Ada yg inget Pak Jojo Sumartojo (Geol ITB 1961) ? Beliau mengajak Geologist pemerhati lingkungan untuk ikut menebar ilmu lingkungan disana
RDP --- In [EMAIL PROTECTED], Yo Sumartojo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Rekan rekan pemerhati lingkungan, Dari jauh saya ikuti kasus Teluk Buyat, melalui surat kabar, jalur-umum ataupun jalur pribadi. Hanya sebagai berita pembanding, sebenarnya ada beberapa persoalan dasar tentang kadar logam ataupun senyawa lainnya dalam suatu pencemaran lingkungan, misalnya: 1. Ada bedanya antara kata-kata "pollution" dan "contamination". Kontaminasi memberi arti adanya senyawa asing dalam air, udara, ataupun tanah dalam kadar yang tidak membahayakan kesehatan manusia ataupun binatang. Misalnya segelas air kalau terkontaminasi oleh setetes kecil sambal pedas, saya masih bersedia minum air tadi tanpa dampak buruk pada kesehatan saya (kontaminasi). Kalau beberapa sendok makan sambal dimasukkan kedalam gelas tadi dan saya masih saja minum air tadi, maka saya bisa terbirit-birit lari kebelakang karena sakit perut(polusi). Pentingnya membedakan kata-kata tsb., yalah karena di A.S. sering-sering terjadi persoalan tuntutan hukum yang akhirnya berhubungan dengan "uang" . Jadi karena banyaknya persoalan hukum (litigasi) banyak juga sarjana-sarjana lingkungan yang sekolah lagi menjadi sarjana hukum-lingkungan (environmental lawyer) karena imbalan finansial yang lumayan. Tuntutan kriminal biasanya makan waktu lama karena harus dibuktikan bahwa suatu pencemaran memang disengaja! Misalnya membuang sampah industri seenaknya! Air limbah dari industri yang langsung dibuang kesungai; bahkan pemerintah kotaprajapun yang mencemari lingkungan bisa dituntut juga oleh pemerintah pusat! 2. Dampak pencemar, apakah akut (acute) atau kronik (chronic). Rekan-rekan yang bekerja dalam bidang kesehatan tentunya sangat mengerti tentang ini. Penyakit Minamata baru diketahui setelah beberapa tahun karena dampak kronik 3. Seharusnya pendidikan kita, setelah keluar dari bangku universitas, tidak akan berhenti. Saran saya yalah jangan takut untuk melintasi batas pendidikan formal. Sebagai geologiawan ataupun apa saja, kita harus bersedia belajar tentang masalah lingkungan, walaupun diluar profesi kita. Seorang geologiawan, misalnya, harus bersedia belajar tentang: Kimia larutan, kimia organik, permodelan komputer, bioremediasi, "environmental health", "phytoremediation" dsb., dsb. Bahkan Jawatan Geologi A.S. mempunyai kelompok kerja (Dr. Robert Finkelman)yang ber-fokus dalam "geologi kedokteran" atau bahasa sono-nya "medical geology". Hanya karena prasangka keadaan di Indonesia, mereka yang ada di Jawatan Geologi A.S. membatalkan untuk memberikan loka-karya di Indonesia tentang "medical geology" . Bidang "medical geology" mempunyai banyak kaitan, misalnya, dengan persoalan lingkungan di Teluk Buyat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami bisa melaksanakan rencana ke Indonesia. Dari pertanyaan semula : "Adakah geologiawan dalam mailing list ini?", jawab saya yalah :"Ya" - bahkan di Indonesia banyak lagi rekan-rekan geologiawan yang segan buka suara karena mungkin saja jera. Kalau diantara rekan-rekan dalam mailing list ini yang bersedia bertukar pikiran, marilah kita mulai! Sebagai perkenalan, saya lulusan Tambang ITB (1961), "tersesat" kebidang geologi (lingkungan) dan sekarang bekerja sebagai konsultan paruh-waktu; pekerjaan saya antara lain memberikan loka-karya (sebagai relawan) tentang permodelan komputer tentang pencemaran airtanah (bukan tanah air!) oleh bahan minyak dan logam, tinggal di Marietta, kampungnya Atlanta di negara bagian Georgia, A.S. salam, Yo Sumartojo --- End forwarded message --- -- my blog : http://putrohari.tripod.com/Putrohari/ --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

