Diskusi yang menarik. Untuk memahami hubungan kitab suci, bencana alam dan peradaban manusia, perlu ditarik pemahaman sbb : 1. Kisah penghancuran umat dalam kitab suci adalah pelajaran dari sang Pencipta kepada umat manusia yang hidup dikemudian hari. Kalimatnya singkat sehingga untuk mengetahui hubungan antara sebab (ulah manusia) dan akibat (bencana alam) perlu penelaahan (tafsir) lebih lanjut, dimana tafsir tiap orang bisa berbeda dan belum tentu benar. Kita contohkan, ada anak tidak diberi uang jajan oleh orang tuanya sebagai hukuman karena sering keluyuran malam. Anak tersebut mungkin tidak ngerti apa hubungan uang jajan dengan keluar malam. Tapi bila anaknya mampu memahami pola pikir orang tuanya, dia akan tahu hubungannya. Jadi, jika manusia mampu memahami jalan Allah (sunnatullah), ia akan tahu hubungan sebab akibat tadi. 2. Sunnatullah diterjemahkan menjadi ilmu pengetahuan. Pemahaman ilmu melalui 2 arah, yaitu ilmu yang dikembangkan oleh manusia dan ilmu yang diturunkan Allah melalui makhluk pilihannya berupa wahyu, karomah, dll. Kebenaran ilmu yang diturunkan Allah bersifat mutlak dan kebenaran ilmu manusia bersifat nisbi. Tugas kita adalah mencari sambungan kedua ilmu tadi. 3. Allah mencipta alam (khalaq) melalui suatu proses. Ada proses yang sudah dapat dipahami oleh manusia (menjadi ilmu) dan ada yang belum. Mukjizat dan kejadian gaib adalah contoh proses yang belum dapat dipahami oleh manusia. 4. Manusia adalah makhluk istimewa yang diberikan akal dan kebebasan apakah akan memilih ikut kehendak Allah (beragama) atau kehendak syetan (ingkar). Bila mengikuti kehendakNya akan mendapat pahala dan sebaliknya akan mendapat dosa. Pemberian pahala / dosa didunia atau di akhirat juga merupakan proses. Penghancuran umat manusia terdahulu melalui bencana alam juga ada prosesnya. Cuma kita saja yang belum tentu mengerti bagaimana proses itu.
MA ----- Original Message ----- From: "O.K Taufik" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, October 20, 2004 11:22 AM Subject: RE: [iagi-net-l] Saat Tuhan Memerintahkan Geologi Membinasakan Sodom danGomorrah Memang tak point ke pointlah hubungannya, karena keragaman manusia menzalimi dirinya dari waktu ke waktu semakin bervariasi, turunnya mutu lingkungan hidup, dan endemi penyakit dengan virus yg tak dikenal sebelumnya belum dimasukkan sebagai alternatif melumatkan manusia. kita hanya belajar saja dari apa yg dialami manusia terdahulu, bahwa kezaliman yg dilakukan manusia sendiri selalu beresiko, bahwa yg akan menjadi mediator pelumat adalah alam, penyakit, kelaparan, dll kita tak tahu. Seperti yg ditulis Mas Awang bahwa phenomena alam tersebut bagi yg memahami bisa menjadi bahan meningkatkan keimanan seseorang, bahwa yg buruk-buruk itu datangnya dari manusia, yg baik-baik itu datangnya dari Allah SWT...mungkin itu yg disadari bung ferdi, perlunya hidup mengikuti alur tuhan, sampai ke darah dan DNA mengikuti alur tuhan, seperti yg difirmankan oleh Allah SWT: "Bahwa semua materi dialam semesta bertasbih secara teratur kepadaNYA", sehingga ada keteraturan, kepatuhan dan keseimbangan, bukan chaos seperti yg dilukiskan si ferdi ; bencana, bunuh-bunuhan dll... Eh..mana Geologinya Vick? selamat ramadhan -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, October 20, 2004 7:59 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [iagi-net-l] Saat Tuhan Memerintahkan Geologi Membinasakan Sodom danGomorrah Kalau mencari hubungan kausal antara korupsi dengan banjir di Jakarta barangkali masih memungkinkan. Nah bagimana hubungan kausal erupsi volcanic dengan riba atau kezaliman ? Terus terang aku yg paling unik nantinya melihat hubungan kausal antara freelive dengan gempa bumi, serta pasang surut laut ... :p Btw, aku suka dengan satu kata dari Taufik .... ... "wallahualam" yang saya artikan secara bebas menjadi kalimat ... "bagaimanapun juga kita mesti mempelajari seluruh alam". RDP On Wed, 20 Oct 2004 07:32:38 +0700, O.K Taufik <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ada dua sisi yang menarik dipelajari dari dimusnahkannya beberapa kaum oleh Allah SWT, secara global ada dua 1. adalah phenomena alam sebagai mediator 2. penyebab dimusnahkannya kaum tersebut. Phenomena alam yang tercatat adalah, gempa, eruption gunung api, petir, hujan dan banjir, perubahan temperatur yg cepat dan extreem, storm, gelombang pasang-surut dll. > Penyebabnya adalah peyimpangan prilaku seksual, penyimpangan konsep ketuhanan, penipuan takaran, kesombongan penguasaan pembangunan, penindasan, kezaliman dan ketidakadilan. kalau bahasa kontemporernya, Frelive, freesex, neo-liberalism, kolonialisme, materialistik, konsep ekonomi riba, korupsi, kedigjayaan penguasaan hitek, superpower, genocide, dan mungkin globalisasi. Semuanya ada saat ini, bagaimana pembalasannya..semua phenomena alam akan bersinergy saat itu, untuk memusnahkan planet bumi dan manusia yg zalim. wallahualam > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

