Saya teruskan ke milis IAGI-net agar ada tanggapan dari mereka.
Salam Minarwan
faisal fuady wrote:
Temans, kesedihan terhadap fatlities atas bencana merupakan suatu hal yg sgt manusiawi. Hal yg menarik dari IAGI bhw melihat kembali penjelasan ayat2 suci akan bencana2 alam merupakan perbuatan bodoh sepertinya kesimpulan yg bodoh juga. Alasannya bhw ayat2 suci juga memperingatkan bhw bencana selalu ada akibat ulah tangan manusia bila tdk ramah pada alam. Ini menegaskan betapa petingnya pengetahuan utk menganalisa mengapa aayat2 suci menyuruh manusia utk tetap ramah kepada alam. Ini juga menyiratkan bhw kita hrs senantiasa mebaca fenomena2 alam sebab kesemena2an terhadap alam baik karena kebodohan atau keserakahan manusia akan menyebabkan fatalities seperti akibat dari global warming dan sejenisnya. Ayat2 suci membimbing manusia utk ramah kepada alam, ia juga meberikan perintah yg tersirat agar manusai menuntut ilmu sedalam2nya, melarang manusia utk tdk melibatkan diri dalam kepercayaan tanpa sumber pengetahuan yg jelas seperti tahayul2 dan sejenisnya. Kemudian ayat2 suci juga mengajak manusia utk berbuat baik pada sesama manusia agar hasil pengetahuan tdk digunakan utk menganiaya org yg kurang pengetauannya. Namun demikian, kita juga menyadari akan kemungkinan2 politisir terhadap ayat2 suci utk popularitas seseorang. Makanya setiap kita harus punya pengetahuan yg cukup dan mempertajam kemampuan analisa agar tdk mudah terpolitisir dgn ayat2 suci karena politisir ini "sgt2 berbahaya" dan juga menyesatkan. Kesimpulannya bhw ayat suci itu tdk mengahalangi manusia utk menjadi ilmuan bahkan menganjurkan. Mari semuanya utk mempertajam analisa thd apa yg kita lihat, dengar dan baca. Semoga kita semua tdk termasuk yg menerima sesuatu mentah2 tanpa analisa
Faisal Fuady
Jonatan Lassa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
PRESS RELEASE
IKATAN AHLI GEOLOGI INDONESIA (IAGI)
3. HARUS disadari penuh oleh masyarakat serta
pemerintah Indonesia bahwa kita hidup didaerah yg
rawan bencana alam. "Juga perlu disadari bahwa
bencana alam itu hampir selalu datang tiba-tiba".
Selama masih percaya bahwa bencana adalah sesuatu yang
"tiba-tiba", selama itu pula kita akan terus hancur
karena bencana.
Saya pribadi tetap ngotot bahwa bencana adalah sebuah
konstruksi sosial. Tsunami, gempa, cyclone dsb adalah
hazards (terjemahan: ancaman), yang akan melahirkan
bencana (disaster) manakala rakyat berada dalam
kondisi kerapuhan (fragility & vulnerability).
Kondisi kerapuhan terinternalisasi dalam masyarakat yang tidak memiliki infrastruktur yang 'community based' early warning system, dan bukan semata sesuatu yang 'canggih' yang tidak bisa dijangkau oleh rakyat kecil. Sederetan kerapuhan sosial, fisik, ekonomi, politik dst, merupakan akar masalah mengapa gempa bisa membunuh anak-2 manusia.
Selama kita percaya bahwa bencana itu bersifat
"tiba-tiba", maka kepercayaan itu adalah salah satu
bentuk kerapuhan sosial, yang terus direproduksi ulang
dan berulang.... darah anak-2 manusia pun akan terus
tertumpa tanpa henti...... lalu serta merta mencari
penjelasan dibalik ayat-2 kitab suci..... Hentikan perbuatan bodoh ini!!!!!!!!!!!!!
Teriakan sedih yang mendalam di hati, Jonatan Lassa
-- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Anti-Virus. Version: 7.0.298 / Virus Database: 265.6.6 - Release Date: 28/12/2004
--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

