agak menyimpang (FYI)
DI India setahu saya ada kredit untuk mahasiswa...apakah bisa dilakukan 
di Indo ? La wong kredit untuk konglomerat aja bisa kok, ke mahasiswa sendiri malah 
ndak bisa
 
Tapi yg jeas harus berkekuatan hukum tetap dan sifatnya soft loan 
toh ini untuk kemajuan bangsa sendiri..
 
yg pernah saya tahu, Bank pemerintah pernah memberikan hal serupa 
tahun 70-an tapi banyak yg ndak dibayar kembali oleh mahasiswa tahun 
70-an,tapi toh ndak dilakukan masalah hukum ....bagaimana ini?
 
Sebaiknya Bank hanya pemberi fasilitas saja, perjanjian nanti bisa 
antara negara (misalnya diwakili Dirjen Dikti, meskipun agak memble 
he3..) dan mahasiswa ybs, dan mahasiswa yg dipilih mesti bener2 selektif......
 
Menyambung soal India,China dan Jerman kemarin, saya mendengar kabar 
bahwa mahasiswa India yg ke Jerman ternyata menggunakan bank loan, 
jadi mesti dibayar setelah lulus....
 
Penerapan di Indo:
Biaya hidup di Jerman sekitar 400-500 E per bulan (let say 5 juta 
Rp) sudah termasuk asuransi kesehatan....kemudian SPP sekitar 16 
juta per tahun..berarti total kebutuhan setahun sekitar 76 juta 
per mahasiswa, misalnya disaring,diperes habis2an (baca:seleksi 
yg bagus)..didapat sekitar 30 orang, maka jumlah kredit yg diberikan 
Rp 2.1 Milyar per tahun, misalnya pinjaman diberikan untuk 2 tahun 
(program master di jerman ber-kurikulum selama 2 tahun) jadi sekitar 
4.2 M, relatif tidak besar lo dibandingkan manfaat yg bisa kita 
ambil 10 tahun mendatang dan masih jauh di bawah angka BLBI kemarin kan...(Rp 700 
triliun?)
 
Misalnya syarat seleksi :
1. IPK yg baik dan dari uni Indo yg bener2 bermutu
2. Bidang Ilmu yg diambil sesuai kebutuhan nasional (karena itu Dirjen Dikti harus 
terlibat)
3. Kuliah di Uni Jerman yg baik (jadi bener2 cari ilmu, ndak asal 
dapat gelar)..misalnya di daftar top five yg saya berikan di bawah
 
Syaratnya (seperti Malaysia), setelah lu2s mesti kerja di perusahaan 
di Indo (bisa di swasta) selama beberapa tahun (contoh 3 tahun)...dan 
BERKEKUATAN HUKUM TETAP, ALIAS BISA DIPIDANAKAN KALAU TERJADI PELANGGARAN.......
 
Kalau memnag mahasiswa Indo yg dikirim ke Jerman bener2 pandai, 
maka akan melulus dengan nilai baik dan mendapat kesempatan mengambil 
S3.. Untuk bidang teknik, menjadi mahasiswa S3 akan mendapat gaji 
sebesar 3500-4000E per bulan, dipotong pajak menjadi 1800-2000E 
(biaya hidup asal sederhana tetap sekitar 500E kan?)..jadi sethuan paling ndak bisa 
bayar modal
 
Atau semester ketiga di S2 (karena kuliah sudah ndak padat) udah 
bisa nyambi kerja HiWi di uni, mendapat gaji 8-12 E per jam
 
Sebaiknya mahsiswa yg diberi beasiswa S2 ndak hanya pinter tp mesti 
punya semangat juang dan kemandirian tinggi soalnya hidup di sini butuh kemandirian 
lo...
 
Jangan kayak beasiswa BPPT-BPIS jamannya Habibie kemarin, saya ketemu 
beberapa dari mereka dan hanya disekolahkan ke FH (semacam Applied 
University) bukan ke TU/TH (semacam ITS/ITB)..semua orangy g seklah 
di jerman tahu kok beda jauhnya antara FH dan TU/TH....Apa yg salah program 
perekrutannya ?
 


Kalau mengharapkan Depdiknas yg masih memble ya susah, jadi Deperindag 
harus bergerak, toh ini untuk pembangunan industri di Indonesia, 
atau kalau kedua Departemen masih memble ya swasta kayak ASTRA mesti 
beregerak, kan nanti bisa kerja di ASTRA 

Berikut data tentang Ranking Uni di Jerman (Sumber
majalah Wirstschaftwoche edisi 15 Jan 2004).Data ini
biasanya diolah setahun sekali.

Ranking ini dikelompokkan menurut dengan bidang
keahlian.Nomor urut menunjukkan ranking dari teratas.

I. BWL
1.Uni Mannheim
2.Uni K�ln
3.Uni M�nster
4.WHU,Vallender
5.EBS,�sterich/Winkel

II. VWL
1.Uni K�ln
2.Uni Bonn
3.Uni Mannheim
4.LMV M�nchen
5.Uni M�nster

III. INGINEURWISSENSCHAFTEN (=Engineering)
1.RWTH Aachen
2.TU Darmstadt
3.Uni Karlsruhe
4.TU Dresden
5.TU M�nchen & TU Berlin

IV. INFORMATIK (=Informatika)
1.Uni Karlsruhe
2.TU Darmstadt
3.RWTH Aachen
4.TU M�nchen
5.UNI Dortmund & FH Furtwangen

V JURA (=Hukum)
1.LMU M�nchen
2.Uni M�nster
3.Uni Passau
4.Uni Feriburg
5.Uni Heidelberg


 

 



--------- Original Message ---------

DATE: Fri, 21 May 2004 10:40:20
From: "Eddy Subroto" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: 

>
>Wah, kalau betul itu kata-kata Cak Nur kok ya kebangeten. Untuk diketahui
>di FIKTM (Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral) ITB saja jumlah
>doktornya 80 orang. Kalau tidak salah di ITB terdapat sekitar 600 orang
>doktor. Saya yakin di IPB, UI, UGM jumlahnya juga tidak beda banyak dengan
>yang ada di ITB.
>
>Wasalam,
>Eddy Subroto
>
>> ----- Original Message -----
>> From: "Sanggam Hutabarat" <[EMAIL PROTECTED]>
>> To: <[EMAIL PROTECTED]>
>> Sent: Wednesday, May 19, 2004 12:33 PM
>> Subject: [iagi-net-l] Phd in Indonesia
>>
>>
>>> ini cukilan Cak Nur di KBRI Washinton newspaper local/online hari
>>> ini:....
>>> "Salah satu tolok ukur kepedulian terhadap pendidikan adalah jumlah
>>> doktor
>>> atau philosophiae doctor (PhD, doctor of philosophy) yang di Indonesia
>>>  jumlahnya hanya 65 orang, itu pun termasuk yang beli-beli di pinggir
>>> jalan," katanya. Sebagai perbandingan, AS memilih sekitar 6.500 PhD,
>>> India
>>> sekitar 1.200-an, dan negara-negara Eropa rata-rata 2.000 sampai 4.000
>>>  orang. "Yang terbanyak adalah Israel, sekitar 16.500 orang," kata Cak
>>> Nur.
>>> Karena itu, tidak ada jalan lain kecuali meningkatkan mutu dan jumlah
>>> pendidikan di Indonesia, dan Cak Nur merasa bertanggung jawab untuk
>>> melakukan hal itu." ....
>>>
>>> Apa bener PhD kita 65.. koq dikit ya ?? minta konfirmasi teman2
>>> khususnya
>>> dari kampus..soalnya ngubungi Cak Nur saya nggak tau....
>>>
>>> sgm
>>> ---
>>>
>>
>>
>> --------------------------------------------------------------------- To
>> unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>
>> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
>> Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan :
>> Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
>> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
>> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
>> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
>> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi
>> Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
>> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------

>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

>Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

>IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

>IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

>

>Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

>Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

>Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

>Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

>Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
>Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

>Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

>---------------------------------------------------------------------
>
>



Need a new email address that people can remember
Check out the new EudoraMail at
http://www.eudoramail.com

---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke