Saya kira antara Upper dan Lower Talangakar adalah suatu boundary yang baik
untuk batas formasi, karena Lower TAF itu jelas non-marine fluviatile
(synrift?), sedangkan Upper Talangakar marine transgressive (post rift)

----- Original Message -----
From: "Rudhy Tarigan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, March 05, 2004 12:24 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Bayah-Jatibarang ? (was :Re: [iagi-net-l] tempo
doeloe - Ekspedisi Devon Mahasiswa Geologi ITB)


> Pak koesoema ,
> Kalau di NW java basin unconformitynya itu di intra TAF yang memisahkan TA
atas dan TA bawah,
> Kalau di South Sumatera Basin ,dimana pak ?? apakah diantara TAF dan BRF
yang memisahkan syn-rift deposite dan post-rift transgression ?? seperti
yang terlihat di Regional Stratigraphic nya pak koesoema ?? dan apakah
Unconformity ini yang memisahkan Tectono-Stratigraphy Paleogene dan Neogene
?? Terimakasih.
>
> Salam,
>
> Rudhy Tarigan
>
> -----Original Message-----
> From: Koesoema [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, March 05, 2004 10:05 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Bayah-Jatibarang ? (was :Re: [iagi-net-l]
> tempo doeloe - Ekspedisi Devon Mahasiswa Geologi ITB)
>
>
> Penjelasannya nanti saya kirimkan peta rekonstruksinya.
> Tentang tatanama, saya justru lebih setuju Talangakar dan Baturaja tidak
> dipakai di NW Java basinal area, tetapi justru nama seperti Zelda dan Gita
> dipakai, apa lagi Talangakar Atas dan bawah itu dipisahkan oleh
unconformity
> (Zelda masih synrift, Gita sudah post-rift)
>
> ----- Original Message -----
> From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Friday, March 05, 2004 8:36 AM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Bayah-Jatibarang ? (was :Re: [iagi-net-l] tempo
> doeloe - Ekspedisi Devon Mahasiswa Geologi ITB)
>
>
> > Menarik Pak soal memutus hubungan antara Luk Ulo dan Meratus, saya
> menampilkan hal yang sama, yaitu bahwa ofiolit Meratus berdiri sendiri dan
> tidak bersambung dengan Luk Ulo, di PIT IAGI kemarin dalam paper berjudul
> "Accretion and Dispersion of SE Sundaland : the Growing and Slivering of a
> Continent" (saya akan kirim ke Pak Koesoema). Ofiolit/melange Meratus yang
> sedemikian besarnya dibanding spotted seperti di Ciletuh dan Luk Ulo
> mengesankan bahwa mekanismenya bukan melalui scrapping off kerak samudra
di
> subduction, tetapi emplacement model obduction oleh dua micro-continent
yang
> collided (Schwaner x Paternoster). Saya menyambungkan Luk Ulo ke Bantimala
> berdasarkan umur, mekanisme emplacement, fasies metamorfik dan kandungan
> radiolaria. Hanya mekanisme transduction tidak saya aplikasikan di situ.
> >
> > Kalau Bayah bersambung dengan Jatibarang, maka ada dua pertanyaan : (1)
> berapa gap umur antara terjadinya subduction dengan munculnya volcanic arc
> asosiasinya, apakah sejauh Late Cretaceous ke Paleocene-Eocene ? (2) apa
> yang mengatur ketidakteraturan jarak rumpang palung-busur (ATG - arc
trench
> gap). Sebab, Bayah Arc begitu dekat dengan Ciletuh Trench, sementara
> Jatibarang Arc begitu jauh dari Luk Ulo trench. Seolah-olah ATG ini
membaji
> menyempit di SW Java dan semakin lebar ke arah Jawa Timur. Apakah itu
> terjadi oleh mega-shear (transduction ?), megashear yang mana pada umur
itu
> yang menggeser ATG ? Di paper lain tentang tektonik Jawa Tengah
("Structural
> Indentation of Central Java : a strike-slip segmentation" - publikasi
khusus
> oleh IAGI Pengda Yogya JAwa Tengah 2003), saya menaruh dua sesar mendatar
> besar yang mengapit Jawa Tengah yang menyebabkan indentasi Jawa Tengah :
> sinistral Muria-Kebumen (arah Meratus) dan dextral Pamanukan-Cilacap (arah
> Sumatra) yang umur2nya di !
> > sekitar
> >  Early Tertiary, apakah sesar2 ini (yang keberadaannya terutama
didasarkan
> pada segmentasi data gayaberat) yang menyebabkan transduction,
kelihatannya
> Pak Koesoema memilih sesar lain dengan arah Jawa (B-T), seperti RMK
> (Rembang-Madura-Kangean), tetapi itu jadinya harus dextral bila menggeser
> jalur trench ke Satanger, sementara saat ini RMK sangat mengesankan
> sinistral, ini selanjutnya akan mengarah ke origin RMK sendiri dan histori
> slip-nya.
> >
> > Kelihatannya OAF (Old Andesite Formation) dan juga Jatibarang Formation
> batasannya harus dilihat lagi. Tulisan tentang Jatibarang sangat sedikit,
> sehingga menyulitkan sintesis regionalnya. Penertiban penamaan stratigrafi
> memang jadi salah satu agenda Komisi Stratigrafi IAGI. Saya memulainya
sejak
> tahun 2002 dengan menginformasikan ke KPS2 yang terkait tentang penamaan
> ini, hanya memang belum kelihatan efeknya. Nama2 seperti Zelda, Gita,
> Banuwati telah lama dipakai sejak akhir 60an, mengubahnya jadi Talang Akar
> atau apa pun yang resmi ternyata tidak mudah. Bahkan, betulkah memakai
> Talang Akar dan Baturaja di Jawa Barat sementyara lokasi tipenya di Sum
Sel
> dan ini sudah lintas cekungan. Saya pikir tidak tepat.
> >
> > Salam,
> > Awang
> > Koesoema <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Van Bemmelen memasukkan Cikotok Fm sebagai Old Andesite Fm. Kemudian
dalam
> > peta P3G Old Andesite Fm di Bayah dipetakan sebagai Cikotok fm, dan yang
> di
> > Pegunungan Jawa Barat Selatan sebagai Jampang Fm, dan di Jawa Timur oleh
> > Prof Sartono diberi nama Besole Fm
> > Di Sumatra Selatan Old Andesite kemungkinan sama dengan Kikim Tuffs
> > (Volcanics) dari orang Stanvac, sedangkan Lahat Fm dari Shell
(Pertamina)
> > terdiri dari 2 bagian, yang bawah (volcanic facies) saya kira masuk ke
> Kikim
> > volcanics, sedangkan yang bahagian atas (sedimentary facies) sama dengan
> > Lemat fm orang Stanvac (Exspan).
> > Saya korelasikan Cikotok fm dengan Jatibarang Volcanics (Disini harus
> > hati-hati pula, karena Jatibarang fm orang Arco (BP) itu tidak
equivalent
> > dengan Jatibarang Volcanics dari Pertamina, tetapi sama dengan Banuwati
> > shale dari orang Maxus (CNOOC), atau Jatibarang Fm bagian atas (lake
> > deposit) dari Pertamina. Saya lihat banyak age dating dari Jatibarang
> > volcanics menunjukkan umur 54 dan 72 Ma. Jatibarang Fm sering dinyatakan
> > sebagai Eocene, tetapi saya kira ini adalah Jatibarangnya orang Arco.
> > Saya kira BP Migas perlu menertibkan nama-nama formasi yang kacau ini.
> > Hypothesa saya sekarang adalah bahwa Cikotok Fm dan Jatibarang volcanics
> > adalah merupakan volcanic arc dari Ciletuh dan Loh Ulo accretion zone
> > (melange) yang berumur Paleocene-Cretaceous. Melange
> > Meratus itu berumur Early Cretaceous -Late Jurassic, dan merupakan
> collision
> > zone antara Paternoster (East Sunda) microcontinent dengan Sunda
> continenet,
> > dan tidak dapat disambungkan dengan Loh Ulo.
> > Subduction dari Loh Ulo terputus di sekitar semarang dan dilanjutkan
> dengan
> > transduction (strike slip) sepanjang Jawa Timur utara sampai ke Satanger
> > block dimana Bransden menemukan melage seumurn Lok Ulo, dan mungkin baru
> > belok ke Bantimala. Peta paleogeografi dari Paleocene subduction ini
nanti
> > saya akan lampirkan melalui Japri, karena Mailist ini tidak bisa memuat
> > attachement.
> >
> > Wassalam
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "Awang Satyana"
> > To:
> > Sent: Thursday, March 04, 2004 9:27 AM
> > Subject: [iagi-net-l] Bayah-Jatibarang ? (was :Re: [iagi-net-l] tempo
> > doeloe - Ekspedisi Devon Mahasiswa Geologi ITB)
> >
> >
> > > Pak Koesoema,
> > >
> > > Konfirmasi Pak. Old Andesite yang dimunculkan van Bemmelen (1949,
1970)
> > atau sejak Verbeek & Fennema (Oud Andesiet, 1896) di Jawa dominan
> > Oligo-Miocene. Memang di Bayah adalah yang tertua (Cikotok & Bayah
> > Formations, ditemukan tuff Early Eocene dalam Bayah Formation, dan dalam
> > Late Eocene Cicarucup Formation ditemukan detritus Old Andesite). Jadi
> > sementara sejak dari Pacitan-Jampang berumur Oligo-Miocene, maka di
Bayah
> > Paleosen?-Eosen. Pak Koesoema membandingkan Cikotok ke Jatibarang,
> > mengesankan buat saya bahwa mereka sejalur. Maka dari Kikim tuff di
Sumsel
> > jalur volkaniklastik Paleosen?-Eosen itu menyambung ke Bayah kemudian ke
> > Jatibarang. Kalau memang demikian, maka jalur ini bukan Old Andesite
sebab
> > Old Andesite dalam terminologi van Bemmelen adalah yang sekarang
membentuk
> > fisiografi Pegunungan Selatan Jawa dari Bayah-Blambangan. Ini adalah
jalur
> > volkanik asosiasi Paleogene subduction di offshore selatan Jawa dengan
> umur
> > 40-18 Ma (Late Eocene-Early Miocene, dengan domina!
> > > si di
> > > Oligo-Miocene). Umur itu berdasarkan dating K-Ar batuan volkanik sejak
> > Pelabuhanratu-Cikatomas-Pangandaran-Luk Ulo-Kulon
> > Progo-Parangtritis-Bayat-Pacitan. Old Andesite Oligo-Miocene juga
> diketahui
> > tersebar di offshore Jawa berdasarkan data dua sumur : Alveolina-1 dan
> > Borealis-1 (Shell, 1973-73).
> > >
> > > Cikotok mungkin tidak termasuk jalur Old Andesite, yang termasuk jalur
> itu
> > di Bayah mungkin Oligo-Miocene Cimapag atau Sareweh. Cikotok barangkali
> > membentuk jalur sendiri dengan Jatibarang, yang saya pikir juga susah
> > menyambungkan jalur ini di Jawa. Volcanic Arc di Jawa yang Eosen belum
> > teridentifikasi dengan baik, apalagi yang Paleosen. Dating basement di
> > Jatibarang adalah 65-58 Ma (Late Cretaceous-Paleocene), di atasnya baru
> > Jatibarang volcanics diendapkan. Berdasarkan ketebalan dan
penyebarannya,
> > Jatibarang hanya didapatkan di Jatibarang Sub-Basin dan kelihatannya ini
> > synrift volkanics yang ketebalannya bertambah dengan progressive
> subsidence
> > of the sub-basin. Maka Jatibarang mungkin diendapkan selama rifting
latest
> > Eocene (?) dan Oligosen. Menghubungkannya dengan Cikotok yang Paleosen
(?)
> > memerlukan banyak pemelajaran yang selama ini tidak digali. Sebuah
argilit
> > di daerah Jatibarang menghasilkan pula umur 213 Ma (Triassic).
> Kompleksitas
> > umur absolut di Jatibarang ini saya
> > > menafsirkannya bahwa yang Triassic adalah tepi selatan Sundaland,
> > sedangkan yang Late-Cretaceous 65-58 Ma itu adalah jalur volkanik yang
> > berasosiasi dengan subduction di Ciletuh-Luk Ulo-Meratus?/Bantimala?,
> > sedangkan Jatibarang sendiri mungkin arc? lain yang umurnya EO-Oligosen
> > (tetapi di mana padanannya) sebelum volcanic arc yang jelas established
di
> > Jawa Selatan yaitu Oligo-Miocene volcanic arc. Jadi arc2 itu bermigrasi
ke
> > selatan dari Late Cretaceous-Oligo-Miosene, kemudian mulai ke utara
sejak
> > Late Miosen.
> > >
> > > Posisi volkanisme Bayah selalu eksklusif kalau dihubungkan ke
mana-mana.
> > Sebagian sedimen klastik Paleogennya pernah dihubungkan ke Nanggulan
juga.
> > Sebuah pertanyaan simpel dari seorang teman, di mana batas selatan
> Sundaland
> > ? Posisi tektono-volkanik Bayah dan Jatibarang dan keberadaan Cekungan
> Bogor
> > yang basement-nya intermediate crust? barangkali bisa menjawabnya.
> > >
> > > Benar kata Pak Koesoema, masih banyak yang bisa dikerjakan untuk
geologi
> > Indonesia, di Jawa saja yang well studied masih banyak yang perlu
dipahami
> > lebih jauh, apalagi di luar Jawa. Dan benar juga, bahwa waktu begitu
cepat
> > berlalu sementara banyak yang mesti dilakukan di bawah Matahari. Dan,
yang
> > mungkin lebih penting, bagaimana menggerakkan geologist kita ke arah
> > pencarian kebenaran itu...
> > >
> > > Salam,
> > > Awang
> > >
> > > Koesoema wrote:
> > > Sebetulnya laporan Devonian Expedition itu ada dalam bentuk tugas
akhir
> > > (thesis) mahasiwa. Mungkin sebaiknya thesis itu dipublikasikan di
> Bulletin
> > > Geologi, atau JTM. Namun perlu seorang editor yang tekun.
> > > Saya sendiri mencoba melakukan itu dengan mengkompilasikan menjadi
satu
> > > paper dalam bahasa Inggris, tetapi selalu ada halangan.
> > > Saya juga sedang mencoba meneliti hasil thesis mahasiswa dari ITB atau
> UPN
> > > yang ada di arsip saya. Ternyata banyak penemuan yang significant.
> > Contohnya
> > > saja ada thesis dari UPN mengenai diketemukan batuan metamorphic pre
> > Tertiar
> > > di Banten selatan, tidak pernah dipublikasi (pada peta P3G lembar
> > > Leuwidamar, memang disebut keberadaannya, tetapi dinyatakan sebagai
> > contact
> > > aureole, padahal disitu terdapat gneiss), Dengan mencermati strike/dip
> > serta
> > > peta sebaran formasinya batuan ini jelas ditutupi secara tidak selaras
> > oleh
> > > Fm Cikotok (Old Andesite Fm), dan Fm Cikotok jelas berada di bawah Fm
> > Bayah
> > > yang berumur Eocene Tengah. Ini jelas memperkuat dugaan saya bahwa Fm
> > > Cikotok itu berumut Paleocene dan dapat dikorelasikan dengan Fm
> Jatibarang
> > > (yang volcanics) dan dengan Kikim Volcanics di Sumatra Selatan. Selama
> ini
> > > Fm Cikotok dianggap berinterfingering dengan Fm Bayah (Eocene) dan Fm
> > > Cijengkol (Oligocene).
> > > Jadi sekarang saya yakin bahwa pre-Tertiary di Jawa itu selain
terdapat
> > > sebagai melange di Ciletuh dan Loh Ulo serta sekis di Bayat (Central
> Jawa)
> > > juga terdapat di Banten selatan yang tidak pernah disebut-sebut di Van
> > > Bemmelen atau literatur lainnya.
> > > Saya kira kalau ada yang tekun ingin mempublikasikan suatu penemuan
> baru,
> > > dapat melakukannya dengan menekuni thesis-thesis mahasiswa S-1 dari
> > berbagai
> > > universitas (tentu keakuratannya harus diteliti). Begitu banyak yang
> bisa
> > > dilakukan untuk memberikan sumbangan pada khanazah ilmu pengetahuan
> > > Indonesia yang significant untuk dunia, tetapi waktu melorot begitu
> cepat.
> > > Wassalam
> > > RPK
> > > ----- Original Message -----
> > > From: "Darman, Herman H BSP-TSX/4"
> > > To:
> > > Sent: Wednesday, March 03, 2004 6:14 AM
> > > Subject: RE: [iagi-net-l] tempo doeloe - Ekspedisi Devon Mahasiswa
> Geologi
> > > ITB
> > >
> > >
> > > > Pak Untung mengatakan: "contoh batuan lapangan pun tersimpang sangat
> > > rapih".
> > > > Saya jadi ingat Ekspedisi Devon mahasiswa Geologi ITB lebih dari 10
> > tahun
> > > yang lalu. Pertanyaan saya:
> > > > - apakah laporan ini terdokumentasikan dengan baik di PPPG.
> > > > - apakah laporan ini sudah di publikasikan? Saya lihat GSM
(Geological
> > > Society of Malaysia) sudah mempublikasikan peta-peta yang dibuat oleh
> > > rekan-rekan mantan mahasiswa ITB, dalam publikasi Geological map of
> Borneo
> > > (CD version) by Robert Tate, 2000.
> > > > - dimana saya bisa beli laporan ini?
> > > > - apakah contoh batuannya masih ada (dulu saya pernah dengar
batuannya
> > > hilang, ada lagi yang bilang sudah jadi ganjal pintu di lab ITB).
> > > Mudah-mudahan info ini tidak benar.
> > > >
> > > > Pertanyaan untuk mahasiswa sekarang:
> > > > - Proyek penelitian apa yang sedang berlangsung?
> > > >
> > > > Salam,
> > > >
> > > > Herman
> > > >
> > > > -----Original Message-----
> > > > From: mohamad untung [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > > > Sent: 03 March 2004 00:04
> > > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > > > Subject: Re: [iagi-net-l] tempo doeloe
> > > >
> > > >
> > > > Bagi rekan-rekan yang belum pernah melihat arsip laporan para
> geologiwan
> > > > Belanda silahkan datang di perpustakaan P3G. Rapi dengan tulisan
> tangan
> > > yang
> > > > masih sangat jelas untuk dibaca. Seket lapangan sangat teliti sampai
> > > detail
> > > > sekali. Contoh batuan lapangan pun tersimpan sangat rapi. Memang
jaman
> > > > berubah. Dulu tahun 20-30 -an kondisinya menghendaki demikian. Kini
> > dengan
> > > > teknologi sangat canggih orang terpaku bekerja di depan komputer.
> Dengan
> > > > data seadanya orang dapat menyulapnya menjadi informasi yang aduhai.
> > > Tentang
> > > > kebenarannya harus dicheck di lapangan. {Pada umumnya tidak sangat
> > benar).
> > > > Yang penting semangat dan ketekunannya serta dedikasinya terhadap
ilmu
> > itu
> > > > yang kita tiru. Kalau itu ada Insya Allah hasil kerja kita pasti
akan
> > > > sempurna.
> > > > ----- Original Message -----
> > > > From: "Awang Satyana"
> > > > To:
> > > > Sent: Tuesday, March 02, 2004 1:45 PM
> > > > Subject: Re: [iagi-net-l] tempo doeloe
> > > >
> > > >
> > > > > Keakuratan peta-peta Belanda memang tidak usah diragukan lagi, itu
> > harus
> > > > diwarisi oleh kita, bangsa yang pernah dijajahnya. Tetapi,
sebaiknya,
> > > > kekaguman kita hendaknya tidak berhenti di peta geologi. Coba
bukalah
> > > > lembaran-lembaran arsip lama laporan geologi Belanda yang memuat
> > foto-foto
> > > > survey oleh Duyfjes atau Hetzel atau Koolhoven atau Koperberg atau
> > > > Molengraaf, dll. maka kita akan berkesimpulan : pantas petanya bagus
> > sebab
> > > > logistik lapangan pun sangat terjamin. Puluhan sampai ratusan koeli
> > > > dikerahkan, termasuk yang membawa tandu kalau-kalau sang geoloog
> > > kelelahan.
> > > > Kalau mereka sampai masuk jauh ke pedalaman Kalimantan, Sumatra, dan
> > Papua
> > > > yang pada saat itu masih banyak suku pengayaunya (ada disebutkan di
> > salah
> > > > satu geologische rapport W.C.B. Koolhoven di Kal Teng) itu karena
> > > banyaknya
> > > > koeli yang mendukung mereka. Tidak ada geoloog yang berangkat
> sendirian,
> > > > coba periksa dengan teliti laporan biaya mereka. Saya masih
menyimpan
> > > > beberapa arsip jaarboek (yearbook) tahun 30an u!
> > > > > ntuk
> > > > > beberepa ekspedisi geologi Dienst van Het Mijnwezen.
> > > > >
> > > > > Bagaimanapun, tidak bisa kita pungkiri bahwa mereka memang hebat,
> dan
> > > > sangat terorganisasi baik.
> > > > >
> > > > > Salam,
> > > > > Awang
> > > > >
> > > > > zaim wrote:
> > > > > Saya juga punya pengalaman menarik tentang akurasi data Belanda.
> Tahun
> > > > 1999
> > > > > saya dengan Frank Huffman dari Univ. Texas at Austin (UTA)
melakukan
> > > > > penelitian geologi lapangan sepanjang daerah Pegunungan Kendeng
> dengan
> > > > > rujukan menggunakan peta geologi dari Duyfjes (1936 dan 1938),
> melacak
> > > > > penyebaran formasi-formasi Kalibeng, Pucangan, Kabuh dan Notopuro.
> > > > Hasilnya,
> > > > > singkapan batuan ditempat-tempat yang belum terganggu oleh
> pembangunan
> > > > > pemerintah kita seperti dam, waduk dlsb, data penyebaran
> > batuan/formasi,
> > > > > jurus dan kemiringan lapisan yang ada di peta si Bule tersebut,
> sangat
> > > > > akurat dengan kenyataan lapangan, dan sangat tepat baik lokasi
> bahkan
> > > > sampai
> > > > > besarnya jurus dan kemiringan lapisannya.
> > > > > Bukan maiiiinnnn.
> > > > >
> > > > > Wassalam,
> > > > >
> > > > > Yahdi Zaim
> > > > > Departemen Teknik Geologi
> > > > > FIKTM - ITB
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > ----- Original Message -----
> > > > > From: Shofiyuddin
> > > > > To:
> > > > > Sent: Tuesday, March 02, 2004 12:57 PM
> > > > > Subject: RE: [iagi-net-l] tempo doeloe
> > > > >
> > > > >
> > > > > Sekedar berbagi cerita.
> > > > > Saya pernah menggunakan peta geology (Blue Print) Belanda untuk
> > mencari
> > > > > sumur sumur tua di daerah Sumatra Selatan, 2 hari ekspedisi.
> > > > > Detail yang tergambar dengan rapih dan sempurna, semisal rembesan
> > minyak
> > > > > dan gas. Sampai sekarang zonasi reservoirnya nya masih menggunakan
> > > > > korelasi si belanda punya, termasuk nama field dan sumurnya...
sudah
> > > > > bisa ditebakkan field nya?
> > > > >
> > > > > -----Original Message-----
> > > > > From: Witan O.A [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > > > > Sent: Tuesday, March 02, 2004 9:19 AM
> > > > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > Subject: RE: [iagi-net-l] tempo doeloe
> > > > >
> > > > >
> > > > > Saya juga pernah ke tempat penyimpanan data Shell di De Hague,
untuk
> > > > > cari sumur2 jaman Walanda yang terdapat di blok TAC kami. Ternyata
> > > > > laporannya sangat lengkap dan masih dalam keadaan cukup baik
padahal
> > > > > dibuat antara tahun 1923 s/d 1935. Mungkin yang harus kita tiru
dari
> > > > > mereka adalah sistim arsip mereka yg rapih dan preservation data
> tsb.
> > > > >
> > > > > Witan
> > > > >
> > > > > -----Original Message-----
> > > > > From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > > > > Sent: Tuesday, March 02, 2004 9:01 AM
> > > > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > Subject: Re: [iagi-net-l] tempo doeloe
> > > > >
> > > > > Buat rekan-rekan yang dulu sempat melihat-lihat peta asli (kalkir)
> > > > > buatan Belanda (Dienst van Het Mijnwezen - Dinas Pertambangan)
yang
> > > > > masih tersimpan dengan baik di P3G Bandung tentu merasa kagum
dengan
> > > > > kerapihan, keakuratan dan kedetailan pembuatan peta. Sebenarnya
yang
> > > > > menggambarnya kebanyakan jurugambar-jurugambar orang Indonesia
hanya
> > di
> > > > > bawah pengawasan superketat orang-orang Belanda. Saya dulu pernah
> > > > > ngobrol dengan seorang ex jurugambar itu (saat itu sudah 60
tahunan
> > > > > umurnya), dan dikatakan bahwa mereka bekerja dengan suka sebab
> > semuanya
> > > > > dijamin, tinggal kerja saja yang benar, jangan bekerja dengan
> pikiran
> > ke
> > > > > mana-mana. Mengenai pengawasan, memang superketat, semua digambar
> > > > > manual, dan katanya untuk menulis huruf miring (italic), itu
> > > > > kemiringannya harus sama dan akan diukur dengan busur derajat.
Kalau
> > > > > tidak, hapus dan ganti. Nah...
> > > > >
> > > > > Peta-peta Belanda tak akan sehebat itu tanpa jurugambar2 kita.
> > Arsipnya
> > > > > juga jempolan. Bayangkan, berapa umur kalkir itu ? Paling tidak
> > > > > kebanyakan 70-80 tahunan, tapi masih sangat jelas terbaca.
> > > > >
> > > > > Salam,
> > > > > Awang
> > > > >
> > > > > Prasiddha Hestu Narendra
> > > > > wrote:
> > > > > *This message was transferred with a trial version of
> CommuniGate(tm)
> > > > > Pro*
> > > > > Hebatnya arsip Belanda....selain peta2 geologi, rel kereta,
> jembatan,
> > > > > dll
> > > > > yg masih banyak eksis sampai sekarang.....
> > > > >
> > > > > Buat nyang ingin melihat-lihat seperti apa kampoeng halaman tempo
> > > > > doeloe:
> > > > > contohnya pingin lihat kota madiun jaman dulu
> > > > >
> > > > > 1. buka website: http://www.kitlv.nl/hisdoc.html
> > > > > 2. terus masukin: "Madioen" pada kotak description
> > > > > 3. pilih all pada bagian "object type"
> > > > > 4. tekan search.
> > > > >
> > > > > tips:
> > > > > masukkan nama2 kota yang diinginkan dengan ejaan lama atau istilah
> > kota
> > > > > tersebut pada jaman belanda,
> > > > > misal bukittinggi bisa di search dengan nama "Fort De Kock"
> > > > > mau lihat-lihat kali Ciliwung masukin "tjiliwoeng" disitu ada kali
> > > > > ciliwung
> > > > > yg melintasi istana negara.....sekarang sudah ditutup dan ndak
> > > > > kelihatan......
> > > > > selamat menikmati.............
> > > > >
> > > > > salam,
> > > > > PR
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > > > > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > > > > IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > > > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > > > >
> > > > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
> > > > > Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> > > > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> > > > > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> > > > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> > > > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
> > > > [EMAIL PROTECTED]),
> > > > > Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> > > > > Komisi Database Geologi : Aria A.
> Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> > > >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > > > > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > > > > IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > > > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > > > >
> > > > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
> > > > Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> > > > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> > > > > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> > > > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> > > > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
> > > > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> > > > > Komisi Database Geologi : Aria A.
> Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> > > >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > > > >
> > > > >
> > > > > ---------------------------------
> > > > > Do you Yahoo!?
> > > > > Yahoo! Search - Find what you're looking for faster.
> > > >
> > > >
> > >
> ---------------------------------------------------------------------
> > > >
> > > > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > > >
> > > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > > >
> > > > IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > > >
> > > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
> > > Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> > > >
> > > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> > > >
> > > > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> > > >
> > > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> > > >
> > > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
> > > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> > > >
> > > > Komisi Database Geologi : Aria A.
Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> > > >
> > >
> ---------------------------------------------------------------------
> > > >
> > > >
> > >
> ---------------------------------------------------------------------
> > > > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > > > IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > > >
> > > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
> > > Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> > > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> > > > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> > > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> > > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
> > > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> > > > Komisi Database Geologi : Aria A.
Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> > >
> ---------------------------------------------------------------------
> > > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------------------------------------------
> > > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > >
> > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
> > Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> > > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
> >
> > === message truncated ===
> >
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> > Yahoo! Search - Find what you're looking for faster.
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
>
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
>
>
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
>
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
>
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>


---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke