BP Migas minta ConocoPhillips ajukan proposal bagi hasil blok A

Badan Pengatur Migas memberikan waktu satu bulan kepada ConocoPhillips 
untuk segera memberikan proposal perubahan bagi hasil untuk pengembangan 
blok A di Aceh Utara. Selama kurun waktu tersebut perusahaan ini, selaku 
operator di blok A, diharapkan mampu melakukan kajian keekonomian. Jika 
proposal yang juga berisi perubahan bagi hasil disampaikan dan dapat 
diterima oleh pemerintah, maka blok A diharapkan dapat segera berproduksi 
pada 2007. 

Demikian dikatakan Kepala BP Migas, Rachmat Sudibjo seusai mengikuti rapat 
dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR 18/2. Sebenarnya, tambahnya, sampai 
saat ini upaya untuk mengembangkan blok A di Aceh Utara masih menjadi 
pembicaraan antara KPS dengan pemerintah. 

Keekonomian ini, akan dilihat juga dari harga jual gas yang akan dihasilkan 
dari blok A. Gas yang akan diproduksikan oleh blok A, sebagian besar akan 
dibeli oleh industri dalam negeri. 

Dalam proposal yang disampaikan itu, akan juga terlihat tingkat keekonomian 
pengembangan lapangan, pendapatan negara, dan juga berapa besar kepentingan 
wilayah tersebut diakomodasikan. 

Permintaan perubahan bagi hasil di blok A sudah dilakukan pada 1998 ketika 
masih dioperasikan oleh Gulf. Pada waktu itu, Gulf meminta supaya bagi 
hasil sebesar 65%:35% diubah menjadi 50%:50%. Namun demikian, permintaan 
itu ditolak oleh pemerintah dengan berbagai pertimbangan. 

"Berkaitan dengan mendesaknya pengembangan di blok A, maka ConocoPhillips 
selaku pemilik 50% saham di blok itu, kami minta untuk memberikan proposal 
kembali. Hal ini, sudah kami sampaikan pada rapat pada awal Februari," 
ujarnya. 

Menurut dia, sebelumnya, permintaan bagi hasil sebesar 50%:50% itu 
dilakukan mengingat besarnya investasi yang akan ditanamkan. Pasalnya gas 
yang ada di blok A mempunyai kandungan CO2 dan H2S yang sangat tinggi. Hal 
ini, mengakibatkan KPS yang bersangkutan harus berinvestasi cukup besar 
untuk pembelian pipa karena pipa yang dipakai untuk mengalirkan gas harus 
mempunyai kandungan chrome agar tidak mudah aus. 

Sebagai informasi, selama ini sudah ada empat insentif yang diberikan 
pemerintah kepada investor. Empat insentif bagi hasil tersebut dilakukan 
pada 1988, 1989, 1990 dan 1992. Sudah 10 tahun lebih insentif diberikan. 
Jadi sudah waktunya melihat kembali paket insentif itu berkaitan dengan 
daerah yang ditawarkan."*



---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke