RI kehilangan potensi migas

JAKARTA (Bisnis): Indonesia berpotensi kehilangan kesempatan meningkatkan 
jumlah produksi migas secara nasional akibat tidak berlakunya perjanjian 
celah Timor antara Indonesia dan Australia. 
Menurut Sekjen Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Ariadi Subandrio, 
potensi minyak dan gas di wilayah Celah Timor memang tidak terlalu besar. 
"Namun demikian karena tidak berlakunya lagi perjanjian celah Timor antara 
Indonesia dan Australia membuat Indonesia kehilangan kesempatan menambah 
produksi migas nasionalnya," tuturnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum 
dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta belum lama ini. 
Senada dengan Ariadi, Kepala Joint Authority RI-Australia Bona Situmorang 
menuturkan bahwa di zona kerja sama seluas 60.000 km, sebelumnya Indonesia 
dan Australia sudah melakukan kegiatan eksploitasi minyak dan gas. 
Pertama, eksplorasi di blok Bayu-Undan yang rencananya pada tahun depan 
akan mulai berproduksi. Bona mengatakan produksi di blok tersebut 
diperkirakan mencapai 110.000 barel per hari, 70.000 kondensat dan 40.000 
LPG. 
"Cadangannya migas dari blok ini tercatat 3,4 TCF. Dapat dikatakan produksi 
migas dari blok Bayu Undan tergolong kelas dunia. Namun, karena Timor Timur 
sudah tidak lagi menjadi bagian dari NKRI (Negara Kesatuan Repbublik 
Indonesia) sudah tidak ada urusan lagi. Yang ada sekarang adalah perjanjian 
kerjasama celah Timor antara Timor Timur dan Australia," tuturnya. 
Kedua, eksplorasi di blok Elang-Kakaktua yang dilakukan oleh Stat Oil pada 
1998 dengan produksi miyak sebesar 35.000 berel per hari. Namun saat ini 
produksinya mulai menurun karena field life- nya hanya lima tahun. 
Berkaitan dengan masalah Celah Timor, sebagai Sekjen IAGI Ariadi Subandrio 
menyarankan agar pemerintah melakukan penentuan garis batas wilayah Laut 
Timor yang permanen antara Indonesia, Australia, dan Timor Timur. 
"Selain itu, IAGI meminta pemerintah untuk merundingkan batas negara RI dan 
Timor Leste khususnya untuk penentuan batas laut," katanya.  Bisnis


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke