Pak Awang, Sekitar awal 90-an pernah ada rumor kalau salah satu KPS yang beroperasi di offshore Jawa Timur melakukan surface geology mapping disekitar Pacitan dan salah satu aspek yang mereka telaah adalah Eocene volcanism. At least salah satu sampel intrussive rock mereka menunjukkan umur Eocene...itu katanya "hear saying" lho.... Mungkin file atau reportnya ada di BP Migas ? Salah satu sumur mereka di offshore Madura, ini katanya lho, juga menemui "Eocene volcanic" di TD-nya. Salam, Bambang
-----Original Message----- From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, July 23, 2004 3:37 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: RE: [iagi-net-l] Volcanic Lineament Jawa Tengah Tergeser ke Utara (??) Pak Rudhy, Ada beberapa hal yang harus diluruskan. Gn Muria bukanlah bagian dari Eocene magmatic arc. Umur gunung ini Pliocene-Kuarter. Eocene volcanic arc tak pernah muncul di Jawa (saya juga telah lama mencarinya), dari Late Cretaceous magmatic arc loncat langsung ke Oligo-Miocene arc. Statistika umur K-Rb volcanic arc di Jawa rupanya menunjukkan bahwa Eocene volcanism hanya sebagai background saja, tidak membentuk peak, makanya tidak ada arc-nya. Tidak semua gunungapi mesti berkait dengan subduction, salah satu yang dicurigai adalah Gunung Muria. Kita bicara sifat kimia batuannya saja. Muriah bersifat shoshonitic, dan hanya "wet series" nya menunjukkan proporsi K2O calk alkaline (sehingga Benioff Zone related atau subduction related), tetapi "dry series" K2O tidak menunjukkan pola Benioff dalam overall trend-nya dengan SiO2 (Whitford dan Nicholls, 1976). Magma alkaline yang diekstruksi di back arc region harus dicurigai bukan subduction related tetapi dia menembus ke permukaan oleh sesar (Hutchison, 1989), sehingga Muriah tidak perlu dikelompokkan ke dalam spektrum calk-alkaline (subduction-related) seperti rekan-rekannya. Memang volcanic arc di Sumatra berbeda secara kontras dengan di Jawa. Dan di Sumatra akan jelas terlihat bahwa komposisi gunungapi tidak berkaitan dengan kedalaman Benioff. Kedalaman Benioff rata-rata di Sumatra adalah sekitar 110 km, gempa lebih dalam dari 100 km pun jarang ada. Hal ini mungkin berhubungan dengan besarnya komponen transform pada suatu oblique subduction, atau berhubungan dengan wrench displacement sepanjang kompleks Sesar Semangko yang dalam. Komposisi gunungapi hampir ke high K calc-alkaline series, menunjukkan bahwa active Semangko Fault banyak berperan. Di Jawa, Benioff bervariasi dari 118 - 369 km, dan banyak gempa dalam di utara Jawa. Subduction-related lebih kental terlihat di Jawa, mungkin karena di sini terjadi normal convergence. Volcanic Arc di Jawa tidak selalu bergerak ke selatan dengan majunya zaman geologi. Itu hanya terjadi dari Late cretaceous ke Oligo-Miocene, selanjutnya untuk arc yang Late-Miocene sampai Resen sekarang, ia malahan bergerak ke utara dan sekarang ada di tengah Jawa. Ini berhubungan dengan umur kerak samudra Hindia yang menyusup di bawah Jawa. Umur kerak samudra yang menyusup dari Kapur ke Oligo-Miosen semakin tua dan berat sehingga membuat Benioff curam akibatnya jarak rumpang palung busur menjadi dekat, tetapi mulai dari Miosen Akhir-sekarang, yang menyusup adalah kerak Hindia generasi baru dengan sudut Benioff landai sehingga rumpang palung-busur lebar, dan volcanic arc migrasi ke utara, bukan ke selatan. Salam, Awang H. Satyana Rudhy Tarigan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pak Awang & Pak Yanto, Kalau kita me-refer ke Papernya pak Sukendar Asikin,dkk dari Pertamina dalam IPA Proceeding-2003, Disitu kita bisa lihat bahwa Magmatic Arc itu memang berubah sejak dari Late Cretaceous Subduction hingga sekarang, dan kelihatan pergeserannya kalau di Jateng ( katakan mulai dari Gn Muria )sebagai bagian dari Eocene Magmatic Arc dan yang sekarang sebagai bagian dari Oligocene Magmatic Arc dengan arah barat-timur sepanjang Pulau Jawa,....dan kalau saya nggak salah masalah magmatic arc ini berubah mulai dari Jurassic hingga Tersier dalam bukunya Geotectonic nya pak Katili juga dibahas. Seperti kita ketahui bahwa untuk terbentuknya Gn.Api itu harus ada proses Subduksi (Penekukan), dalam hal ini Indian - Australian Plate menekuk dibawah Sunda Land Continental Crust, sehingga memungkinkan untuk terbentuknya Gunung Api ( Magmatic Arc ),....saya kira kalau masalah komposisi batuan Gn Apinya yang berbeda2 seperti yg Pak Awang katakan ( Gn.Muria itu high K,potassic ) itu sangat tergantung batuan apa saja yg ditembus oleh Magma sewaktu naik kepermukaan bumi...tentu sedikit banyaknya pasti terpengaruh oleh proses kontaminasi. sehingga kalau kita amati , bukan saja dari gravity map tetapi dari product Volcanismenya yg sekarang kita lihat maupun pada Tersier ternyata di Sumatera itu cenderung bersifat asam (Ducite, Tuff yg bersifat asam /Ignimbrite) sedang kan di Jawa , batuan Gn Apinya cenderung bersifat Andesitic ( Intermediate Clan ) , kecuali Gn.Muria ?? karena dia merupakan anomali tersendiri muncul didaerah Continental Crust (Back arc basin) . Jadi terbetuknya Gn Api itu selain dipengaruhi batuan dasar yg ditembus oleh magma saya kira sangat tergantung dari Slope Subduction dari Oceanic platenya, kalau semakin besar slopenya kemungkinan tidak akan terbentuk Gn Api,...malah keburu "Melting" si Oceanic crust tersebut. Kesimpulannya Gn Api di Jawa itu cenderung bergeser ke selatan sebagai vulcanisme yg lebih muda. Salam, Rudhy --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers! --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

