Mungkin saja betul bahwa keputusan perpanjangan TACnya ditangan Pertamina, Namun perpanjangan konsesinya ada ditangan BPMigas ...
Tapi apa ya pemerintah (cq BP MIgas) brani ya ... :p
Kalau saja ketiga institusi ini (baik Pemerintah, DPR, dan Pertamina) "bersatu" demi negara yg bener-bener demi "negara Indonesia" sehingga muncul kebranian menolak perpanjangan kontrak TAC ... ya keberanian ... maka keberanian awal Pertamina utk "menolak" perpanjangan ini semestinya dapat menjadi pemicu utk menghentikan bergulirnya bola panas ini sehingga mendingin dan mudah dipegang dan dikelola bangsa sendiri.
Ah mimpi kali yee ... :D
RDP
'Biarkan saja bola ini menggelinding dan mendingin di tahun 2010, kalau coba-coba pegang malah bisa jadi salah lempar ... :('
--- In [EMAIL PROTECTED], "M.Fauzi A. Alkaff" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Aduh , jangan sampai pernyataan Direksi Pertamina menjadi tidak konsukwen dan seyogyannya " ever onward" dan bagi Exxon Cepu harus menyadari bahwa dalam bussiness tentunya ada resiko !!! Silahkan baca berito Tempo sbb. :
Ekonomi Bisnis
ExxonMobil Pertanyakan Penolakan Perpanjangan Kontrak Cepu Kamis, 02 September 2004 | 19:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: ExxonMobil Oil mempertanyakan keputusan PT Pertamina (Persero) yang menolak perpanjangan kontrak Exxon di lapangan minyak dan gas Cepu, Jawa Timur. Padahal Exxon merasa telah mengeluarkan investasi yang besar dan reputasinya baik.
Pertanyaan itu diungkapkan Exxon dalam pertemuannya dengan jajaran direksi baru Pertamina di Jakarta, Kamis (2/9). Pertemuan itu dihadiri oleh pimpinan Exxon seperti President & General Manager ExxonMobil Oil Indonesia Inc (EMOI) Ronald Wilson, Vice President ExxonMobil Exploration Company for South East Asia/Pasific Stephen Greenlee, dan Vice President of Exploration & Exploitation Company in Indonesia Budiono.
Menurut Direktur Utama Pertamina, Widya Purnama, dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar 2 jam itu Exxon berharap Pertamina bersedia membuka peluang negosiasi masalah Cepu. Perusahaan migas asal AS itu tetap ingin memperpanjang kontraknya yang akan berakhir tahun 2010. Menanggapi permintaan itu, Widya mengaku tidak bisa memberikan kepastian. "Kami tidak bisa menjanjikan karena mesti membicarakan dulu dengan komisaris dan pemegang saham," kata dia.
Pernyataan tersebut sedikit bertolak belakang dengan pernyataan Widya sebelumnya. Padahal, pekan lalu ia mengaku telah melayangkan surat resmi kepada ExxonMobil perihal penolakan perpanjangan kontrak Exxon di Cepu. Menurutnya, keputusan direksi itu telah sejalan dengan keinginan komisaris. Juru bicara Exxon, Deva Rachman, pun mengaku telah menerima surat dari Pertamina itu.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room
_________________________________________________________________
Protect your PC - get McAfee.com VirusScan Online http://clinic.mcafee.com/clinic/ibuy/campaign.asp?cid=3963
--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

