ini jawaban 'versi' Tim Forum Lingkar Pena DKI Jakarta 
(sdikit diedit)

-----

Biasanya, kesukaan menulis akan tumbuh dengan sendirinya jika kita
butuh menulis, merasa mendapatkan sesuatu dari menulis, dan memiliki
banyak informasi di otak dan hati yang ingin disampaikan/dituangkan.

Nah, karena itu cara memotivasi diri agar lebih menyukai menulis
adalah dengan menumbuhkan hal-hal di atas. Apa yang membuat butuh
menulis? Untuk melepas beban perasaan? Untuk menyampaikan sesuatu?
Untuk mengungkapkan uneg2? Ingin menyampaikan pendapat dan
mempengaruhi orang lain? Cari apa yang paling cocok bagi kita.

Kemudian lihat juga, kira-kira apa yang akan kita dapatkan jika kita
tidak berhenti menulis: perasaan lega, puas, bangga dan senang
misalnya.

Selain itu, supaya memori otak kita penuh dengan informasi dan hati
kita memiliki banyak hal yang ingin ditulis, kita harus mengisinya
sampai membludak dan ingin dikeluarkan dalam bentuk tulisan. Caranya?
Baca banyak-banyak dan tingkatkan ruhani.

Setelah motivasi menulisnya dapet, satu langkah lagi yang harus kamu
lakukan: yaitu memulai menulis dan disiplinlah, jangan malas. Motivasi
menulis akan hilang jika kamu malas atau tidak disiplin.

Selamat mencoba 
Wassalaam 

Tim Forum Lingkar Pena DKI Jakarta 



On Fri, 15 Oct 2004 13:49:37 +0700, ismail <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Itupun kalau diperhatikan di bidang Migas yang paling banyak baik tulisan
> maupun komentar komentarnya , paling tidak di millis ini ( mungkin lebih 95
> an % anggotanya juga dari sektor ini ). Apa ini juga bisa dipakai indikator
> bahwa dunia geologi lain kurang berkembang atau ada faktor faktor lain
> mungkin.
> 
> ISM
> 
> 
> 
> 
> > Mengajak menulis artikel pendek pun untuk sebuah Berita IAGI tim redaksi
> mesti kerja keras mencari kontributor. Apalagi sebuah artikel serius untuk
> MGI. Akibatnya, bisa dihitung dengan jari berapa edisi MGI terbit dalam 5
> tahun terakhir ini. Ini tidak hanya terjadi dengan MGI, tetapi juga dengan
> jurnal2 lain kebumian di Indonesia. Menulis memang tidak populer di
> Indonesia. Sesuatu yang sangat-sangat menyedihkan...tetapi yang tidak boleh
> dibiarkan tetap begitu.
> >
> > Sangat banyak pakar geologi, sangat sedikit tulisan geologi..
> >
> > Apapun itu, MGI menjadi Jurnal Geologi, yang harus dibangkitkan adalah
> semangat menulis geologist kita. Ayo membaca, meneliti, dan menulis !
> Tinggalkan catatan buat generasi setelah kita. Dan, lebih baik menyumbang
> tulisan-apaun kualitasnya- daripada diam tidak menulis atau bahkan
> mengeritik saja. Keahlian akan datang dengan sendirinya melalui serangkaian
> latihan dan latihan.
> >
> > Salam,
> > awang
> >
> > Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >From:
> > >
> > >Sudah waktunya, IAGI meningkatkan dari Majalah Geologi Indonesia (MGI)
> > >menjadi Geology Journal.
> > >Gimana, pak Ketum?
> > >Salam,
> > >Premonowati
> >
> > Weh ini kayaknya keselip dalam diskusi lainnya ...
> > soal jurnal, menulis, majalah dll emang kurang populer ya mbak Wati .. :p
> >
> > Mungkin mBak Wati dapat menjelaskan alasannya kenapa mesti disebut jurnal
> ?
> > Hanya istilah, nama atau ada konsekuensi lainnya ?
> >
> > RDP
> >
> > _________________________________________________________________
> > Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE!
> > http://messenger.msn.com/
> >
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
> Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> > ---------------------------------------------------------------------
> >
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > http://mail.yahoo.com
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
> Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
> 
> 


-- 
my blog :
http://putrohari.tripod.com/Putrohari/

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke