Keterbukaan data YRS dan rekan semua
Data Geologi(perminyakan)-keterbukaan - peraturan -IAGI Soal keterbukaan sepertinya sudah terbuka berdasarkan peraturan yang berlaku, hanya saja untuk mengakses dan mendapatkan data itu bayarnya cukup mahal. Contoh kita dapat "beli" data di PND. Cuma kalau harus bayar (baca mahal sekali)yaaaa itu "dapat" dipersoalkan. Peraturan harus jelas dan transparan. Peraturannya jelas ada,jelas dapat dapat dibaca, dan transparan dalam arti public dapat memperolehnya. Barangkali untuk dapat memperolehnya itu yang simpang siur. Bagaimana kalau saya usulkan begini: 1. IAGI memprakarsai mengumpulkan daftar instansi yang menyimpan data (nama, alamat, telpon, fax, e-mail, website) 2. IAGI menghimbau, kalau perlu membantu, setiap instansi tersebut menyusun daftar data geologi yang ada, termasuk statusnya (dpt/tdk dibeli, harga dst) 3. IAGI mengumpulkan peraturan yang berhubungan dgn data 4. Butir 1-4 dimuat atau di-link ke website iagi Yang diperlukan kemauan (manusia), kemampuan (manusia), biaya (IAGI memiliki kapasitas setidaknya untuk mencari sponsor). Bagaimana pak Ketum atau calon Calon Ketum mendatang? Saya sendiri, sih, mempunyai kemauan membantu, memiliki kemampuan dan biaya sangat sangat sangat terbatas. Basuki Puspoputro Elnusa Bangkanai Energy Ltd Ph.: (021)-7884-1201 Fx.: (021)-7818-432 -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, November 09, 2004 9:08 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [iagi-net-l] Baihaki Hakim: RI Sebaiknya Keluar dari OPEC > Merupakan faktor terpenting memang geologi , hal ini terbukti dengan penemuan penemuan didaerah yang sudah "mature" maupun didaerah yang masih "immature". Sebagai contoh penemuan besar di Cepu , daerah Madura, penemuan gas disekitar Surabaya oleh Lapindo ( yang merupakan lapangan minyak lama spt Kruka, dsb), penemuan didaerah baru seperti di Selat Makassar , daerah Donggi , daerah Papua/ Tangguh. Tetapi karena filosofi dasar dari migas berdasarkan konstitusi dimana migas mutlak merupakan milik Negara , dan juga dengan implikasi UU - 22 & 25 thn 1999 , maka banyak hal lain spt . jenis kontrak dengan Negara , tax regime , bantuan yang positip dari BP Migas dsb yang masih merupakan kendala. (Contoh yang paling gampang adalah diberlakukannya PPN dalam masa Eksplorasi). Salah satu hal yang akan membuka lebih lebar cakrawala geologi Indonesia adal;ah peraturan yang jelas dan transparan mengenai data yang sudah dimiliki oleh kita . Sekali lagi kita sebagai stake holder dan pemain dalam eksplorasi migas, berhak untuk mendapat Akses kedata yang sudah menjadi bagian dari data geologi. Pemerintah berkewajiban untuk memberikan layanan kepada setiap fihak yang memiliki kemampuan untuk mempelajari geologi dengan tujuan mendapatkan blok / daerah yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Peraturan mengenai hal itu harus jelas dan transparan. Hanya dengan beribu ribu studi yang dilakukan oleh para ahli geologi maka migas yang masih berada dibawah permukaan , baik migas sebagai sisa produksi lapangan maupun migas "baru" , akan ditemukan. Jadi peran ahli geologi baru akan maksimal , apabila keterbukaan dalam memanfaatkan data yang sudah ada benar benar terlaksana dengan baik. Kalau mengenai OPEC , saya sependapat dengan BH , lha kita sudah tidak real exporter ngapain masih nganku ngaku exporter ? Maaaf , kaya onani otak saja ya. Si Abah. Baihaki Hakim: "Berdasarkan kajian Indonesia Petroleum Association > (IPA), yang terpenting bagi investor adalah faktor geologi," > > nah apa kata para ahli geologinya ? > > rdp > ================= > > Baihaki Hakim: RI Sebaiknya Keluar dari OPEC > > JAKARTA--MIOL: Indonesia sebaiknya keluar saja dari keanggotaan > organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) karena secara nyata > sudah tidak menguntungkan lagi dan iurannya juga besar sekitar dua > juta dolar AS per tahun. > > "Tidak ada keuntungan nyata saat ini bagi Indonesia menjadi anggota > OPEC," kata Mantan Direktur Utama PT Pertamina, Baihaki Hakim dalam > seminar sehari Prospek Investasi Migas Pasca PP Hulu dan Hilir di > Jakarta, Senin. > > Menurut dia, dalam kondisi seperti sekarang ini, produksi minyak kita > cenderung turun sementara konsumsi terus meningkat, bahkan > sewaktu-waktu pernah di atas produksi maka sudah sebaiknya keluar saja > dari OPEC. > > Di samping bisa menghemat dua juta dolar AS dari iuran yang harus > dibayar sebagai keanggotaan OPEC, juga bisa memberikan penjelasan > lebih konkrit kepada bangsa Indonesia bahwa produksi minyak di negara > ini sudah tidak melimpah lagi. > > "Dengan keluar dari OPEC maka bangsa ini semakin bisa mengerti bahwa > minyak yang dihasilkan di negeri ini sudah tidak melimpah lagi > sehingga pada akhirnya mereka bisa lebih mengerti untuk melakukan > hemat energi," katanya. > > Pada saat ini, tingkat produksi minyak Indonesia mengalami penurunan > sebesar 16 persen, sementara permintaan konsumen terhadap BBM > cenderung meningkat sekitar enam persen. > > Sementara itu, terbitnya PP Hulu dan Hilir tidak serta merta > meningkatkan jumlah investasi di sektor migas, namun paling tidak bisa > menekan penurunan produksi agar tidak terlalu tajam sehingga mencapai > level yang wajar. > > "Saya pesimis, kebijakan tersebut bisa langsung mendongrak produksi, > tapi setidaknya bisa menekan agar penurunan tidak terlalu tajam," > katanya. > > Menurut di, tiga hal yang menjadi perhatian investor yaitu faktor > geologi, stabilitas makro dan situasi polkam. Namun soal geologi, > menjadi perhatiannya serius terutama dalam mendapatkan cadangan migas. > > Di Indonesia, yang pertambangan minyaknya sudah berumur 100 tahun maka > akan geologinya akan beralih ke wilayah laut dalam dan Indonesia > Bagian Timur. > > "Berdasarkan kajian Indonesia Petroleum Association (IPA), yang > terpenting bagi investor adalah faktor geologi," katanya. (Ant/O-1) > > > > http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=51567 > -- > my blog : > http://putrohari.tripod.com/Putrohari/ > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan > Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

