IAGI Jatim & Jembatan Suramadu (Novotel Surabaya,  14 Agustus 2004)
 

 

Hari Sabtu, 14 Agustus 2004 IAGI Jatim diundang Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi 
(LPJK) Jatim dan pakar konstruksi Jatim (ITS) untuk memberikan penjelasan / wacana 
tentang peran kegeologian sehubungan dengan pembangunan jembatan suramadu.

IAGI dihadiri oleh Sofian, Wahyudi dan Kukuh,  LPJK dihadiri oleh Ir. Chaerul Djaelani 
(Ketua Umum) beserta 3 orang stafnya dan dari pihak pakar hadir Prof. Dr. Indra Surya 
dan Dr. Dudung Purwadi (keduanya dari ITS Surabaya).

Pertemuan diawali dengan presentasi Sdr. Sofian tentang kondisi umum geologi Jawa 
Timur yang kemudian terfokus pada kondisi geologi dasar laut dimana lintasan / jalur 
jembatan suramadu melalui pendekatan model untuk menjelaskan susunan batuan dan 
perkembangan struktur geologinya.  Diskusi menjadi menarik ketikan Sdr. Sofian 
menyampaikan bahwa data geologi untuk mendukung pembangunan jembatan suramadu 
berdasarkan kajian BPPT tahun 1992 yang terletak lebih kurang 3,5 Km sebelah timur 
desain lintasan jembatan suramadu atau dengan kata lain kajian geologi pada lintasan 
rencana/desain yang ada pada saat ini TIDAK ADA.   

Hal tersebut juga diperkuat oleh informasi Prof. Dr. Indra Surya, bahwa  kelengkapan 
data yang dimiliki untuk lintasan darat (pantai) sangat minim sekali dan akurasinya 
sangat rendah untuk ukuran proyek jembatan suramadu.

Pada akhir diskusi Ketua Umum LPJK sangat prihatin atas kejadian tersebut dan 
menyampaikan ucapan trimakasih atas sikap responsif IAGI Jatim,  baliau akan 
menindaklanjuti masalah tersebut dengan melakukan konfirmasi dan koordinasi dengan 
pemerintah pusat dan beliau juga menyampaikan bahwa proyek jembatan suramadu adalah 
proyek pemerintah pusat dimana peran daerah (Propinsi Jatim) hanya terbatas pada 
fasilitasi saja, hal tersebut juga dibenarkan oleh Prof. Dr. Indra Surya yang oleh 
Pemerintah Pusat ditunjuk sebagai koordinator pelaksana, namun kenyataannya secara 
struktural serba tidak jelas, sehingga beliau bekerja hanya karena tanggungjawab moral 
sebagai pakar konstruksi.

 

Dilaporkan oleh:

Kukuh sudjatmiko (Sekjen IAGI Jatim)





Maju terus IAGI JATIM!!!!! (adb)

Kirim email ke