Selasa, 02 Maret 2004 - 12:09 WIB
(SERI INFO TENTANG PERKEMBANGAN INDUSTRI MIGAS PADA BEBERAPA NEGARA PRODUSEN UTAMA DUNIA)


PERKEMBANGAN INDUSTRI MIGAS DI RUSIA

Rusia mempunyai posisi penting dalam perdagangan energi dunia. Sebagai negara yang memiliki cadangan gas terbesar di dunia dengan jumlah cadangan terbukti sebesar 1.680 TCF (tahun 2001) atau dua kali lebih besar dibandingkan cadangan gas Iran, terbesar ke dua untuk cadangan batubara setelah AS dengan jumlah cadangan sebesar 173 miliar ton, dan cadangan terbukti minyak sebesar 60 miliar barel (terbesar ke delapan di dunia).
Perekonomian Rusia tumbuh pesat selama empat tahun terakhir, terutama ditunjang oleh ekspor komoditi energi terutama dari kenaikan jumlah produksi minyak yang signifikan dan keuntungan dari tingginya harga minyak bumi di pasar internasional selama periode tersebut. Kondisi ini menyebabkan perekonomian Rusia sangat tergantung dari pendapatan ekspor migasnya.


Cadangan minyak Rusia sebagian besar terdapat di Siberia bagian Barat diantara pegunungan Ural dan dataran Siberia Tengah yang dikenal dengan Russian Core yang menjadikan Uni Soviet saat itu sebagai penghasil minyak utama dengan produksi mencapai 12,5 juta bph yang sebagian besar berasal dari wilayah Rusia. Produksi minyak Rusia sempat turun mencapai 6 juta barel/hari pada tahun 1996 (separuh dari produksi era Soviet) ketika terjadi reunifikasi Soviet. Produksi minyak Rusia kembali bangkit pada tahun 1999, dan pada tahun 2000 total produksi mencapai 7,65 juta bph (naik 28% dibandingkan tahun 1998). Pada tahun 2003 produksi minyak Rusia naik signifikan yang ditunjang dengan adanya kesepakatan dengan Arab Saudi untuk meningkatkan komunikasi diantara kedua negara produsen utama tersebut (Arab Saudi merupakan negara produsen ke dua). Diperkirakan produksi minyak Rusia akan mencapai 8,8 juta bph pada tahun 2004.

Industri minyak Rusia dijalankan oleh lima perusahaan minyak terbesar yaitu Yukos, LU Koil,Surgutneftegaz Tyumen Oil Company, dan Sibneft yang memproduksi sekitar 70% minyak Rusia dan sisanya oleh sekitar 150 perusahaan kecil lainnya. Pada bulan April tahun lalu perusahaan minyak Yukos dan Sibneft melakukan merger membentuk perusahaan baru YukosSibneft yang menjadikan perusahaan ini terbesar di Rusia, menguasai cadangan terbukti sebesar 18,4 miliar barel dengan kapasitas produksi sekitar 2,2 juta bph.

Walaupun kemampuan produksi minyak Rusia tinggi, namun Rusia mempunyai kendala dalam infrastruktur transportasi. Akibat sistem monopoli disisi infrastruktur transportasi pipanisasi oleh perusahaan Transneft, perkembangan infrastruktur transportasi tidak dapat mengimbangi perkembangan produksi. Hal ini menjadi kendala bagi Rusia dalam memasarkan minyaknya, tidak hanya untuk pasar ekspor tetapi juga untuk pasar dalam negeri. Selama periode harga minyak tinggi ini, berbagai alternatif dilakukan oleh Rusia untuk meningkatkan kapasitas ekspornya antara lain dengan menggunakan rel dan alat angkut sungai walaupun biaya transportasi dengan cara ini menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan pipa.

Untuk mendukung tingkat produksi yang demikian tinggi, Rusia terus mengembangkan dan memodernisasi sistem transportasi dan seluruh infrastruktur pendukungnya dan berbagai proyek pembangunan pipanisasi dilakukan. Pada tahun 2001, jalur transportasi Baltic Pipeline System (BPS) mulai dioperasikan yang membawa minyak dari Russia�s West Siberian dan Timan-Pechora ke pelabuhan Primorsk di Teluk Rusia. Jalur ini merupakan akses langsung menuju pasar Eropa dengan kapasitas angkut sebesar 360.000 bph dan akan dikembangkan menjadi sebesar 840.000 barel minyak bph pada tahun 2005.

Disamping itu, juga direncanakan pembangunan jaringan pipanisasi dari Siberia barat dan Timan Pechora menuju Murmansk dengan kapasitas angkut sebesar 1,6-2,4 juta bph. Pembangunan jalur pipanisasi tidak hanya untuk memenuhi pasar domestik dan sebagai outlet menuju pasar ekspor, tetapi juga untuk mengisi kebutuhan negara-negara tetangga seperti Belarus, Ukraina, Slovakia, Hongaria, dan Kroasia. Jalur ini dikenal dengan jalur pipanisasi Adria dengan kapasitas angkut 100.000 bph, dan dapat ditingkatkan menjadi 300.000 bph. Odessa-Brody pipeline juga merupakan bagian dari sistem transportasi melalui pipa yang dikembangkan oleh Rusia untuk mencapai pasar Eropa. Sejalan dengan peningkatan produksinya yang signifikan, ekspansi sistem transportasi jaringan pipa beserta fasilitas pendukungnya terus dikembangkan untuk mencapai pasar-pasar ekspor lainnya seperti Jepang dan Cina.

Berbeda dengan langkah Rusia dalam pengembangan industri minyaknya, sebagai negara yang memiliki cadangan gas terbesar di dunia, pertumbuhan industri gasnya tidak banyak berkembang sejak tahun 1992 akibat monopoli yang diberikan pemerintah kepada perusahaan Gazprom�s yang memproduksi hampir 90% gas Rusia dan menguasai jalur pipanisasi gas negara ini. Negara-negara yang menjadi tujuan utama ekspor gas Rusia tercatat Jerman, Ukraina, Itali, Belarus, Perancis, Turki, Hongaria, Polandia, Republik Czech, dan Slovakia. Lebih dari 25% kebutuhan gas Eropa dipasok oleh Rusia, dan akan terus ditingkatkan dimasa yang akan datang. Untuk mendukung rencana pengembangan pasar ekspor tersebut Rusia membangun jaringan pipa Blue Stream yang menghubungkan Rusia dengan Turki. Disamping itu, juga akan dibangun jaringan pipanisasi North Trans-Gas menuju Jerman.

sumber esdm.

_________________________________________________________________
STOP MORE SPAM with the new MSN 8 and get 2 months FREE* http://join.msn.com/?page=features/junkmail



---------------------------------------------------------------------


To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke