Sebetulnya kita sudah ada Badan/Lembaga yg nangani masalah Bencana Alam ( Sakorlak PBA) malah langsung dibawah kendali Wapress, Cuma sejak berdirinya lembaga ini yang diurusi masalah dampak sosialnya kebanyakan ( Koord. masalah bantuan), dulu ada Geologist yg ada disini ( Alikaton / ITB 70 an ? ). Sekarang tinggal Lembaga ini dioptimalkan dan fungsinya lebih diperluas shg menyangkut berbagai aspek termasuk masalah Teknis Kebencanaan Alam tsb dari aspek geosinsnya dan earlywarningnya.Dll. jadi tidak perlu lembaga lembaga lagi, karena kalau setiap ada masalah bikin wadahnya ( lembaga baru) maka akhirnya malah overlaping gak karuan. Masalah utama adalah masalah di koordinasinya, apalagi biasanya dibumbuhi dg masalah interes sektoralnya.shg semuanya asik sendiri sendiri dg penelitiannya,Karena masalah bencana ini masalah sosial, maka biasanya anggarannya dari pemerintah ataupun bantuan hibah dr negara lain (G to G ), ini semnua akan masuk sistem APBN, nah disinilah yg harus di manage sehingga semua dana terkoordinir dg baik sehingga akuntabilitasnya dpt dipertanggungjawabkan, shg dana tersebut hanya satu pintu, hal ini untuk mengurangi tadi inters sektoral tsb ( biasanya kan masing masing sektoral ingin berlomba lomba untruk mendapatkan dana sebanyak banyaknya ) ISM
> Setuju sekali bahwa early warning system is a must, dan > bahwa itu > pastilah perlu infrastruktur yg tdk sederhana dan mesti > terkoordinasi, malah > > melibatkan pihak antar negara disekeliling pusat gempa / > sona subduksi (circum samudra Hindia). Dalam kalimat Pak > Hery Harjono, penanganannya tak bisa setengah-setengah. > > Disisi lain kita belum punya lembaga (pemerintah or NGO) > yang > mengkoordinasi segala upaya mitigasi, apalagi soal early > warning system. Sedang para > ahli kita yang amat terbatas jumlahnya itu, masih menurut > Pak Hery, berada dalam kantung kantung yang terpisah. Soal > early warning system tentu saja lebih > kompleks dari riset geoscience nya karena mesti menjangkau > orang banyak ditempat yang jauh. Disini persoalan utamanya > soal komunikasi beserta alat-alatnya dan sistem pelatihan > (radio regional, radio lokal, tsunami drill, garis komando, > dll). > > Kalau melihat jarak antara paragraph 1 dan 2 diatas, maka > pikiran > menjalar kesoal memanfaatkan apa yang ada, lalu menjaga agar > terus berkembang. Ini > berarti koordinasi mesti dimulai dari sekarang. Skala > persoalan yg kita hadapi sangatlah besar; mungkin ini > sebabnya kita melihat seperti tak ada koordinasi pemerintah > dalam penanggulangan tahap paling awal sekarang, kita > berhadapan dgn bencana skala amat amat amat besar yang belum > pernah ditangani manusia sebelumnya...siapa yang mampu > mengomandani ? apalagi kalau tanpa pernah ada latihan. > > Apakah bijak bila HAGI / IAGI segera mengeluarkan desakan > kepada > pemerintah agar segera membuat lembaga atau jaringan > terkoordinasi pada level > nasional, yang bertugas menjadi leading group utk mitigasi, > termasuk terutama early > warning system. > > Tsunami summit akan diadakan beberapa hari lagi di Jakarta, > para leaders dari puluhan negera yg concern soal ini hadir. > Mari gunakan kesempatan ini guna membangkitkan awareness > pemerintah dan orang banyak akan kebutuhan ini. Para leaders > itupun pasti juga sudah memikirkan soal beginian. Kalau > kita > mendesak, merekapun akan segera menangkap maksud. > > batara > > > > > -----Original Message----- > From: Hendra Grandis <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] > Date: Tue, 4 Jan 2005 09:21:13 +0700 > Subject: Re: [HAGI-Network] 'Tidak akan muncul tzunami > sebesar yang muncul > pada tanggal 26 Desember 2004 dalam kurun waktu 150-200 > tahun ke depan di Aceh dan sekitarnya.' > >> > >> > Danny menambahkan, masyarakat di daerah potensi gempa >> > harus dididik menghadapi bencana yang stiap saat muncul >> > secara tiba-tiba. >> "Peristiwa >> > gempa di Aceh dan >> > Sumatera Utara, pada saat kejadian warga Banda Aceh lari >> > ke pantai. Bukan ke bukit seperti yang dilakukan >> > masyarakat Simeleu yang >> ternyata >> > sudah terbiasa menghadapai gempa," tuturnya. >> > >> > Tips ini dibenarkan Kerry Sieh, Kepala Zona Subduktif >> > Sumatera >> Observasi >> > Tektonik dari Institut Teknologi California. Dia >> > mengatakan, di masa depan harus ada prediksi atas gempa >> > yang akan terjadi. "Hal itu bukan untuk mengakuti, tapi >> > sebagai peringatan dini bahwa sesuatu yang >> buruk >> > akan terjadi bila tidak ada antisipasi terhadap bahaya >> > yang >> mengancam," >> > ujarnya. >> >> Kemaren di metro tv saya lihat Pak Danny Hilman dan Pak >> Kerry Sieh juga bersama Bos-nya PSN Pak Adiwoso >> kelihatannya menjajaki kemungkinan penggunaan teknologi >> satelit sbg bagian dari "early warning system". >> >> Saya tiba2 punya ide "ngaco" bagaimana kalau fasilitas ATM >> yg sudah banyak tersebar hampir ke semua pelosok negri itu >> (khususnya di daerah pantai) dimanfaatkan juga utk >> memfasilitasi komunikasi peringatan dini tsunami. Kan di >> setiap ATM biasanya ada antena parabolanya dan saya kira >> bandwith-nya masih cukup besar utk ditumpangi dg sinyal >> tambahan. Minimal utk membunyikan sirene dan menyalakan >> lampu merah berputar seperti punya pemadam kebakaran jika >> ada bahaya tsunami. >> >> Sekali lagi ini hanya ide awal, memang tsunami early >> warning system perlu infrastruktur yg kompleks dan >> terkoordinasi. >> >> Salam, >> >> Hendra Grandis >> >> ------ >> http://mailhost-alt.rz.uni-karlsruhe.de/warc/hagi.html >> ------ > > > > ---------------------------------------------------------------------> To > unsubscribe, send email to: > [EMAIL PROTECTED] > To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net > Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy > Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id> Komisi SDM/Pendidikan : > Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi > Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : > Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > --------------------------------------------------------------------- ___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

