Mas Didik,

Sepertinya menarik juga membuat "earth model" utk kebutuhan mining (pertambangan), 
juga di bidang lain .... karena "earth model" ini merupakan titik temu semua ahli 
geologi. Hanya saja tujuannya yang berbeda-beda. Namun pada intinya model geologi 
inilah yg sangat diperlukan oleh production engineer.

Yang menarik di mining industry terutama yg "open pit mine", semua yang dimodelkan 
setelah diproduksi, barangnya sendiri "hilang". Yang terlihat mungkin sisa-sisanya 
saja (tail). Sedangkan di perminyakan, batuannya masih tersisa masih dapat dipakai 
sebagai bahan utk studi selanjutnya.

Nah sebagai media belajar tentunya earth model utk pertambangan ini sangat diperlukan 
utk dijadikan model utk pertambangan lain yg mirip (analoque study). Dan setahu saya 
kitapun sudah 'kehilangan' satu gunung di daerah Papua (freeport). Bagaimana 
"knowledge preservation" yang dilakukan di dunia pertambangan ?
Ada yg dr Freeport bisa cerita soal ini ? 
Media apa yg dipakai utk menyimpan model bijih ini (maket, digital, ...?), apa saja 
data yg di "captured" dan di "preserved", dan apakah model ini dapat diakses oleh yg 
lain ?

thx
RDP

>Mas Ferdi,
>
>Menurut pandangan saya hal yang perlu diketahui - dipahami oleh geomodeller
>adalah:
>1. Memahami benar cara software 3D kita bekerja
>2. Memahami karakteristik data yang kita masukkan (imput)
>   - data bor (chemistry, geology, koordinat)
>   - data geology / struktur
>3. Memahami system estimasi geostatistik yang kita terapkan
>4. Melakukan reconsiliasi setelah daerah tersebut kita exploitasi -
>membandingkan model dengan actual lapangan(sebagai feedback dari system yang
>kita terapkan)
>
>Dengan 4 hal diatas kita akan mendapatkan improve sehingga setelah beberapa
>waktu kita akan menemukan system modeling yang representatif.
>
>Mengenai model yang disesuaikan dengan hasil produksi? menurut saya ada hal
>yang lebih penting yaitu menvalidasi model berdasarkan actual lapangan
>setelah daerah tersebut kita ekploitasi.
>Sebab factor system, teknology, dan improvement exploitasi sangat menentukan
>hasil produksi yang kita peroleh.
>Misalnya tahun lalu model kita sesui - close dengan hasil produksi. Kemudian
>tahun ini ada teknology dan system exploitasi baru sehingga lebih efisien
>dan bersih sehingga produksi kita meningkat. 
>Apakah kemudian modeling akan kita sesuaikan lagi dengan angka produksi baru
>tersebut?
>
>thanks
>didik 


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke