Sahabat,
Rencana Tuhan terhadap ciptaannya di dunia kita tidak
tahu. Namun belajar dari kasus Gempa Tsunami yang
melanda Aceh dan sekitarnya kemudian analisis tentang
pengulangannya serta catatan tentang kejadian di
seputar Jakarta (Gunung Krakatau di Selat Sunda tahun
1883), sangat mungkin Gempa /dan atau Tsunami
menjangkau Jakarta dan sekitarnya. Periodenya mungkin
sudah mendekat dengan dampak yang lebih besar
dibandingkan peristiwa di tempat yang sama sebelumnya.
Bisa dibayangkan kejadian yang mengerikan akan
terjadi. Ombak Air laut minimal setinggi 2 meter masuk
kedalam kota Jakarta. Bahaya langsung adalah wafatnya
jutaan orang dan prasana gedung, jalan, dll yang
hancur. Akibat kemudian lebih parah lagi karena
perekonomian Indonesia 70 % berpusat di Jakarta. Juga
sumber pembangkit listrik Jawa Bali ada di antara
Selat Sunda dan Jakarta. Maka dampaknya akan terasa
pada ratusan juta rakyat Indonesia. Ini mungkin akan
menghabiskan sebagian bagsa Indonesia dan
kesejahteraan Indonesia mundur beberapa abad.
Pertanyaan yang timbul adalah apakah pemerintah atau
lembaga terkait (IAGI, HAGI, dll) sudah memikirkan
kemungkinan ini. Bila sudah, apa tindakan preventif
yang sudah dijalankan (pemantau gempa / tsunami,
sosialisasi dll).
Mumpung kita masih diberi waktu dan pelajaran dari
kejadian yang sudah terjadi serta ilmu yang kita
punya. Mari kita realisasikan demi kesejahteraan
seluruh bangsa kita yang kita cintai bersama.
Minimal denga 3M (pinjam istilah Aa Gym), Mulai dari
diri kita, Mulai dari hal kecil dan Mulai hari ini;
kita sosialisasikan bahaya yang mungkin timbul dengan
pengetahuan yang kita miliki. Allah akan membalasnya
dengan pahala karena kita berbuat baik terhadap orang
lain. Amien.
Ini hanya sebuah pemikiran kecil dari salah satu anak
bangsa yang peduli dengan rakyatnya.
TAM
--- Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> On Thu, 30 Dec 2004 07:20:48 +0700, witan
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Pak Rovicky,
> > Tidak semua pantai kan? Hanya Pantai Barat
> Sumatera kah? Termasuk Pantai
> > Selatan Jawa kah?. di Ancol aman kan?
> > Witan
>
> Pertanyaan mirip spt ini yg paling banyak saya
> terima.
> Dari sisi bencana tsunami menurut saya yg "awam"
> ini, sepertinya
> aman-aman saja. Namun kalau saja ... kalau saja nih
> ... seperti yg
> disitir pak Danny adanya kemungkinan memicu
> aktifitas volkanik, maka
> bahaya tsunami tentu saja ada dimana saja.
>
> Yang terpenting menurut saya adalah .. sudah adanya
> "awareness and
> alertness" tentang bahaya bencana alam. Kesadaran
> akan bencana alam
> ini yg perlu dimiliki oleh masyarakat. Pantai utara
> Jawa mungin saat
> ini tidak terancam (relatif lebih
> kecil), namun saat-saat inilah yg tepat untuk
> memberikan kesadaran
> serta pembelajaran akan bahaya tsunami, serta
> kesadaran bagaimana
> hidup di lingkungan yg beresiko mengalami bencana.
>
> Yang terpenting adalah pengetahuan akan datangnya
> tsunami.
> Prediksi bisa salah dalam orde hari atau bulan atau
> tahun. Tetapi
> kewaspadaan jangan dilewatkan kapanpun ordenya bisa
> menit dan jam.
> dengan mengetahui gejala2 munculnya bencana ini
> lebih bermanfaat
> disamping adanya prediksi dan peringatan diri (early
> warning) ...
>
> "Prediksi dan peringatan dini (early warning)" itu
> konsumsinya
> orang-orang "diatas" sedangkan sosialisasi
> "kewaspadaan" pada bahaya
> di lingkungan sendiri itu konsumsinya orang "awam",
> macem saya lah ...
> :).
> Saatnya turun gunung buat temen-temen HAGI-IAGI utk
> lebih membumi.
> Kita mesti sadar bahwa sebagai ilmuwan (looh kan
> hampir semua sarjana
> kan ?) kita mesti berbicara dengan "bahasanya org
> awam" ... trus
> terang saja ini pelajaran dr Pak Witan dulu di KPSA
> looh ...
>
> Terus terang, saat ini bagiku momentum tepat untuk
> memberikan
> pembelajaran ke masyarakat awam ttg kerawanan
> bencana di sekeliling
> kita sendiri-sendiri.
> Emang agak bernada dibodoni,
> lah piye ... masih banyak masyarakat yg "mudah
> lupa", sehingga
> momentum sangat diperlukan untuk me"nyanthol"kan
> ilmu.
> Nanti kalau ada bencana longsor, kita bisa
> memberikan warning --> jauhi tebing !
>
> Seperti tulisanku sebelumnya ... kuncinya ada di
> "pengetahuan". Bahwa
> selain gemahripah lohjinawi juga "nggegirisi"
> (menakutkan)...
>
> Supaya rakyat ini jangan terlena bahwa lautan kita
> bukan "kolam susu" ... :p
>
> RDP
__________________________________
Do you Yahoo!?
The all-new My Yahoo! - What will yours do?
http://my.yahoo.com
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------