Konon katanya subsidi yang nilainya sakhohah itu (60 trilyun = 1/4 juta rph perkepala) hanya sedikit yang dinikmati rakyat kecil. Sebagian besarnya dinikmati oleh industri, pengusaha, pedagang dan penggede. Katanya nih, mereka beli BBM dengn harga subsidi, terus dijual ke LN kemudian diimport lagi dengan harga internasional. Kalau omsetnya jutaan barel, berapa trilyun kebocoran subsidinya ? Kalau SBY dan pemerintahan barunya bisa mengatasi mafia tersebut, sudah lumayan efisiensinya. Pemerintah sebenarnya sudah punya konsep untuk menghilangkan subsidi secara bertahap, yaitu melepaskan harga ke mekanisme pasar. Tapi konsepnya buyar keterjang urusan politik. Pemerintahan baru harus punya keberanian untuk mengkonsep ulang penghapusan subsidi tersebut. Di sisi penggunaan juga harus dibuat aturan-aturan yang mengarah kepada efisiensi BBM, misalnya menetapkan pajak tinggi bagi mobil yang cc nya besar (boros bensin), pembangunan transportasi massal (kereta api) dalam kota, diversifikasi energi (dari BBM ke gas, dll). Kalau mengharap kesadaran wargawegara untuk berhemat, wah susah mas.
MA ----- Original Message ----- From: "Bambang Murti" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, October 01, 2004 10:55 AM Subject: !RE: [iagi-net-l] Saudis to Boost Oil Production Capacity as Price Hits $50 Wah, itu kenyataan yang harus dihadapi. Nah sekarang, sebagai anak bangsa, apa kira-kira tindakan nyata yang bisa kita lakukan ? Sumbang saran ? Hemat bahan bakar ? Patungan beli bus supaya bisa ngajak temen-temen yang terbiasa bawa mobil sendiri-sendiri, otomatis mengurangi pemakaian bahan bakar ? Lha kalau cuma mengeluh terus, Bardjo wae iso !! -----Original Message----- From: MANWAR [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, October 01, 2004 10:02 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [iagi-net-l] Saudis to Boost Oil Production Capacity as Price Hits $50 Negara kita memang sudah oil net importer. Produksi minyak DN menurun, sementara kebutuhan meningkat terus, yang berarti impor akan naik terus dengan harga yang juga naik terus. Tahun ini saja, subsidi BBM yang direncanakan 9 trilyun, katanya akan membengkak hingga 60 trilyun. Pemerintah tidak berani menaikkan harga BBM karena khawatir menimbulkan gejolak politik yang luar biasa apalagi di saat ada pemilu (ingat, kerusuhan tahun 1988 diawali dari kenaikan harga BBM). Pertanyaannya, darimana pemerintah mendapatkan dana subsidi tersebut ? Ini PR buat pemerintahan baru. Kalau harga dinaikkan, efek domino akan terjadi. Seluruh pengguna BBM dan mata rantainya akan menjerit, termasuk PLN, industri, dan akhirnya seluruh rakyat. Kalau tidak dinaikkan, beban utang akan semakin membengkak, dan anak cucu kita akan ikut menderita. Krisis kedua akan melanda Indonesia ? Wallahu a'lam. MA ----- Original Message ----- From: "O.K Taufik" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, October 01, 2004 8:54 AM Subject: RE: [iagi-net-l] Saudis to Boost Oil Production Capacity as Price Hits $50 dulu sebelum domestic fuel consumption sebesar sekarang, kenaikan harga minyak berarti berkah buat pemerintah..ada gain buat pendapatan devisa yg tak di perkirakan, biasanya penysunan ABPN-kan di patok pada harga minyak saat itu, sekarang harga minyak naik, membuat semuanya menjerit, pengusaha sangat kesusahan dengan biaya produksi yg naik, beberapa PLN daerah yg masih tergantung BBM malah akan menurunkan daya supplynya, negara juga harus menyediakan dana untuk subsidi BBM ke masyarakat. Dengan ditambah situasi masalah hukum di abitrase HI, akan kah kita mengalami kesulitan BBM? -----Original Message----- From: Ariadi Subandrio [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, October 01, 2004 8:22 AM To: [EMAIL PROTECTED]; Rovicky Dwi Putrohari Subject: Re: [iagi-net-l] Saudis to Boost Oil Production Capacity as Price Hits $50 Dari minyak rasanya sudah sangat sulit kita dapat tambahan rejeki. Dari mana lagi harapan tambahan produksi minyak Indonesia. Tahun 2001 (2002?), Caltex masih ngebor dengan 56an rigs, konon sekarang tinggal 18 (bahkan denger2 kemarin udah cabut lagi dua, jadi tinggal 16). Mudah2an windfall penjualan gas-gas kita dapat memberi tambahan rejeki. Akan semakin komplikated, jika khabar bahwa arm Pertamina untuk impor-export crude PT. PETRAL kalah dalam pengadilan (masalah klaim KBC yg menuntut pembekuan Petral) di Hongkong. Akibat lanjut dari situasi tersebut adalah kemungkinan terganggunya pasokan feed untuk BBM Dalam Negeri. Sementara BBM domestik tetep pake crude international price. dan Tak ada kenaikan harga BBM. Selamat datang pemerintah baru. salam, ar- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

