Reka rekan IAGI netters

Padda hari Rabu yang lalu , dalamacara 40 harimeninggalnya  Prof Dr
A.Pulunggono , saya berbincang dengan salah seorang pendiri ProfDr. JA
Katili.

Dia mengeluhkan tidak adanya "kepakaran" dalam geologi Indonesia , dia
mengkritisi hasil karya beberapa geoloog Indonesia yang dianggapnya
tidak mumpuni.
Dia juga mengeluhkan banyaknya ahli yyang dia persiapkan sewaktu masih
menjabat yan terus "melenceng" kebidang non teknis , seingat saya hal
ini pernah dipaparkan pada acara Pembukaan PIT yang lalu.

Saya kira perlu ada pemikiran pemikiran untuk melakukan "action"
menanggapi wacana Prof JA Katili , beikut beberapa pertanyaan yang perlu
dijawab :
1. Apakah yang dimaksukan Dewan Pakar ?
2. Apakah Dewan Pakar itu memang perlu ada dalam suatu assosiasi profesi
seperti IAGI (seingat saya di IATMI ada).
3.Peran apa yang dapat diberikan oleh Dewan Pakar seperti ini ?
4.Dimana posisinya dalam kepengurusan ? (penunjukan , masa bakti , dsb)

Dst , masih banyak yang perlu ditelaah lebih mendalam .

Si Abah.

---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke