Dr Yahdi Zaim Terima kasih / hatur nuhun atas penjelasan atas beberapa pertanyaan , nah kalau Anda tidak berkebaratan , saya ingin mengembangkannya dengan mengajukan kembali pertanyaan sehubungan dengan pertanyaan 2 saya yang pertama ( Ekh Aki aki teh cerewet nya ?.
1.Apabila disebandingkan dengan ngara lain (Asia /Eropa/USA /Australia) apakah waktu 6 - 7 tahun itu terlalu lama ? 2. Dengan jumlah S3 yang dihasilkan sebanyak 15 (lima belas) orang untuk jangka waktu 46 (empat puluh enam tahun) yang berarti hanya menghasilkan satu orang dalam waktu tiga tahun , bagaimana program ITB atau pendidikan geologi lain untuk menambah jumlah lulusan S3 ? Apabila saat ini adasebelas orang bagaimana mereka mendapatkan biaya ? Sponsor ? Tugas dari Instansi ? Biaya sendiri ? 3. Pak Zaim , bagaiman dengan percepatan penambahan jumlah Guru Besar di ITB khususnya di Geologi ? Anda lupa menjawabnya. Hatur nuhun , jawaban Anda sangat membantu . Wassalam Si Abah. [EMAIL PROTECTED] wrote: > > Abah yrsnki Yth., > > Saya ingin memberikan penjelasan atas beberapa pertanyaan Abah, dalam > setiap pertanyaan seperti di bawah ini : > > 1. Menurut statistik di Jurusan Geologi /ITB berapa lama seseorang > menyelesaikan S3 ? > > Jawab (J+) : Rata-rata 6-7 tahun, meski ada beberapa yang 9 tahun. > > 2. Selama ini sudah berapa banyak S3 yang dihasilkan oleh Geologi / ITB? > > J+ : Jika dimulai dari Almarhum Prof. Dr. Sartono yang memperoleh Doktor > pada tahun 1958 (sebagai orang Indonesia pertama yang mendapatkan doktor > geologi)masih bagian dari FIPIA UI, maka hingga sekarang sudah 15 orang S3 > yang dihasilkan ITB, ditambah seorang Doktor Honoris Causa (Dr.HC)yaitu > Dr. Soetarjo Sigit. > > 3. Berdasarkan data ad 1 dan 2 apakah ini relatif banyak / sedikit/ > wajar ? > > J+ : Tentunya yang ideal harus lebih banyak lagi S3 yang dihasilkan. Namun > masalahnya bukan saja karena (barangkali) sistem ITB dan masalah dari > mahasiswa S3nya sendiri, namun juga(ditahun 80-an dan sebelumnya)minat > untuk melanjutkan ke jenjang S3 di dalam negeri sangat kurang, mengingat > masalah biaya yang tentunya tidak sedikit. Kebanyakan berusaha ke luar > negeri dengan biaya dari beasiswa. > Sekarang ini yang masih menjadi mahasiswa S3 Departemen Teknik Geologi ITB > (termasuk Andang) sebanyak 11 orang (tertua Angkt.'94 dan termuda > Angkt.2003) > > 4. Sebulan yang lalu (kalau tidak salah) ada sinyalemen dari DepDisnas , > > bahwa PT di Indonesia sangat kekurangan Guru Besar , dan akan ada > > program khusus untuk mencapai jumlah yang ideal dalam waktu mendatang. > > Bagaimana dengan Geologi ITB dan ITB pada umumnya ? > > Karena menurut Pak Koesoemadinata di Geologi ITB saat ini hanya seorang > > saja Guru Besar itu ! > > J+ : Apa yang dikatakan Pak Koesoema tentang kekurangan Guru Besar di ITB, > memang benar, ini terjadi karena berbagai sebab (kaderisasi,kegiatan > penelitian, seminar ilmiah, penulisan dan karya ilmiah) dari para calon > yang sangat terlambat,jika diperhitungkan dengan antara laju pensiun para > Guru Besar yang ada sekarang (yang banyak pensiun)dengan laju lahirnya > Guru Besar baru (yang sangat seret, dengan berbagai sebab seperti yyang > disebutkan sebelumnya ditambah dengan persyaratan administrasi sebagaimana > yang telah diuraikan oleh Pak Koesoema). > Untuk Geologi ITB, Guru Besar Geologi yang sekarang berstatus aktif adalah > Prof. Dr. Emmy Suparka, Prof. Sampurno (akan pensiun akhir tahun 2004 ini) > dan di Teknik Geofisika (beliau2 masih "merasa" sebagai Geologist juga) > adalah Prof. Dr. Djoko Santoso dan Prof. Dr. M.Iwan Tachyudin Taib. > Di Geologi UNPAD ada dua orang Guru Besar yaitu Prof. Dr. Adjat > Sudradjat(mantan Dirjen Geologi) dan Prof. Dr. Feby (maaf lupa nama > lengkapnya). Di Yogya, di Geologi UGM ada seorang Guru Besar yaitu Prof. > Dr. Sukandarrumidi, sedangkan di UPN Veteran Yogya, saya dengar ada Guru > Besar baru (baru 3 bulan) yaitu Prof. Dr. Danisworo. > > Demikian Abah, info yang bisa saya sampaikan. > Wassalam, > > Yahdi Zaim > Departemen Teknik Geologi > FIKTM - ITB > > > --------------------------------------------------------------------- To > > unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan > > Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : > > Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau > > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi > > Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > > --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

