Berikut kutipan wawancara Metro TV dalam acara breaking news tadi malam dengan pak Fauzi, Ka. Subdit Seismologi dan Tsunami BMG mengatakan bahwa perbedaan hasil pengkuran BMG dan USGS karena perbedaan metode & alat yang digunakan :
- BMG mengukur magnitude body wave - USGS mengukur magnitude moment wave Dikatakan juga bahwa dengan metode BMG perbedaan magnitude gempa pertama dan berikutnya (dilokasi yang sama?) tidak terlalu jauh (misalnya 6,8 menjadi 6,4 SR), sedangkan dengan USGS akan mengalalami perubahan yang cukup jauh (misalnya 8,9 menjadi 7,5 SR). Mungkin ada yang bisa menambahkan detilnya? Salam Darwin Tangkalalo Unit Bisnis Pertamina EP (Tanjung) -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, December 27, 2004 9:12 AM To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [iagi-net-l] Seberapa besarnya gempa kali ini ? Kalau ukuran gempa dihubungkan dengan bencana permukaan tentu memang yang lebih akurat adalah pengukuran gelombang permukaan karena umumnya yang menimbulkan bencana besar adalah gelombang permukaan tersebut Saya baca di website bahwa pengukuran gempa dihitung dari 2 factor ...yaitu waktu tempuh antara P wave dan S wave yang membantu menentukan jarak dari tempat pengukuran ke lokasi gempa..dan yang kedua adalah pengukuran amplitudo dari shear wave . Dari amplitude dan distance baru ditentukan magnitude....dari magnitude lalu dihubungkan ke energi dan lalu ke rithcer... Jadi di skala rithcer tidak pernah digunakan gelombang permukaan dalam perhitungannya...(CMIIW)... Nah yang jadi pertanyaan bagaimana metode yang digunakan oleh USGS dalam perhitungan gelombang permukaan tersebut ...apakah dari konversi energi yang dihitung dengan metoda di atas , kemudian melakukan permodelan perhitungan bila gelombang permukaan tersebut melewati laut dan kemudian memperkirakan berapa besar energi tsunami yang akan timbul...(karena gelombang permukaan tergantung sekali dengan media penghantarnya...) Kalau kasus gempa di aceh apakah juga dirasakan di jakarta ?...kalau di balikpapan kok enggak ya...? Mungkin enggak kalau energi gempanya sendiri tidak terlalu besar (benar catatan BMG ) tapi effect tsunami karena gempa tersebut yang lebih dominan...? sehingga yang terkena effect lebih di daerah yang dekat pantai....? Karena Indonesia banyak daerah pantai..apakah mungkin dibuat skala juga untuk bencana tsunami yang dihubungkan dengan energi gempa...kalau gempa sekian ritcher maka energi tsunami akan sekian ....? dan apakah bisa dihitung juga kalau terjadi gempa pada jam tertentu , maka akan berapa jam lagi kita akan menerima gelombang permukaan atau tsunami tersebut...sehingga pencegahan effect tsunami bisa dilakukan...? Kalau masalah kalibrasi masak sih tools BMG enggak pernah dikalibrasi...? Regards Ferdinandus Kartiko Samodro TOTAL E&P Indonesie Balikpapan DKS/TUN/G&G 0542- 533852 Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> 26/12/2004 10:01 PM Please respond to iagi-net To: [email protected], "Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)" <[EMAIL PROTECTED]> cc: Subject: [iagi-net-l] Seberapa besarnya gempa kali ini ? On Sun, 26 Dec 2004 04:35:35 -0800 (PST), nyoto Soenarwi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Seismograf-nya BMG RI perlu dikalibrasi lagi tuch ..... kenapa sampai begitu besar kesalahannya? (antara 6.6 SR dibanding 8.1 - 8.5 SR di USA & Perancis). > > Gimana itu Bang Mail, di BPPT apa ada yang bertanggung jawab untuk mengkalibrasi seismograf BMG RI? > Seberapa besarnya gempa ini ? Seringkali angka ini menunjukkan seberapa besar kekuatan "daya rusak" gempa ini. Namun seringkali sampingan dari gempa seperti gelombang tsunami kali ini justru itulah yg menyebabkan banyak korban. Ya kali ini BMG menuliskan sebelumnya menyatakan 6,4 SR dan diruba 6.6 SR dan terkahir menyebutkan 6.8 SR setelah diralat (detik). USGS Badan geologinya Amerika menyebutkan 8.1 yg kemudian diralat menjadi 8.5, teakhir saya akses di web USGS menyebutkan 8.9 SR. Jadi mana yg mesti dipercaya kekuatan gempanya yg akurat BMG atau USGS ? Masalahnya bukan sekedar percaya yang mana. Banyak hal yg mesti dilihat dari sebuah kejadian gempa ini, dan juga bagaimana mengevaluasinya. Saya bukan ahli gempa namun sering mengamati kejadian gempa-gempa ini, karena . Untuk melihat kekuatan gempa tentunya ada banyak yg mesti dilihat, beberapa aspek dibawah ini mesti diketahui. Kejadian gempa bukan sekali saja "mak dher !" terjadi. Selain adanya gempa susulan dari titik gempa (epicenter) yang sama, juga gempa ini terjadi berturutan dalam sebuah daerah yg berdekatan yang sering dihubungkan dengan sebuah patahan (fault) dimana patahan ini sering juga berupa batas lempeng tektonik yg bergerak aktif. Di region atau tempat ini gempa terjadi beberapa kali ditempat yg berdekatan. kekuatannya berbeda-beda dan belum tentu yg terbesar terjadi paling awal. Sehingga kekuatan gempa itu sering dikoreksi ulang. Jadi mungkin saja gempa pertama kedua dsb harus diperhitungkan. Itulah sebabnya USGS maupun BMG selalu mengkoreksi berapa besarnya gempa kali ini. Skala kekuatan gempa juga bermacam-macam. Ada skala Richter (ini yg paling populer), selain itu juga ada Skala MMI. Skala ini diukur berdasarkan metode serta tujuan yg berbeda-beda. bahkan skala Richter yg dipakai BMG-pun berbeda dengan metode yg dipakai USGS. Kalau tidak salah BMG menggunakan gelombang dalam bumi, sedangkan USGS menggunakan pengukuran gelombang permukaan (broad band), yang tentu saja hasilnya berbeda, bahkan angka yg ditunjukkan USGS akan cenderung lebih besar angkanya. Skala gempa juga ada yg mengacu kepada "rasa" serta pengamatan visual. Skala ini cenderung dipakai utk melihat kerusakan yg ditimbulkan, bukan energy yg dipancarkan akibat gempa. Gempa dalam tentunya efeknya berbeda dengan gempa yg dangkal, walopun kekuatan energinya sama. Mungkinkah alat BMG perlu kalibrasi ulang ? Jawabnya bisa iya bisa tidak, masalahnya metodenya saja jelas berbeda, tentunya hasilnya tidak sama. Mungkin penyamaan metode ini perlu juga untuk konsistensi angka. Dan kalau saya melihat angka korban jiwa yang mencapai 2500-an saja sudah cukup membuat prihatin tanpa melihat angka skala richternya. Gempa di aceh ini sebenernya sudah pernah di"ramalkan" bakal terjadi oleh Dr Danny (dari ITB) seperti yg aku kutip sebelumnya. Namun ternyata penantian gempa ini masih jauh dari sempurna, karena ramalan ini baru "dateng" setelah setahun diduga bakal terjadi. Siapa sih yg berani bertaruh dengan ramalan gempa dengan orde kesalahan seperti ini ? RDP ================ --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

