Perkembangan Tatanama Satuan Stratigrafi di Pulau Jawa
Penelitian geologi di Pulau Jawa telah banyak dilakukan, baik oleh para Ahli Geologi dari instansi pemerintahan (MG, LGPN. dll),Universitas/Perguruan Tinggi (ITB, UNPAD, UGM, UPN "Veteran" Yogyakarta,dll.) maupun dari Industri Migas (PERTAMINA, dll). Tujuan penelitiannyapun sangat bervariasi, dari yang bersifat praktis hingga akademis. Sejalan dengan banyaknya hasil kegiatan tersebut diatas, adalah berkembangnya tatanama satuan stratigrafi, terutama Satuan Litostratigrafi. Hingga saat ini nama-nama satuan stratigrafi banyak sekali jumlahnya, baik"satuan resmi"maupun "satuan tidak resmi", bahkan "satuan tidak resmi"cenderung lebih banyak dan lebih populer. Disamping itu satuan-satuan stratigrafi tersebut belum didokumentasikan secara baku kedalam bentuk Leksikon. Tidak sedikit juga nama satuan stratigrafi yang ada menimbulkan kerancuan yang membingungkan, terutama nama-nama satuan stratigrafi di daerah Jawa bagian utara, baik "satuan bawah permukaan /subsurface"maupun singkapan. Beberapa contoh yang dijumpai diantaranya: l/. Penamaan. Nama formasi berbeda untuk unit litologi yang sama,misalnya batugamping Formasi Klapanunggal disebut juga sebagai batugamping Formasi Parigi 2/. Pelamparan. Pelamparan unit litologi yang sama dilembar peta yang bersebelahan, nama formasinya berbeda, misalnya batugamping Formasi Wonosari di daerah Pacitan bernama batugamping Formasi Punung, akan tetapi dijumpai juga adanya unit litologi yang serupa, pelamparannya mulai dari Sumatera Selatan bahkan Jambi hingga daerah Semarang, Jawa Tengah, misalnya Formasi Talangakar, Formasi Baturaja, dll. 3/. Kerancuan Kerancuan macam satuan stratigrafi, sebagai contoh di Jawa Timur bagian utara, nama Ngimbang, Kujung telah berkembang menjadi Ngimbang Carbonate, Ngimbang Shale, bahkan dikenal secara local/setempat adanya Ngimbang Cycle, dan Kujung Cycle, yang pada awalnya dikenal sebagai satuan litostratigrafi. Adanya kerancuan seperti tersebut di atas sangat perlu ditertibkan, demikian pula memperhatikan perkembangan tatanama satuan stratigrafi saat ini, sudah sepantasnya mulai untuk didokumentasikan dalam bentuk Leksikon, serta disosialisasikan sehingga para Ahli Geologi yang bekerja di Pulau Jawa mempunyai acuan sama tentang satuan-satuan stratigrafi yang baku. Selain membahas berbagai kerancuan tatanama satuan stratigrafi, dibahas pula tentang perkembangan tatanama satuan stratigrafi Pulau Jawa yang pernah dipublikasikan, baik Satuan Litostratigrafi, Litodem, Biostratigrafi,Vulkanostratigrafi, Sikuenstratigrafi, Chronostratigrafi, Tektonostratigrafi, korelasi litostratigrafi dll. Kepada para Ahli Geologi yang berminat turut berpartisipasi dalam pembahasan Stratigrafi Pulau Jawa, diharapkan dapat mengirimkan konfirmasinya ke alamat Panitia paling lambat tanggal 15 oktober 2003. Sampai jumpa di "Lokakarya Stratigrafi Pulau Jawa" Panitia Lokakarya Stratigrafi Pulau Jawa Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Jl. Diponegoro, no. 57,Bandung 40122, Jawa Barat. Telp. (022)-7203205 Ext. 183, Fax. (022)-7202669 [EMAIL PROTECTED], HP. 081-2233-3165 [EMAIL PROTECTED],o.id, HP. 081-820-1400

