wah kalau gitu Indonesia banyak dosanya dong...
buktinya banyak gempa bumi...bencana alam...banjir..perang...dsb...
jangan - jangan kalau nanti ada agama baru khas Indonesia bisa - bisa
menulis ..
"Karena Jakarta banyak berdosa..maka Tuhan mendatangkan banjir yang
menenggelamkan kota Jakarta selama seminggu...malam gelap gulita, banyak
yang
hanyut terbawa air....kelaparan, terkena penyakit "
" Karena Balikapapan banyak berdosa...sehingga Tuhan mendatangkan asap
yang menutupi kota balikpapan selama seminggu...sehingga banyak orang
sesak nafas..."
kalau gitu..orang Jakarta dan Balikpapan kudu cepet pada tobat...dong :-)
By the way....kadang tanda alam memang mengajar kita untuk selalu inget
Tuhan..
Have nice weekend
Regards
Ferdinandus Kartiko Samodro
TOTAL E&P Indonesie Balikpapan
DKS/TUN/G&G
0542- 533852
"O.K Taufik" <[EMAIL PROTECTED]>
15/10/2004 04:28 PM
Please respond to iagi-net
To: <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>
cc:
Subject: RE: [iagi-net-l] Saat Tuhan Memerintahkan Geologi Membinasakan
Sodom dan
Gomorrah
Ini saya ambilkan dari websitenya harunyahya
Kaum Luth
HARUN YAHYA
Salah satu adzab Allah paling dahsyat yang dikisahkan dalam Al-Quran
adalah tentang pemusnahan kaum Nabi Luth. Mereka diadzab Allah karena
melakukan praktek homoseksual. Menurut kitab Perjanjian Lama, kaum Nabi
Luth ini tinggal di sebuah kota bernama Sodom. Sehingga karena itu
praktek homoseksual saat ini kerap disebut juga sodomi.
Penelitian arkeologis mendapatkan keterangan, kota Sodom semula berada
di tepi Laut Mati (Danau Luth) yang terbentang memanjang di antara
perbatasan Israel-Yordania. Dengan sebuah gempa vulkanis yang diikuti
letusan lava, kota tersebut Allah runtuhkan, lalu jungkir-balik masuk ke
dalam Laut Mati.
Layaknya orang jungkir-balik atau terguling, kerap bagian kepala jatuh
duluan, lalu diikuti badan dan kaki. Begitu pula kota Sodom, saat runtuh
dan terjungkal, bagian atas kota itu duluan yang terjun ke dalam laut,
sebagaimana Allah kisahkan dalam Al-Quran: Maka tatkala datang adzab
Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu (terjungkir-balik sehingga) yang
di atas ke bawah, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang
terbakar dengan bertubi-tubi. (Surat Huud ayat 82).
Hasil penelitian ilmiah kontemporer menjelaskan, bencana itu dapat
terjadi karena daerah Lembah Siddim, yang di dalamnya terdapat kota
Sodom dan Gomorah, merupakan daerah patahan atau titik bertemunya dua
lempengan kerak bumi yang bergerak berlawanan arah. Patahan itu berawal
dari tepi Gunung Taurus, memanjang ke pantai selatan Laut Mati dan
berlanjut melewati Gurun Arabia ke Teluk Aqaba dan terus melintasi Laut
Merah, hingga berakhir di Afrika.
Biasanya, bila dua lempengan kerak bumi ini bergeser di daerah patahan
maka akan menimbulkan gempa bumi dahsyat yang diikuti dengan tsunami
(gelombang laut yang sangat besar) yang menyapu kawasan pesisir pantai.
Juga biasa diikuti dengan letusan lava/lahar panas dari perut bumi.
Hal seperti itu pula yang terjadi pada kota Sodom, sebagaimana diungkap
peneliti Jerman, Werner Keller, "Bersama dengan dasar dari retakan yang
sangat lebar ini, yang persis melewatai daerah ini, Lembah Siddim,
termasuk Sodom dan Gomorrah, dalam satu hari terjerumus ke kedalaman
(Laut Mati). Kehancuran mereka terjadi melalui sebuah peristiwa gempa
bumi dahsyat yang mungkin disertai dengan letusan petir, keluarnya gas
alam serta lautan api. Pergeseran patahan membangkitkan tenaga vulkanik
(berupa gempa) yang telah lama tertidur sepanjang patahan."
Dengan keterangan ilmiah tersebut dapat direkonstruksi kembali bagaimana
adzab Allah itu menimpa ummat Nabi Luth yang ingkar kepada-Nya. Bencana
itu didahului dengan sebuah gempa yang menyebabkan tanah menjadi
merekah. Dari rekahan itu muncul semburan lahar panas yang menghujani
penduduk kota Sodom. Di bawah pesisir Laut Mati juga terdapat sejumlah
besar timbunan kantung-kantung gas metana mudah terbakar.
Kemungkinan besar, letusan lava serta semburan gas metana itulah yang
Allah maksudkan dalam Al-Quran dengan hujan batu dari tanah yang
terbakar. Bencana itu diakhiri dengan terjunnya kota Sodom bersama
penduduknya ke dalam Laut Mati.
Serangkaian percobaan ilmiah di Universitas Cambridge membenarkan teori
ini. Para ilmuwan membangun tiruan tempat berdiamnya kaum Luth di
laboratorium, lalu mengguncangnya dengan gempa buatan. Sesuai perkiraan,
dataran ini terbenam dan miniatur rumah tergelincir masuk lalu terbenam
di dalamnya.
Penemuan arkeologis dan percobaan ilmiah ini mengungkap satu kenyataan
penting, bahwa kaum Luth yang disebutkan Al-Quran memang pernah hidup di
masa lalu, kemudian mereka punah diazab Allah akibat kebejatan moral
mereka. Semua bukti terjadinya bencana itu kini telah terungkap dan
sesuai benar dengan pemaparan Al Qur'an
-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, October 15, 2004 2:29 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [iagi-net-l] Saat Tuhan Memerintahkan Geologi Membinasakan
Sodom dan Gomorrah
Judul di atas terasa absurd atau provokatif ? Kita akan berkata "tidak"
kalau saja kita coba memahami lebih mendalam apa yang sesungguhnya telah
terjadi di sana - di dua kota kecil di selatan Laut Mati 4000 tahun yang
lalu.
Empat tahun yang lalu, saya memulai pencarian ini, dimotivasi oleh
perasaan bahwa seorang geologist harus bisa menerangkan segala sesuatu
yang menyangkut geologi yang ditemukan di Kitab Suci yang dipercayainya.
Jurnal2/buku2 arkeologi, Kitab Suci2 agama Kristen-Islam-Yahudi (teman
saya yang Muslim membantu saya meneliti ayat2 yang berkaitan di Al
Qur'an), dan tentu saja geologi, dikumpulkan. Di akhir riset pribadi,
sebagai kenangan/catatan untuk penelitian lebih lanjut, saya tulis
sebuah artikel un-published berjudul, "Judgment Day of Sodom and
Gomorrah : Geological Evidence of a Biblical Truth" Ini pernah saya bagi
ke beberapa teman sebagai bagian dari kesaksian. Di bawah ini beberapa
ringkasannya.
Dengan berpedoman kepada kitab2 suci, ekspedisi arkeologi telah
dilakukan berkali-kali untuk mencari di mana lokasi Sodom dan Gomorrah.
Kesimpulannya, dua kota ini ada di ujung selatan Laut Mati (Sedom/Bahrat
Lut) di wilayah sengketa Israel-Palestina dan Yordania. Di ujung BD laut
ini sekarang ada sebuah pegunungan bernama Usdom (Har Sedom/Jabal
Usdum). Penggalian arkeologi tahun 1924 menemukan sisa2 kehidupan Zaman
Perunggu Tengah (2000-1500 BC) yang prolific, lima mata air tawar, dan
barisan benteng dengan banyak sekali peninggalan kebudayaan, begitu
kayanya sehingga sering ditulis "like the garden of God" dengan dating
absolut 2500-2000 BC. Pada 2000 BC seperti semuanya berhenti begitu
saja. berdasarkan itu, para ahli memutuskan bahwa Sodom dan Gomorrah
terletak di ujung selatan Laut Mati, terkubur dalam perairan dangkal di
selatan Tanjung Al Lisan.
Laut Mati (Yam Ha-Melah/ Al Bahr Al Mayyit) dibatasi oleh Pegunungan
Judea ke barat dan Plato Transyordania ke timur. Sangat kontras
kedalamannya dengan 400 m di bagian utara dan makin mendangkal ke
selatan sampai hanya 4 meter saja di tempat di mana diduga Sodom dan
Gomorrah terkubur.
Data geologi menunjukkan sesuatu yang menakjubkan. Laut Mati adalah
tepat merupakan transform boundary terhadap Arabian Plate dalam
hubungannya dengan Lempeng Afrika dan Eurasia. Bisa dipastikan, rift
valley dan strike-slip fault membentuk Laut Mati. Lebih ke selatan lagi,
kita akan takjub, ternyata Laut Mati dan Sungai Yordan yang mengalirinya
adalah ujung utara sistem retakan di Bumi yang sangat terkenal : East
African Rift Valley. dari Sungai Zambesi di Afrika Timur ke Laut Merah
ke Sungai Yordan. Saat Lempeng Arab bergerak ke timur, membukalah Laut
Merah dalam mekanisme incipient sea floor spreading. Ke utara, rifting
Laut Merah bercabang dua splay, ke BL membentuk Teluk Suez, ke TL
membentuk Teluk Akaba-Laut Mati-Sungai Yordan. Rift Teluk Suez kemudian
aborted, mati, seperti aulacogen berhungan dengan collision African
Plate vs. Anatolian Plate, sementara Teluk Akaba-Laut Mati-Yordan aktif.
Bisa diyakini, bahwa Laut Mati adalah pull-apart basin berbentuk
rhombohedral, merupakan blok yang tenggelam diapit dua sesar besar :
Sesar Moab dan Sesar Yudea. Air dari Laut Mati tidak keluar ke Teluk
Akaba karena sebuah tinggian Dataran Tinggi Negev. Endapan di sekitar
Laut Mati terdiri atas endapan khas Timur Tengah : gipsum, rocksalt,
clay, marl, evaporit, karbonat, lempung tebal. Endapan aspal ditemukan
di mana-mana dan telah biasa digali sumur untuk memperolehnya sejak
zaman dulu pun.
Kiamat di Sodom dan Gomorrah, berdasarkan data di Kitab Suci2,
arkeologi, dan geologi, adalah lebih mungkin karena gempa di jalur
strike-slip fault dan mud-volcano. Sebuah gempa membentuk vertical
wrench fault yang memecahkan sealing overpressured shales yang plastis
dan buoyant. Release tekanan itu mengekspulsi pore fluids, air, minyak,
gas dan semua materi di sekitar Teluk Mati termasuk garam dan aspal. Di
dekat sesar, clay menjadi liquefied dan buoyant dan akan terekstrusi
melalui zona sesar sebagai mud diapir dan mud volcano di permukaan
lengkap dengan material ekstrusinya.Sebuah letusan mud volcano bisa
sangat katastrofik. Letusan mud volcano di Waimata Valley Selandia Baru
bisa mengerupsi 100.000 ton viscous mud hanya dalam waktu sejam. Banyak
mud volcano di Timor ('poton' mereka menyebutnya) benar2 mengeluarkan
api dan gelegar petir. Sebuah poton besar di Pulau Kambing utara Timor
tak akan mudah membedakannya dengan sebuah gunungapi magmatis.
Begitulah, suatu subuh 4000 tahun yang lalu Tuhan yang sudah geram
melihat kejahatan penduduk Sodom dan Gomorrah, memerintahkan geologi
Bumi di sekitar Laut Mati untuk memporakporandakan, menggulingkan,
membolak-balikkan (dengan gempa) dan membakar kota ini menghujaninya
dengan batu, lumpur, api, belerang, aspal, dan garam (dengan letusan
gununglumpur). Istri Lot (Luth) yang masih berat hati meninggalkan Sodom
dan Gomorrah, tewas dalam pelarian - mengerak ditutupi garam. Di selatan
Laut Mati itu, banyak pilar garam, sisa endapan erupsi, dan orang2 sana
menyebutnya dengan istilah "istri Lot".
Kitab Kejadian 19 di Alkitab (Bible) atau Surat Hud Juz XII ayat 69-83
di Al Qur'an menceritakan kejadian itu dan geologi membuktikan
kebenarannya. Semoga bermanfaat menambah keimanan - bahwa benarlah Kitab
Suci itu.
Salam,
awang
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------