Untuk info anda saja, bahwa biasanya Brunei Shell ikut program-program GSM. Tapi beberapa tahun terakhir panitia yang didominasi oleh Petronas menolak paper dari Brunei, karena sudah penuh (demikian alasannya). Termasuk academic paper yang disampaikan oleh dosen-doesen UBD. Kami perhatikan conference juga dipenuhi oleh Petronas.
Jadi saya tawarkan IPA. Selama 3 tahun terakhir ini Brunei Shell cenderung ikut program IPA. Karena juga mereka sadari presentation, poster dan exhibition-nya jauh lebih bagus. Selain itu mereka bisa belajar banyak dari operator di Indonesia (yang jumlahnya jauh lebih banyak dari operator di Malaysia). Teguh, jangan berkecil hati dengan schedule paling belakang. Dari segi skill, orang Malaysia memang minder sama orang Indonesia. Kalau dengar dari SEAPEX ceritanya lain lagi. Kelihatannya mereka merasa 'tidak disukai' oleh Petronas karena tidak pernah buat conference di KL, yang menurut Petronas, adalah pusat dari Southeast Asia. SEAPEX tidak bisa berbuat banyak karena sebagian besar anggotanya lebih senang buat conference di Singapore (termasuk operator di Malaysia). Jadi dibuatlah KL chapter untuk SEAPEX. Tapi itu tidak menyelesaikan masalah. -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 21 December 2004 12:01 To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [iagi-net-l] PGCE di Kuala Lumpur - Pandangan Mata PGCE adalah singkatan dari Petroleum Geology Conference and Exhibition, yang diselenggarakan oleh GSM (Geological Society of Malaysia), yang diselenggarakan setahun sekali dan mengkhususkan di bidang petroleum. Acara ini biasanya cuman 2 hari saja, dan baru saja selesai minggu lalu, 15-16 Desember. GSM sendiri setiap tahun mengadakan conference sendiri yang sifatnya lebih umum, mirip dengan IAGI annual convention, yang panitianya dari segala bidang ilmu geologi (tapi kelihatannya malah minus/sedikit partisipasi dari orang-orang Petronas). Sedangkan PGCE, semua panitianya adalah dari Petronas. Dan yang agak unik menurut saya adalah, walaupun event ini utk petroleum tetapi tidak ada satupun panitia yang berasal dari PSC yang beroperasi di Malaysia. Sangat berbeda sekali dengan IAGI, yang banyak melibatkan personel dari PSC. Saya belum pernah melihat suatu acara yang sebesar IPA disini. Tahun lalu di PGCE, saya lihat ada tiga nama Indonesia di Poster session, saya sendiri, Sugeng Suryono (program Phd di University Malaysia) dan Herman Darman. Tahun kemarin paper yang dipresentasikan ada sekitar 38 paper, dgn poster session ada sekitar 18 poster. Sehingga presentasinya diadakan di dua ruangan. Shell dan ExxonMobil sangat mendominasi paper presentation. Belum ada nama Indonesia yang muncul di oral presentation. Tahun ini PGCE-nya menurut saya sedikit sepi. Oral presentation cuma ada 23 paper, dan posternya masih bertahan, yaitu sekitar 17 poster. Saya lihat sudah mulai banyak nama Indonesia sekarang, ada Aris Setiawan, Gunawan Taslim, Sugeng Suryono, saya sendiri, di Oral paper presentation dan ada Agus Widjiastono di Poster session. Utk oral presentation tahun ini, dari PSC sangat sedikit, Shell cuman keluar 1 paper, ExxonMobil 2 paper, dan Murphy 1 paper. Yang buat saya agak sedih (ini kalau berpikir negatif lho....), dari dua orang Indonesia yang maju oral presentation yaitu saya dan Sugeng, dua-duanya ditaruh di presentation yang paling akhir, yang satu di hari pertama , yang satunya lagi di hari kedua. Kalau mau berpikir positif dan nyenengin hati sih, dua paper orang Indonesia ini ditaruh paling akhir, untuk nahan orang-orang supaya nggak bubar sebelum conference berakhir.........he he he... Yang menurut saya agak unik juga adalah souvenir yang diberikan kepada peserta. Tahun lalu diberikan 'ransel' yang bentuknya seperti ransel utk terjun payung, sangat bagus. Tahun ini dikasih jaket, jadi tidak melulu tas tangan tipis, yang biasanya begitu habis conference langsung nggak dipakai lagi. Secara umum, menurut saya IPA lebih meriah. Acara seperti PGCE ini, OK-lah utk negara kecil seperti Malaysia yang penduduknya cuman sekitar 23 jutaan. Salam, Teguh P. --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

