dipakai disana, kecuali bilang ya dari sononya he... >Tapi >kalau memang bermanfaat, tentu akan ada yang mau mencari mengapanya. >Prioritas, kebutuhan, ekonomi,...Wah banyak data, banyak yang akan bisa >dikerjakan. (He..he... ada yang se7). > >Salam, >Maryanto >-----Original Message----- >From: Ukat Sukanta at CPI >Sent: Thursday, September 11, 2003 7:54 Pagi >To: Maryanto >Cc: [EMAIL PROTECTED] >Subject: FW: [iagi-net-l] rekonstruksi tektonik dalam hipotesa salam > > >Par Maryanto, > >Mungkin sebaiknya, terangkan dulu asal ilmiahnya angka 7...kalau memang >angka ini angka mejik. > >Contoh: detektif 007, boing 747, 7 turunan, cemara 7, pusing 7 keliling, >bintang 7, 7an, se7.....sepertinya tidak ilmiah. > >Salam, >US > >-----Original Message----- >From: Jossy C. Inaray [mailto:[EMAIL PROTECTED] >Sent: Thursday, September 11, 2003 7:44 AM >To: [EMAIL PROTECTED] >Subject: RE: [iagi-net-l] rekonstruksi tektonik dalam hipotesa salam > > >Ini mah logika dan perhitungan manusia aja, bukan fenomena alam (yg >berlaku secara universal) > >Salam, > >JCI > >-----Original Message----- >From: Maryanto [mailto:[EMAIL PROTECTED] >Sent: Wednesday, September 10, 2003 4:03 PM >To: '[EMAIL PROTECTED]' >Subject: RE: [iagi-net-l] rekonstruksi tektonik dalam hipotesa salam > > > >Tujuh hari dalam seminggu adalah banyaknya hari untuk bulan terbit pada >seperempat 24 jam. >Misal banyaknya hari untuk bulan terbit dari jam : >0-6 = 7 hari >6-12 = 7 hari >12-18 = 7 hari >18-24 = 7 hari. > >Seratusan angka 7 yang kami catat muncul di alam, tapi hanya sedikit >yang >bisa kami jawab mengapanya. Diantaranya : atom kulit maksimum 7, 7 >keajaiban >dunia, detektif 007, boing 747, 7 turunan, cemara 7, pusing 7 keliling, >bintang 7, 7an, se7. > >7 adalah bilangan prima. Semakin kecil bilangan prima, mungkin semakin >banyak muncul dialam. Angka 7 sering muncul, tak semua akan 7, karena >angka >7 akan ada bila ada angka yang lain. > >Memang misteri, mengapa sering 7 muncul di alam. Kebetulan juga pola 7 >tahun >kali 10 pangkat 1-10 itu yang paling sedikit memberikan standar deviasi >terhadap pengukuran yang ada. > >Salam, >Maryanto. > > >-----Original Message----- >From: Jossy C. Inaray [mailto:[EMAIL PROTECTED] >Sent: Wednesday, September 10, 2003 3:26 Sore >To: [EMAIL PROTECTED] >Subject: RE: [iagi-net-l] rekonstruksi tektonik dalam hipotesa salam > > >Sama seperti yg satu ini. Tidak ada fenomena alam yg bisa menjelaskan >kenapa 1 minggu = 7 hari. > >JCI > >-----Original Message----- >From: Riyadi, Slamet S [mailto:[EMAIL PROTECTED] >Sent: Tuesday, September 09, 2003 4:51 PM >To: '[EMAIL PROTECTED]' >Subject: RE: [iagi-net-l] rekonstruksi tektonik dalam hipotesa salam > >intermezzo, >Begitu misteri angka 7 ?! >Bila kita melihat jumlah titik/dot-merah pada sebuah dadu di bagian atas >.... maka kita bisa menebak angka dadu di bagian bawahnya/alasnya ... >yaitu dengan mengurangi angka 7 dengan jumlah dot diatasnya . . . >silahkan coba? > > >Salam, >"rekonstruksi sebuah dadu" > > > > > > > >--------------------------------------------------------------------- >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] >Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > >Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan >Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id >Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) >Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) >Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) >Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau >[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) >Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) >--------------------------------------------------------------------- > > >--------------------------------------------------------------------- >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] >Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > >Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id >Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) >Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) >Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) >Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif >Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) >Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) >--------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

