Vick,
Ada trick lain, agar tetep bisa "ngangkangin" blok-blok yang bikin mripat
merem melek.
Konsepnya pakai / mengharapkan model "unitisasi", jadi kalau ada lapangan
yang dimiliki oleh dua atau lebih operator, itungannya ada tersendiri.
Dengan cara ini, play-play structural yang belum sempat didrill pada saat
relinquishment akan di keep dengan cara sepotong-sepotong dan diharapkan
operator selanjutnya yang akan melanjutkan eksplorasinya....kalau discovery,
barulah mulai bicara sharing production, etc...lahannya para lawyer !!  
Tertarik ??
BSM

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, June 29, 2004 4:33 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [iagi-net-l] Fwd: Sejumlah Investor Incar Tiga Blok Migas


>From: Maryanto <[EMAIL PROTECTED]>
>
>
>Waduh, rame banget Madura.
>Malah split-nya amat kontras yang kini rata 85:15 (ada yang 88:12), berubah
>drastis menjadi 75:25. Plus insentive lain.... Mau rame banget nih
>perminyakan Indonesia....

Ah ternyata ada juga yg jeli melihat split yg mulai "aneh-aneh". Bagiku 
split diperbaiki serta diberi insentif dll boleh lah. Namun yg mestinya 
lebih strategis dan taktis adalah term PSC secara keseluruhan untuk memacu 
dan memicu eksplorasi ... ya memicu eksplorasi, bukan sekedar memicu 
produksi saja yg kalau digenjot habis trus ditinggal ndak ada yg "mengisi" 
kekosongan produksi (production replacement)

Sederhana aja ya .. aku bandingin aja dengan PSC sistemnya Malaysia. ... 
(Howgh nyebelin ya ...  RDP sukanya sama MY terus neeh :).

Di Malaysia sini daerah yg dieksplorasi hanya diberi waktu selama 5 tahun 
dengan kemungkinan perpanjangan 2 tahun saja. Kalau engga mau eksplorasi 
lagi maka daerah yg produktif (diatas producing field saja) yg boleh 
dipelihara, namun sisa daerah lainnya itu dikembalikan semuanya pada tahun 
ke 5 atau tahun ke 7. Jadi tidak ada kumpeni yg "hold" lisensi dan memegang 
erat sebuah daerah yg luas untuk masa 20 tahun. Coba bayangkan berapa ribuan

KMsq daerah non productive yg (maaf) "ditelantarakan" sama sbuah producing 
PSC, padahal daerah itu bukan diatas producing Field. Disini hampir semua 
daerah terpotong-potong menjadi "producing field area" yg kecil-kecil saja. 
Namun daerah opennya cukup luas utk "bermain-main".
Jadi kalau anda tengok petanya IHS Energy yg ada lisence expired di daerah 
itu tertulis angka yg sebentar lagi (less than 5 years) akan berubah.

Kalau aku tengok di peta lisensi Indonesia, maka yg operasi di NW jawa ya 
cuman ARCO(BP) itu sudah sejak jaman rekiplik. Di Central deep Sumatra ya 
cuman Caltex. Di Mahakam delta ya cuman itu-itu saja operator perusahaannya 
...Semua operator ini "ngangkangi" daerah suangat luass .... Padahal kalau 
ada kumpeni lain yg mau masuk daerah "setengah mati" ini tentunya akan 
dengan senang hati mengobok2 daerah ini dengan "fresh mind".

Jadi mnurut aku split boleh-boleh saja "disesuaikan". tetapi exploration 
activity mesti di"push and push". Lah wong sakjane producing operator di 
Indonesia ini ya ndak mau kok mengekplorasi lagi, wong dari producing field 
ini saja sudah bisa hidup. Sebenernya operator ini ngga rugi kalau 
mengembalikan ke Pertamina (eh skrg Migas ya :), yang rugi ya host 
countrynya Indonesia karena kehiilangan potensi (waktu) utk menunggu agar 
dieksplorasi lagi hingga lisensinya habis 20 tahun lagi. Tentunya mereka 
(operator2 ini) ngga mau mengembalikan daerah terakhirnya hingga akhir hayat

... :(

Kalau lihat di scout check .... aku masih gemes kalo inget daerah2 yg 
sahohah itu jadi "lahan tidur" aja ... :(

RDP

_________________________________________________________________
Watch the online reality show Mixed Messages with a friend and enter to win 
a trip to NY 
http://www.msnmessenger-download.click-url.com/go/onm00200497ave/direct/01/


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke