betul, tapi yang aku maksud adalah 'windfaal profit' dari pajak BBM.... dari
harga 1 liter BBM yang terjual pemerintah di sini khan ambil pajak sebesar
75%-nya (sekali lagi 75% dari harga !!!)... jadi itung sendiri kalau hqrgq 1
liter bensin naik dari 85 cents ke sekitar 1 euroan....artinya pemerintah
dapat tambahan penghasilan dari pajak sebesar 75%* (1-0.85) atau kurang
lebih sekitar 12 cents per 1 liter BBM yang terjual.......
Berapa jumlahnya, ya tinggal kalikan saja dengan total penjualan
BBM......dan itu bukan duit yang sedikit lho.....

salam,


----- Original Message -----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, October 22, 2004 03:27
Subject: Re: [iagi-net-l] oleh-oleh untuk iagi dari ramahtamah dg menteri
esdm baru


> On Fri, 22 Oct 2004 07:56:20 +0800,
> [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > kan perancis punya "total" yang ngambilin minyak dan gas dari seluruh
> > belahan dunia...
>
> Iya betul, ferdi.
> Kita ini hanya "merasa" memiliki sumber minyak, tetapi tidak
> benar-benar menikmatinya. Dalam era kapitalis saat ini yang disebut
> produsen minyak tentunya bukan host country, negara as a state, tetapi
> negara yg warga negaranya yang memiliki modal (kapital) untuk
> mengambilnya. Jadi kalau Total yang saham (kapital) terbesarnya
> dimiliki warga Prancis itu ya artinya warga perancis lah yg menerima
> keuntungan terbesar dari sumberdaya minyak.
>
> Satu pertanyaan yg sering menganggu pertanyaanku adalah ... berapa
> harga minyak yg masih dibawah sana ?
> Menurut cara perhitungan keekonomian manapun nilai sumberdaya mineral
> yang masih dibawah sana adalah NOL !
> Harga itu ditentukan setelah minyak serta mineral tambang itu berada
> dipermukaan. Dengan nilai produksi sebagai ongkos, serta keuntungannya
> (profit) adalah harga jual dikurangi ongkos.
>
> Kalau kita bikin roti tentunya gandum, mentega serta bumbu lainnya
> sebagai bahan dasar yg mempunyai nilai, nemun minyak yg kita hasilkan
> tidak memiliki nilai awal.
>
> Apakah 85:15 ini menunjukkan bahwa yg 85% lebih beruntung ?
> Jawabnya bisa macem-macem .... dengan cara mudah anda akan tahu 85:15
> ini tidak selalu menjadi 'nilai akhir' perhitungan. Ada banyak
> komponen didalamnya.
>
>
> Kontrol
>
> Yang lebih membuat rumit lagi adalah 'kontrol', siapa yg mengontrol
> eksplorasi-produksi-eksploitasi ini ?
> Laporan IHS Energi yg aku posting dimilist sebelah cukup menrik utk
> dibaca --> ( http://groups.yahoo.com/group/indoenergy/message/1441 )
> menunjukkan bahwa industri perminyakan akan masih menarik. Namun
> keteratrikan akan lebih banyak ditukan oleh kondisi geopolitik bukan
> kondisi geologis. Ini juga sudah kita sadari, kan ?
> Jadi kalaupun sumberdaya minyak yg dibawah sana jumlahnya "sak
> erat-erat" (buanyak sekaleee), mungkin akan menjadi basi kalau tidak
> ada yg mengambilnya. Nah yg mempunyai kuasa mengambil saat ini kan si
> pemilik modal. Disinilah pentingnya investasi.
>
> Dilema, kah ? .... mengundang investasi dari luar bisa diartikan
> mengundang orang mengambil barang yang "rasanya" telah kita miliki.
> Mau diambil sendiri kita takut risiko atau juga emang ndak punya modal
> untuk mengambilnya.
> Mungkin bukan dilemma tetapi memerlukan "kerja sama" artinya 'ya harus
> sama-sama kerja'. Janganlah menyerahkan sepenuhnya kepada investor,
> karena investor bisa saja nakal dan 'host country'nya pun bisa pula
> diisi oleh anak-anak nakal (koruptor). Nah akhirnya yang rakyat
> "merasa" memiliki resources juga tidak menerima apa yg tadinya pernah
> lihatnya atau didengarnya sewaktu sekolah bahwa negara ini telah
> "Indonesia ini diberkati dengan sumberdaya alam yg melimpah".
> Sekarang malah dipertanyakan ... "ah apa iya kita ini diberkati  ?"
>
> Perlukah modal dari 'host country' ?
> Tentusaja perlu, namun seberapa perlu ini yg sering kita perdebatkan.
> Mudahnya, host country sebagai penjual tentunya memiliki barang jualan
> yg bagus (geologi). Nah untuk menarik pembeli tentunya harus
> pandai-pandai mempercantik barang dagangannya. Aku ambil contoh di
> Malaysia sini (ah, lagi-lagi rdp nengoknya ke Petronas mlulu ... surri
> :). Petronas PMU (semacem BP Migasnya Indonesia), bermodal dan berani
> melakukan pengeboran beberapa struktur (prospect) untuk meningkatkan
> nilai jual, atau untuk mempercantik jualannya supaya dibeli orang.
> Sumur-sumur ini ditargetkan untuk memberikan data serta 'iming-iming'
> bahwa daerah ini cukup menarik.
> Barangkali cara ini bisa ditiru oleh departemen pertambangan untuk
> melakukannya dengan lebih agresif. Jadi kita tidak ikutan langsung
> untuk eksplorasi yg memerlukan modal jauh lebih besar, tetapi kita
> lebih manfaatkan modal keuangan kita untuk mempercantik barang
> jualannya.
> <guyon on>
> Modal dari mana wong habis buat bayar KBC ...
> Belom lagi untuk subsidi bbm ....
>  ... :(
> <guyon off>
>
>
> RDP
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke