Aku jadi inget obrolanku dengan Den Mas mBong si The One (soale dia sendirian kerja untuk Pertamina di Malaysia :). Dia crita kalau di KL ini banyak anak muda (umur 40 tahun) yang meninggal akibat kangker. Dan menurut beliau juga bahwa air dari keran di KL sepertinya juga bukan air minum.... Kalau membaca uraian Minarwan ttg Bangka sepertinya ada sesuatu yg bisa dijadikan hipotesa awal ... skalilagi bukan kesimpulan, tetapi hipotesa yg perlu diuji lagi looh.
Walopun Malaysia cukup sukses menangani reklamasi lahan (seperti aku tulis dulu ttg Mines Wonderland), namun sisa-sisa pertambangan ini ternyata tidak berhenti distu saja. Daerah pertambangan emang seering sekali "sudah tercemar dari sononya". Ataukah ini yg menjadikan kota tambang di Amrik emang sengaja ditinggalkan ? Air minum bagaimanapun juga merupakan salah satu kebutuhan pokok untuk menunjang kehidupan. Kualitas air merupakan salah satu yg harus dilihat dalam menggkaji kelayakan huni serta daya dukung suatu daerah ,,,, Walopun kita bisa saja mempunyai Perusahaan PDAM .... Kalau kelakar temen-temen di Bandung kemaren PAM itu emang singkatan dari --->"Perusahaan Air Mandi" ... bukan air minum ... wong sering ndak layak diminum kok. Nah soal cancer serta meninggal di usia muda pada pegawe2 Petronas ini katanya disoroti cukup serius oleh manajemen. Apakah akibat stress kerja atau akibat lingkungan yg tidak layak huni.... ini juga penting untuk perusahaan yg diproyeksikan melejit di tahun 2010 nanti. Adakah yg punya cerita dari unconventional geologi di PIT IAGI kemaren ttg "Medical Geology"? Adakah meninggung soal daya dukung alam terhadap suatu kota dengan akibat-akibat klinis bagi penghuninya ? RDP On Wed, 8 Dec 2004 03:25:32 +0100 (MET), Minarwan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Air tanah tidak layak minum bisa dikarenakan: > 1. Pencemaran akibat ulah manusia > 2. Kualitasnya secara alamiah memang tidak pantas untuk diminum, seperti air > di pulau Bangka (maap lagi-lagi contohnya Bangka) yang katanya (hasil > penelitian salah satu dosen Kedokteran gigi Unair, lupa nama beliau, saya > baca di koran Kompas kali yah, soalnya udah bertahun-tahun yang lalu) > mengandung logam timah sehingga gigi banyak orang Bangka gak karuan. > > Jangan terlalu cepat menyimpulkan sesuatu walaupun mereka terkesan > berhubungan. > > cak min --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

