Setiap orang boleh berpendapat, tetapi akhirnya bagaimana lumrahnya. Siapa yang dapat menformalkan, pemerintah?, MUI? NU?
----- Original Message ----- From: "Yanto R. Sumantri" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, April 07, 2004 12:36 PM Subject: [iagi-net-l] Formalisasi gelar Kiayi > Pak Koes > > Ada juga lho yang berpendapat gelar Kiayi perlu difoemalkan > > SiAbah > > > Subject: > [yonsatu] Yang begini ini bikin RI nggak maju2 > Date: > Wed, 31 Mar 2004 11:08:50 +0200 > From: > [EMAIL PROTECTED] > Reply-To: > [EMAIL PROTECTED] > To: > [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] > > > Content-Type: text/plain; charset="us-ascii" > WCDS, > > Terlampir sebuah artikel yg saya terima dari seorang teman. > > Bayangkan kalau artikel tsb. sampai kepada rakyat bodoh yang nggak mau > mikir dan fanatik kepada agamanya, saya yakin ini bisa menjadi pemicu > konflik antar umat. > > Hj. Irene Handono ini adalah korban ulama katholik yang 'berkaca mata > kuda', sementara setelah beliau menjadi seorang muslim, giliran beliau > yang menjadi ulama islam yang 'berkaca mata kuda' pula. > > Kalau bangsa Indonesia hanya disibukkan dengan hal2 yang seperti ini > (apalagi memang disengaja oleh orang2 yang ingin mengail di air keruh), > kapan majunya republik ini. > > Di negara2 maju, freedom to belief sudah bukan barang baru. Di > Indonesia, > boro-boro freedom to believe, freedom to speak saja masih dihambat oleh > antara lain para ulama 'brengsek' itu, dan oleh masyarakat di lingkungan > yang 'bodoh'. > > Kenyataan ini memperkuat keyakinan saya bahwa memang sudah saatnya para > ulama di Indonesia musti lulus kursus ulama dulu sebelum melakukan syiar > agama mereka masing2, dan kepada mereka tidak pula diberikan kekebalan > hukum. > > Kita yang para umat, saya kira nggak perlu takut untuk bersikap netral > dalam pergaulan sosial. Karena Tuhan maha tahu, maha pengasih dan maha > penyayang. Saya amat yakin, bahwa apa yang secara lahiriah kita > tampilkan > (busana, salam, dlsb.) bukanlah merupakan pertimbangan bagi Tuhan untuk > menentukan apakah kita masuk surga atau neraka di hari akhir nanti, > melainkan apakah kita mengerti, menghayati dan menerapkan sifat Tuhan > itu > dalam kehidupan sehari-hari, yaitu sifat mencipta, menghargai dan > merawat > keaneka ragaman. > > Salam hangat, > HermanSyah XIV. > > > > > -- Binary/unsupported file stripped by Listar -- > -- Type: application/octet-stream > -- File: IRENEHANDONO.pdf > > > --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- > Arsip : <http://yonsatu.mahawarman.net> atau > <http://news.mahawarman.net> > News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman > Other Info : <http://www.mahawarman.net> > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > --------------------------------------------------------------------- > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

