Buat yg pernah ke Norway bisa nambah info Thanks RDP === Selasa, 24 Februari 2004 - 12:40 WIB (SERI INFO TENTANG PERKEMBANGAN INDUSTRI MIGAS PADA BEBERAPA NEGARA PRODUSEN UTAMA DUNIA) PERKEMBANGAN INDUSTRI MIGAS DI NORWEGIA
Analis OPEC menyebutkan bahwa secara umum pada tahun 2004 ekonomi dunia tetap mengalami pertumbuhan, kecuali Jepang yang mengalami sedikit penurunan menjadi sebesar 1,8% akibat turunnya ekspor. Hal ini disebabkan oleh semakin membaiknya perekonomian Amerika. Kondisi ini mengindikasikan bahwa permintaan akan energi tidak akan mengalami perubahan secara signifikan, dan negara-negara produsen migas masih dapat menjadikan industri ini sebagai andalan untuk mendapatkan devisanya. Departemen Energi Amerika menyebutkan bahwa kebutuhan minyak dunia pada kuartal pertama tahun 2004 diperkirakan sebesar 81,2 juta bph, atau naik sebesar 2% dibandingkan dengan kebutuhan minyak dunia pada periode yang sama tahun 2003 yang sebesar 79,6 juta bph. Untuk memberikan gambaran tentang perkembangan industri migas dunia, melalui rangkaian berita akan disajikan informasi tentang perkembangan industri migas di negara-negara produsen utama dunia. Mengawali tulisan dimaksud, pada kesempatan ini kita akan melihat perkembangan yang terjadi di Norwegia yang merupakan salah satu negara produsen migas utama dunia. Norwegia merupakan eksportir minyak mentah non-OPEC terbesar ke tiga di dunia dan eksportir gas alam terbesar ke dua di Eropa Barat. Negara yang terletak di Eropa Utara ini berbatasan dengan Laut Utara dan Samudera Atlantik bagian Utara, dan bagian Barat Swedia dengan ibu kota Oslo berpenduduk 4,5 jiwa ini mayoritas perekonomiannya didukung oleh industri migas. Industri migas Norwegia telah dimulai sejak tahun 1960-an dan saat ini Norwegia memiliki cadangan terbukti minyak mentah sebesar 10,2 milyar barel, yang 90%nya terdapat di wilayah lepas pantai. Dengan kondisi cadangan seperti ini maka biaya produksi menjadi tinggi yaitu sekitar US$ 12-14 per barel (bandingkan dengan Iran yang sebesar US$ 3-4 per barel). Selama tahun 2003, jumlah produksi mencapai minyak mentah Norwegia tercatat sebesar 3,25 juta barel per hari (bph). Dari jumlah tersebut, sebesar 3 juta bph dikonsumsi di dalam negeri dan sisanya sebesar 0,25 juta barel untuk ekspor. Angka ekspor tertinggi Norwegia dicapai pada tahun 2001 yaitu sebesar 2,91 juta bph.. Inggris merupakan importer utama Norwegia dan diikuti dengan Belanda, Amerika, Perancis, dan Kanada Jumlah minyak yang telah dieksploitasi sebesar 40% dari total cadangan, sementara gas sebesar 16% dari total cadangan yang ada. Mayoritas industri minyak Norwegia dioperasikan oleh dua perusahaan minyak nasional yaitu Statoil dan Norsk Hydro. Selain minyak bumi, Norwegia juga memiliki sumber daya gas alam yang besar dengan cadangan terbukti saat ini berjumlah 77,4 TCF. Pada tahun 2002, produksi gas alam Norwegia tercatat sebesar 2,313 TCF dengan total ekspor mencapai 2,27 TCF dan sisanya untuk konsumsi di dalam negeri. Kapasitas ekspor tersebut masih dapat dikembangkan hingga mencapai di atas 3 TCF. Industri migas menyumbangkan sekitar 18% terhadap GDP Norwegia selama beberapa tahun terakhir. Selain itu, Norwegia juga mempunyai sumber daya batubara dengan cadangan terbukti sebesar 1 juta ton, dengan produksi sebesar 0,56 juta ton jauh di bawah konsumsi yang sebesar 1,57 juta ton. Stabil juga memegang posisi utama dalam industri gas Norwegia. Jerman merupakan negara tujuan ekspor gas utama Norwegia yang diikuti dengan Perancis, Belanda, Belgia, Itali, Republik Cheko, Spanyol, Inggris, Austria, dan Polandia. Kebutuhan listrik Norwegia hampir seluruhnya dipenuhi dari pembangkit listrik tenaga air (98,5%), dan sisanya dipenuhi dari panas bumi dan tenaga angin. Dalam waktu dekat, tiga pembangkit dengan bahan bakar gas akan dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional dan untuk kebutuhan interkoneksi dengan Swedia, Finlandia, Rusia, dan Denmark. (yr) sumber esdm.

