lain donggg.... yg dipake bukan APBN yg notabene adalah uang negara "hasil ngutang"
dalam kerjasama itu ada pihak yg punya modal, punya teknologi, dan yg punya kewenangan
yg punya modal + teknologi itu swasta
yg punya kewenangan itu pemerintah
trus digabung dengan sharing revenue tertentu sesuai bobot kontribusinya dalam jangka batas waktu tertentu, sebelum BEP (break event point) dan setelah BEP bobot sharing revenuenya dirubah.
Jadi tanpa modal "uang rakyat" pembangunan bisa berjalan bahkan dapat pemasukan uang negara hasil sharing revenue dan jangan lupa pajak juga bisa jadi pemasukan, itu adalah salah siasat untuk sebuah kemajuan pembangunan plus menggairahkan dunia usaha yg bisa berkontribusi dalam bentuk investasi baik modal maupun operasional. Selain itu ada untungnya, yaitu resiko kegagalan tidak sepenuhnya di pundak pemerintah. Pemerintah kan yg punya kewenangan jadi posisinya lebih atas sbg supervisi. Kayak Oil Company bisa bilang ke perusahaan service drilling...hee...kenapa kamu ngebornya kok nggak karu-karuan begini udah gitu lama lagi.................
regards, PR
At 11:06 AM 12/20/2004 +0800, you wrote:
wahh...yah sama saja Pras... kerjasama dgn pihak swasta maksudnya pembangunan infrastruktur dilakukan oleh pihak swasta, nanti sbg gantinya, uang yg didapat akan dibagi antara swasta dgn pemerintah dalam jangka waktu tertentu. yah ngutang juga dong namanya.... :)
-- paulus
On Mon, 20 Dec 2004 09:13:15 +0700, Prasiddha Hestu Narendra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > kalau soal biaya bisa diotak-atik sama orang yg jago ekonomi, ndak perlu > ngutang tetapi kerjasama sama pihak swasta sebagai penyandang dana, seperti > jalan tol yg sering kita lewati. Asalkan harganya tidak pakai main mata shg > menggelembung.......... > > PR
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

