Ini adalah cerita lama Vick dan dapat kita saksikan terjadi diseluruh tanah air. Pohon-pohon ditebing ditebangi kemudian ditanami pisang, ubi, dll oleh petani miskin. Kerusakan yang ditimbulkan oleh longsor yang terjadi tidak sebanding dengan penghasilan dari tanaman pisang dll itu.
----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, September 23, 2003 11:09 AM Subject: [iagi-net-l] Ada 14 Titik Rawan Longsor di Cisewu Kabupaten Garut > quote == > Menurut sumber di kecamatan setempat, tebing sering longsor karena pohon dan > tumbuhan perdu di atas dibabat oleh warga, dan tanahnya digarap secara liar > sebagai lahan pertanian. (O-1) > ===end quote > > Memberikan penyuluhan mungkin cara terbaik utk menghindari tanah longsor > ini. > Biaya mendatangkan alat berat tentunya lebih mahal ketimbang biaya > penyuluhan kan ? > Tapi bagaimana dengan kebutuhan lahan pertanian ..? :( > > RDP > > =========================== > Ada 14 Titik Rawan Longsor di Cisewu Kabupaten Garut > > GARUT--MIOL: Di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang berjarak > sekitar 105 km ke arah selatan dari kota Garut, terdapat 14 titik kawasan > rawan longsor, terutama pada setiap musim penghujan. > > "Selama musim kemarau, pori-pori permukaan tanah setempat menjadi agak > terbuka, sehingga ketika datang musim penghujan mudah kemasukan air, dan > tanahpun menjadi labil, sehingga mudah pula longsor," ujar Omin, staf di > kantor Kecamatan Cisewu, Selasa. > > Ketika dihubungi Antara, ia menyebutkan 14 titik kawasan rawan longsor > tersebut antara lain Kampung Naringgul, Cijagir, Cisarunten, Lemah Luhur, > Pamalayan, Datar Dahu, Cipia, Cijolang, Cikidang, Cikarang, Margahayu, > Cisalak dan Tutugan. > > Sementara itu, Camat Cisewu Suroto S pernah mengatakan, pihaknya sejak > beberapa pekan terakhir ini telah menyiapkan Posko Bencana Alam, dan terus > menerus memberi penyuluhan agar warga masyarakat selalu siaga terhadap > kemungkinan terjadi bencana alam, khususnya bencana longsor. > > Belum lama ini, pada ruas jalan provinsi yang menghubungkan wilayah > Kecamatan Bungbulang dengan Cisewu, masih sering terjadi tebing longsor. > Longsorannya berupa batu-kapur menutupi badan jalan. > > Menurut sumber di kecamatan setempat, tebing sering longsor karena pohon dan > tumbuhan perdu di atas dibabat oleh warga, dan tanahnya digarap secara liar > sebagai lahan pertanian. (O-1) > > > Evakuasi Longsor Dilanjutkan, Peralatan Berat Ditambah > > BOGOR--MIOL: Upaya evakuasi lima korban longsor di Kampung Lengkong, Desa > Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat, yang > belum ditemukan, Selasa pagi dilanjutkan kembali dengan menambah peralatan > berat. > > Menurut Camat Caringin, Yasin Zainuddin kepada Antara, Selasa pagi, lanjutan > evakuasi sejak longsor terjadi pada Sabtu (20/9) itu akan dilanjutkan lahi > setelah dihentikan sementara Minggu (22/9) petang sekitar pukul 17:30 WIB. > > "Selain satu peralatan berat dari Pusdikzi (Pusat Pendidikan Zeni) TNI-AD, > hari ini ada dua tambahan lagi dari Pemerintah Kabupaten (Dinas Pekerjaan > Umum/PU) Bogor," katanya. > > Menurut dia, hingga hari ketiga proses evakuasi untuk mencari lima korban > yang masih tertimbun --yang diduga sudah meninggal dunia--dengan > dikerahkannya bantuan peralatan maupun tenaga, diharapkan korban bisa segera > ditemukan. > > "Kasihan dengan keluarga korban yang masih diliputi suasana ketidakpastian, > di samping kita juga ingin masalahnya segera selesai karena masih ada > pekerjaan lainnya yang perlu dilaksanakan," katanya. > > Sementara itu, Wakapolres Bogor, Kompol Rusdi Hartono yang ditemui secara > terpisah menjelaskan bahwa jajaran kepolisian sejak pukul 06:00 WIB sudah > berangkat ke lokasi guna membantu evakuasi lanjutan. > > "Kita kerahkan dua peleton (60 personil) gabungan Polres Bogor dan Polsek > Ciawi, termasuk unsur dari Koramil di sana," katanya. > > Ia juga menjelaskan bahwa setelah peledakan pertama pada Minggu (21/9) oleh > Tim Gegana Mabes Polri yang gagal meruntuhkan tebing curam, maka skenario > evakuasi diubah, yakni langsung mengerahkan peralatan berat untuk mengeruk > timbunan pasir yang 'mengubur' korban, tanpa dilakuka peledakan tahap dua. > > Lima orang, dari sembilan korban keseluruhan --yang diduga kuat masih > tertimbun dan belum ketemu adalah Uwen (30), warga Kampung Lengkong, Idrus > (40) dan Obay (17) --yang merupakan bapak dan anak--warga RT02/RW05, Kampung > Lengkong, Eyet (40) dan Ujang (33), warga Kampung Cipeucang RT03/RW05, Desa > Pasir Buncir. (O-1) > > _________________________________________________________________ > STOP MORE SPAM with the new MSN 8 and get 2 months FREE* > http://join.msn.com/?page=features/junkmail > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

