27 Agustus 2004

Putusnya Kontrak dengan Exxon Murni Bisnis 

Laporan :HAS 



JAKARTA -- Diputusnya hubungan antara PT Pertamina dan ExxonMobil
Indonesia dalam pengelolaan ladang migas di Cepu, lebih disebabkan
kepentingan bisnis semata. Pertamina melihat bahwa cadangan minyak dan
gas di Cepu sangat besar dan akan menguntungkan bila dikelola sendiri.
''Keputusan resmi Pertamina itu murni bisnis karena pertimbangan
keekonomian saja,'' ujar Kepala Divisi Hupmas PT Pertamina, Hanung
Hanantya kepada Republika, kemarin (26/8).

Menurut Hanung, tidak ada alasan lain diputusnya kontrak dengan
ExxonMobil selain pertimbangan bisnis. Pertamina, tandasnya, mampu
mengelola sendiri ladang migas di blok Cepu. Selain itu, katanya,
teknologi, sumber daya manusia, dan dana yang dimiliki Pertamina dirasa
cukup memadai untuk mengelolanya sendiri. Menurutnya, tidak
diperpanjangnya kontrak dengan Exxon adalah opsi terbaik dan sudah
menjadi keputusan resmi dengan mengerahkan resources yang ada. ''Kita
telah konsultasikan opsi-opsinya setelah konsultasi dengan pemerintah,''
tegasnya. 

Hanung menjelaskan, selama ini tidak ada kesepakatan untuk memperpanjang
kontrak dengan Exxon. Yang ada, ungkapnya, hanyalah pembicaraan
kemungkinan untuk memperpanjang kontrak hingga 30 tahun ke depan. ''Itu
semacam gentlement agreement dan tidak mengikat,'' katanya. Technical
assistant contrack (TAC) yang telah berjalan selama ini dengan Exxon,
jelas Hanung, tidak menghasilkan aktivitas pengeboran. Karena memang TAC
tidak dimaksudkan untuk mengeksplorasi ladang yang baru, tetapi hanya
mengelola dari ladang yang sudah ada. ''TAC tidak dimaksudkan untuk
kegiatan eksplorasi,'' katanya. Hanung juga menegaskan bahwa ladang
migas di Cepu adalah milik Pertamina. Sementara kaitannya dengan BP
Migas, kata Hanung, Pertamina tidak perlu mendapatkan kontrak baru dari
BP Migas. ''Ini (Cepu) kan ladang dan wilayah kerja Pertamina.

Jadi sudah milik kita,'' jelasnya. Karena memang milik Pertamina,
lanjutnya, maka pihaknya mempunyai kebebasan untuk bekerja sama dengan
siapa pun. ''Kita hanya melaporkan saja ke BP Migas,' terangnya. Namun,
katanya, itu semua tergantung pada aturan baru tentang kontrak kerja
sama pengelolaan ladang migas yang saat ini Peraturan Pemerintah-nya
masih digodok. Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina, Widya Purnama,
mengatakan, pada pekan ini dirinya akan mengeluarkan surat yang
menyatakan tidak akan melanjutkan kerja sama dengan ExxonMobil untuk
Blok Cepu. Menurut Widya, dengan mengelola sendiri Blok Cepu, akan
sangat menguntungkan negara. Sebab, kata mantan dirut PT Indosat Tbk
itu, potensi migas di Blok Cepu sangat besar. Bahkan, tandasnya, bukan
tidak mungkin kalau Blok Cepu itu dikelola dengan baik, maka Pertamina
bisa mengalahkan perusahaan minyak Malaysia, Petronas. 



  _____  

Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id
Berita bisa dilihat di :
http://www.republika.co.id/asp/koran_detail.asp?id=170715&kat_id=4
<http://www.republika.co.id/asp/koran_detail.asp?id=170715&kat_id=4> 

Kirim email ke