Memanfaatkan binatang utk mengetahui gejala alam merupakan cara primitif yang sudah sering cenderung ke "mitos". Tentunya sudah akan sangat sulit utk dijadikan acuan ilmiah lagi.
Memang betul bahwa binatang mempunyai indera yg berbeda range frekuensinya serta berbeda kemampuan sensitiftas (pendeteksian amplitude yg sangat kecil).... Kata Kang Awang ESP ... tapi bukan electric submersible pump :)


Namun saat ini sebenernya sudah mulai banyak alat-alat yg lebih ilmiah yg semestinya sudah mulai digunakan dalam menganalisa kejadian alam. Sudah banyak alat yg mampu mendeteksi getaran-getaran lemah, frekuensei rendah, magnetik lemah .... dsb .... Semua alat ini tentunya sangat diperlukan untuk keperluan "prediksi" .... ya kemampuan "meramal" kapan sebuah kejadian alam akan terjadi. Hewan-hewan ini tidak mempunyai memory sehingga mereka hanyalah akan bergerak (bereaksi ketika sebuah kejadian sudah sangat dekat saatnya.... atau hampir terjadi. Dan yang lebih sering justru kalau kita menunggu reaksi binatang2 ini maka yang terjadi adalah ... TERLAMBAT !! ... too late !!

Jadi kalau memikirkan akan timbulnya bencana dengan mangamati binatang malah jadi lucu (coba kalau ngebayangin ada petugas volkanologi yang 'ndodok' atau jongkok dipinggir kandang mengamati kambing di lereng G Merapi ... upst !! :) ....

Lah manungsa yg memiliki indera ke enam --> OTAK ... ini mestinya membuat tahu lebih dulu ketimbang binatang2 ini, kan?. Jadi jangan menggantungkan diri pada gejala binatang2 ini saja. Kemampuan predisksi dari "science" ini mestinya lebih ditekankan ketimbang mengamati binatang liar ....

Jadi kalau ngeliat kambing2 itu sudah berlarian pada turun gunung kok petugasnya tenang2 saja pasti ada yg ndak beres ... alatnya rusak .... gunungnya mau batuk-batuk ... atau .... kambingnya dikejar macan atau ular .... :))
anda tetep harus ...... lariiii ......


RDP
Btw, bagi yang ingin melihat video meletusnya Bromo ini, anda dapat download di http://www.vsi.esdm.go.id/
Cuman filenya gede banget 30MB perlu sejam utk ngedownload ... :(



From: Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>

Beberapa hewan punya kemampuan ESP (extra sensory perceptions) yang tak bisa kita dria sebab di luar batas indera kita. Burung2 bisa mendengar bunyi berfrekuensi sangat rendah (infrasound) yang dibangkitkan oleh low rumbling of earth tremors menjelang gempa atau erupsi gunungapi. Bunyi sangat rendah ini pun bisa didengarkan oleh gajah. Di kebun binatang Tokyo, ada pengamatan rutin kelakuan hewan2 sebagai indikator gempa. Banyak hewan yang sensitif terhadap getaran seperti laba-laba, kalajengking, dan ular juga bisa mendeteksi gerak getaran bumi skala sangat kecil yang bisa mendahului gempa.

Sebuah penjelasan kenapa hewan2 ini sangat sensitif terhadap gelombang gempa tektonik/volkanik pernah dikemukakan. Batuan yang dalam keadaan tertekan dan kemudian pecah akan membangkitkan muatan listrik yang katanya kemudian akan menyebabkan ionisasi udara. Beberapa hewan yang punya kemampuan ESP kemudian bisa mendeteksi anomali ionisasi udara ini dan tahulah bahwa gempa akan datang. Medan magnetik lokal di sekitar stressed rocks juga bisa mengakibatkan anomali magnetik yang oleh beberapa hewan bisa dideteksi.



Salam,

awang



Tanda-tanda alam yang mungkin bisa membantu adalah, adanya
binatang-binatang liar seperti ular, biawak migrasi ke tempat tertentu,
misal mamasuki pemukiman yang tidak lajim terlihat sebelumnya. Tapi
kadang-kadang hal ini susah terdeteksi, karena binatang liar juga sudah
punah alias habis di buru orang.

Salam
Sgl

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]

Tadi pagi saya baca koran lokal disini yang memberitakan bahwa Gunung
Bromo
meletus dengan
laharnya yang terlontar setinggi 3 km dan abunya yang menutupi kota
Malang.
Seorang turis Singapore
terbunuh dan juga beberapa turis lokal cedera. Dikabarkan pula bahwa
petugas di G. Bromo tidak sempat
memberitahu kalau Gunung akan meletus karena tidak adanya tanda-tanda
yang
mengindikasikan kalau
gunung tersebut mau meletus.
Berita ini sangat surprise buat saya, karena gunung Bromo adalah tempat
wisata yang sangat terkenal.
Saya selalu jualan gunung ini kalau ada turis asing ataupun expat mau
jalan-jalan di Indonesia dan bertanya pada saya,
dimana tempat yang bagus utk dikunjungi. Saya sendiri sempat
termenung-menung kalau saya teringat bahwa saya
sama keluarga pernah sampai di puncak Bromo.

Kira-kira ada yang tahu nggak ya tanda-tanda kalau gunung itu mau
meletus ?
Maksud saya adalah tanda-tanda alam.
Siapa tahu kalau-kalau alat detector yang ada tidak bisa mendeteksi
kejadian tersebut. Mungkin teman-teman yang hobi
naik-turun gunung atau teman-teman yang ada di Vulkanologi tahu akan hal
ini. Satu lagi, apakah di Gunung Bromo juga
ada alat pemantau seperti Gunung Merapi ?

Terima kasih dan salam,
Teguh P.


_________________________________________________________________
STOP MORE SPAM with the new MSN 8 and get 2 months FREE* http://join.msn.com/?page=features/junkmail



---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------



Kirim email ke