Saya sendiri mengalami 'putus hubungan' beberapa kali dengan milist IAGI. Dan saya coba registrasi ulang tidak bisa. Contohnya per september saya putus hubungan tanpa sebab yang jelas, bouncing tidak mungkin rasanya karena mailist lain ok2 aja. Karena dah cape mau me registrasi ulang tidak bisa akhirnya saya terima nasib saja. Baru 2 hari terakhir tiba2 saya mulai menerima email lagi. Apa memang di rentang waktu itu tidak ada yang mengirim email yaa..? Atau mas Admin melakukan sesuatu dengan alamat email saya..?
(saya cuma bingung.. kenapa yaa..? apa email system saya yang salah).Saya gak pakai gratisan dan gak pake email perusahaan juga.
lam salam, aria
----- Original Message ----- From: "Paulus Tangke Allo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, November 25, 2004 4:08 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Test Millist IAGI-Net
apabila email yg dikirim sampai di milis tapi tidak terbaca oleh si pengirim,
kemungkinan penyebabnya adalah masalah TTL (time to live).
setiap email yg dikirim akan memiliki TTL yg besarnya di-set oleh
admin perusahaan ybs.
tiap kali email ini melewati sebuah node (semacam persimpangan jalan)
maka angka TTL-nya akan dikurangi satu.
andaikata sistim network-nya terlampau ruwet maka email ini akan
melewati banyak sekali "persimpangan jalan" akibatnya angka TTL akan
berkurang terus sampai mencapai angka 0 (0 adalah angka TTL minimum).
Bila TTL sampai mencapai angka 0 maka email akan berada dalam keadaan "dead".
oleh sebab itu ada istilah "dead mail", ini mengacu kepada email yg
dikirim tapi tidak bisa sampai di tujuan karena angka TTL-nya mencapai
0. dgn kata lain, emailnya "mati di tengah jalan".
solusinya? minta ke admin agar di-set TTL-nya agak besar.
lalu kenapa admin tidak men-set TTL dgn angka yg sangat besar dgn harapan tidak terjadi "dead mail"?
problemnya adalah, andaikata network tujuan tidak berfungsi maka email
dgn TTL yg sangat besar akan terus menerus mencari jalan agar bisa
sampai di network tujuan. kalau terlalu lama "bolak-balik", akan
terjadi yg namanya bouncing.
emailnya sendiri pada akhirnya akan jadi "dead mail" tapi akan butuh waktu lama.
bouncing email ini akan mempengaruhi performa network (beban network
meningkat).
oleh karena itu kebanyakan admin men-set TTL email cukup kecil (dan biasanya akan menolak utk menaikkan angka TTL), dgn asumsi, dgn TTL sekecil ini, mestinya dikirim kemanapun pasti sampai karena tidak ada "bottle neck" di network dan kualitas koneksi sangat bagus sehingga tidak akan sampai "dead mail". yg repot kalau asumsinya admin meleset :)
tapi ini tidak ada hubungannya dgn posisi geografis yah... maksudnya, sekalipun posisi geografisnya di tengah kota, kalau kualitas koneksi atau networknya tidak efisien, tetap saja akan terjadi "dead mail". ini pernah terjadi pada email account salah satu perusahaan minyak yg berlokasi di Jakarta. semua member milis iagi-net yg mengirim email dari perusahaan tersebut, pasti tidak akan menerima postingannya sendiri. setelah beberapa waktu, akhirnya masalah ini berakhir (mungkin karena ada yg protes...) dan setiap orang bisa membaca postingannya sendiri.
yg paling aman, pakai email gratisan seperti yahoo, soalnya email gratisan pasti akan menggunakan TTL yg besar. sebab, kalau sampai ada yg kirim email lewat email gratisan kemudian tidak sampai di tujuan maka dipastikan email gratisan tsb akan tidak laku :)
demikian sekilas info
Paulus
On Thu, 25 Nov 2004 15:34:23 +0900, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Birean, memang ada yang aneh.
Kalau e-mail dari saya, contoh-nya e-mail ini, akan terkirim ke millist IAGI (kata Pak Paulus, nyampe)
tapi saya tidak terkirimi e-mail SAYA sendiri, orang lain MUNGKIN bisa membacanya.
Sebelumnya - beberapa bulan yang lalu- kalau saya kirim ke Millist IAGI
saya akan membaca e-mail saya sendiri (yang otomatis dikirim oleh IAGI).
Jadi saya merasa yakin bahwa e-mail saya terkirim, meskipun di Sent Items saya juga muncul.
Sehingga saya mengirim e-mail dengan do'a/harapan "insya Alloh" sampai.
Atau mungkin karena saya dihutan, saya tidak tahu perkembangan millist forwarded rules.
Begitu kah ?.
Best Regards, Moch Johaness Djuharlan PT Freeport Indonesia
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

