Pak Pras dan rekans di milis, Sebagai mahasiswa penuh, partner/istri/suami berhak mendapatkan visa bekerja secara penuh (untuk Inggris, untuk Australia saya tidak yakin karena belum tanya, untuk Eropa daratan saya tidak punya informasi, untuk Amrik saya juga tidak punya info).
Mengenai beasiswa, untuk mengukur cukup-tidaknya, Pak Pras perlu mengetahui dulu berapa biaya hidup sederhana per bulan di kota yang Pak Pras tuju. Hidup sederhana yang saya maksudkan kira-kira termasuk: - biaya akomodasi (per kamar per bulan + macam-macam tagihan) untuk 1 keluarga - biaya makan (bisa masak sendiri, beli sayuran+dll di supermarket dan kalau perlu bawa makan siang sendiri) - transportasi (bis) Beasiswa untuk kuliah sendiri ada bermacam-macam, mulai dari yang penuh sampai yang cuma setengah dan secuil. Beasiswa kuliah di LN (Inggris + Australia yang saya tahu) biasanya dibagi menjadi beasiswa untuk tuition fee dan beasiswa untuk living cost. Beasiswa penuh adalah yang mencakup kedua komponen itu (Tuition + Living Cost) sedangkan yang setengah cuma diberi salah satunya. Untuk program Master di Inggris, The British Council biasanya menyediakan beasiswa penuh lewat Chevening Award (http://www.chevening.or.id). Sedangkan di Aussie, ada ADS (AusAid). Untuk PhD research, beasiswa yang saya tahu di Inggris adalah Oversea Research Student Award, yang hanya mencakup selisih tuition fee international student & home (local) student (selisih ini kira-kira �6,000-8,000). Beasiswa living cost-nya, bisa didapatkan dari beasiswa lain yang biasanya disediakan oleh univ sedangkan tuition fee sebesar biaya untuk local student bisa saja dicover oleh dana dari proyek sang Prof. Baru-baru ini pemerintah Inggris mengeluarkan sebuah beasiswa baru bernama Dorothy Hodgkin Postgraduate Award (http://www.rcuk.ac.uk/hodgkin/) yang bergengsi (karena mengkover seluruh biaya mahasiswa single per tahun yaitu sekitar �25,000, maksimal 3 tahun). Cuma ini kabarnya pilot project, saya tidak tahu pasti (belum baca) apakah tahun depan masih akan ada seleksi untuk beasiswa ini atau harus menunggu 3 tahun lagi dengan catatan jika lulus evaluasi Research Council UK. Untuk PhD di Australia, selain AusAid (katanya hanya untuk PNS & peneliti - http://www.adsjakarta.or.id) ada pula International Postgraduate Research Scholarship (IPRS) dan University-IPRS (University misalnya Melbourne maka beasiswanya menjadi MIPRS) untuk beasiswa tuition fee (100%) sedangkan living cost bisa didapatkan dari univ. Para penerima IPRS biasanya langsung diberi beasiswa living cost, sedangkan yang mendapatkan beasiswa living cost belum tentu bisa mendapatkan beasiswa tuition fee seperti IPRS itu. Contoh beasiswa untuk PhD di Monash Univ ada di link berikut: http://www.monash.edu.au/phdschol/schols/intlstud.html Untuk Univ of Adelaide : http://www.international.adelaide.edu.au/future/scholarships/pg/ Untuk univ lain, sebaiknya mengunjungi univ yang dituju. Belanda punya Stuned untuk program Master-beasiswa penuh; sedangkan beasiswa PhD-nya adalah NFP (kalau tidak salah ingat sih, mendingan cari informasinya sendiri di http://www.nec.or.id). Untuk negara lain saya tidak punya informasi yang 'akurat', paling-paling hanya tahu seperti di Jerman, ada beasiswa DAAD (http://www.daad.de), di Jepang ada Monbukagasho (bunyinya kira-kira demikian deh). Di Jerman, ada universitas yang tidak mengutip tuition fee (kalau tidak salah hanya uang administrasi yang tidak seberapa). Mungkin masih banyak univ seperti ini di sana??? Di Swiss, setiap tahun Swiss Embassy menawarkan beasiswa tapi saya tidak tahu seberapa banyak yang mereka tawarkan. Jika berminat mencari beasiswa (terutama PhD), ada baiknya ngobrol dulu dengan Prof yang dituju dan baca-baca di website univ mereka. Kalau dia berminat mengambil kita menjadi studentnya, dia akan bantu beri informasi mengenai beasiswa. Kalau tidak, dia akan langsung tanya apakah kita punya uang atau tidak pada reply-nya yang pertama. Demikian sekilas informasi yang bisa saya bagikan. Mudah-mudahan bermanfaat. Minarwan ------------------------------------------------------ All kinds of books at http://www.global-bookstore.com Cheaper than any retailers' price, quick delivery worldwide ----- Original Message ----- From: "Prasiddha Hestu Narendra" <[EMAIL PROTECTED]> > > Mas Picky dan yg lainnya, > > nah wawasan tentang kerja di LN sudah lumayan terbuka nih....makasih mas Picky. > nah ada nggak info tentang sekolah baik itu S2 atau S3 di LN, kalo ini kan > kasusnya beda. Contohnya ada yg berani resign dari kerjaan untuk > melanjutkan sekolah lagi padahal dia sudah berkeluarga. Nah ini kan ndak > mudah karena di satu sisi asap dapur harus tetap ngebul. Memang sih buat yg > dapat beasiswa bisa lumayan terbantu, tetapi apa jumlahnya cukup? Biasanya > beasiswa S2 dan S3 berbeda. > > Demikian juga info2 ttg beasiswa, baik dari sisi jumlahnya maupun kemana > bisa mendapatkannya. Ada yg punya infonya atau pengalaman ttg hal ini? > > salam, > PR > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

