Dari Kompas tidak ada kutipan mengenai terorisme ilmiah, tapi ada bukti mengapa tengkorak itu masih termasuk Homo Sapiens dan penelitian ulang akan dilakukan lagi. Tampaknya tulisan 'yli' lebih mementingkan sisi 'terorisme ilmiah' peneliti Australia daripada mengapa tengkorak itu bukan milik manusia spesies baru.

Salam
Minarwan
-----
"Manusia Flores" Akan Diteliti Ulang

Yogyakarta, Kompas - Fosil "manusia Flores" yang ditemukan di Liang Bua,
Flores, Nusa Tenggara Timur, akan diteliti ulang oleh para arkeolog
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian tersebut untuk menjawab
apakah fosil yang ditemukan di Liang Bua itu merupakan spesies baru
dengan nama Homo floresiensis, seperti diklaim peneliti dari Australia.
Mereka menduga, "manusia Flores" itu bukanlah spesies baru, melainkan
salah satu saja dari subspesies Homo sapiens dengan ras Austrolomelanesid.

Hal itu disampaikan Kepala Laboratorium Bio-antropologi dan
Paleoantropologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Teuku Jacob,
Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Prof Dr RP Soejono, Etty
Indriati PhD (dosen dan peneliti di laboratorium tersebut), serta Drs
Koeshardjono, Jumat (5/11) di Yogyakarta.

"Manusia Flores" hidup dalam rentang waktu Homo sapiens, yakni
13.000-18.000 tahun lalu. Selain itu, fosil yang ditemukan lebih
menunjukkan ciri manusia tulen, yakni gigi gerahamnya sudah modern
karena tidak besar dan tidak kecil. Jumlahnya pun sama dengan gigi
geraham manusia sekarang.

Arkeolog dari Australia diduga mengklaim "manusia Flores" sebagai
spesies baru karena tinggi tubuhnya yang hanya 106 sentimeter atau lebih
pendek dari manusia kerdil (pygmy) yang berukuran 125-130 cm.

Menurut tim UGM, ukuran tubuh "manusia Flores" yang kecil kemungkinan
disebabkan oleh evolusi insuler karena pengaruh lingkungan. Tubuh kecil,
saat itu, lebih menguntungkan untuk mendapatkan makanan. Sebab,
lingkungan tropis tempat mereka tinggal tergolong rindang oleh
pepohonan, bersemak, gelap, dan lembab. Berkaitan dengan adanya fosil
lain yang ukurannya lebih besar di tempat tersebut, Jacob mengatakan,
itu adalah fosil dari individu lain.

Tim Australia diragukan

Selain berbeda pendapat soal penggolongan "manusia Flores" ke dalam
spesies baru, para peneliti Indonesia juga meragukan beberapa hasil
analisis fosil oleh tim Australia. Peneliti Australia memperkirakan
fosil yang ditemukan berkelamin perempuan, sedangkan peneliti Indonesia
berpendapat laki-laki.

Taksiran umur fosil ini, menurut tim Arkeolog Indonesia, adalah 25-30
tahun, sedangkan tim Australia memperkirakan lebih dari 30 tahun.
"Perkiraan umur ini didasarkan pada batas antartulang dan tingkat
keausan gigi," ujar Jacob memaparkan.

Berdasar gigi itu pula, dapat disimpulkan bahwa Homo sapiens tersebut
termasuk pemakan segala atau omnivora. Penelitian lanjutan terhadap
fosil itu di UGM nantinya akan menjawab berbagai keraguan terhadap klaim
ditemukannya spesies manusia baru oleh Australia.

"Mana yang dianggap lebih benar akan ditentukan oleh konsensus
masyarakat ilmiah," kata Jacob menjelaskan.

Berkaitan dengan pemberian nama Homo floresiensis yang diberikan
Australia, Jacob mengatakan, dia tidak akan menggunakan nama itu karena
dia menganggap fosil terkait subspesies dari Homo sapiens.

Jacob menerangkan, fosil yang ditemukan berjumlah tujuh individu. Namun,
belum semuanya ditemukan secara utuh. Memang ada anggota tubuh satu
fosil yang sudah ditemukan lengkap, seperti jari tangan dan kaki, tetapi
tidak semuanya utuh. Fosil lain baru ditemukan bagian per bagian. Tim
arkeolog masih akan terus mencari anggota tubuh fosil lainnya.

Fosil tersebut selanjutnya harus disimpan di Indonesia. Jika ada orang
asing yang ingin meneliti, mereka harus datang ke Indonesia. Sebagian
fosil yang akan diteliti Tim UGM saat ini disimpan di Laboratorium
Bio-antropologi dan Paleoantropologi FK UGM.

Berkaitan dengan peneliti Australia yang mengklaim penemuan itu sebagai
penemuan mereka, Soejono mengatakan, dia tidak akan menggugat pihak
Australia karena ia percaya bahwa kerja sama yang ada harusnya
berdasarkan niat baik atau goodwill.(Y06/BSW)

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0411/06/utama/1368856.htm



O.K Taufik wrote:

Peneliti Australia Dinilai Lakukan 'Terorisme Ilmiah'
Laporan : yli/wed
YOGYAKARTA -- Pekan lalu, peneliti Australia mengumumkan telah menemukan fosil di Flores yang diidentifikasi sebagai Manusia Flores (Homo Floresiensis).
Kata Lektor Kepala Universitas New England, Australia, Mike Morwood dan Peter Brown, jenis manusia ini bukan Homo Sapiens.

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------



Kirim email ke