Tak usah bicara bantuan dari luar negri. Kalau kita berprasangka buruk terus bisa juga bantuan dari Jakarta itu dianggap sebagai taktik RI untuk menjauhkan rakyat Aceh dari GAM.
Saya tetap percaya bantuan itu untuk menolong sesama manusia. Lihat saja hampir seluruh Eropa mengheningkan cipta selama 3 menit dalam waktu yang sama utk menghormati korban2 tersebut. Apakah kita juga anggap itu sebagai pura-pura juga? Sedangkan di Jakarta acara tahun baru tetap meriah sampai ada yg tembak2an segala. Untuk situasi sekarang embel-embel itu tak usah terlalu dipikirkan, kalaupun ada kan itu cuma harapan mereka, lagipula tak tertulis dalam suatu kontrak, kita kan tak wajib memenuhinya. Kalaupun ada rasa ingin membalas budi, kita bisa lakukan tanpa harus melanggar prinsip2 yg kita anut dan tanpa cara2 yg bisa merugikan bangsa sendiri. Yang pasti kita butuh uang yang banyak untuk mengembalikan kehidupan saudara2 kita di Aceh seperti semula bahkan kalau bisa lebih baik dari sebelumnya. Wass. Witan >-----Original Message----- >From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] >Sent: Friday, January 07, 2005 9:59 AM >To: [email protected] >Subject: Re: [iagi-net-l] persaudaraan Islam dan tsunami > >Waktu tadi malam di SCTV (Acaranya berjudul " titik Nadir" >kalo nggak salah). Disitu ada wawancara antara penyiar SCTV dg >Menlu AS Colin Powell. >Jelas-jelas disebutkan bantuan dana dari AS itu malahan akan >diset menjadi pinjaman jangka panjang dengan bunga rendah >serta ada pemotongan utang (keringanan utang lah) dan hal itu >akan dibahas dengan negara-2 lain yg sependapat dg AS. Tetap >aja namanya UTANG (udah kena bencana dikasih utang >pula).........itulah yang disebut embel-embel (itu aja mungkin >versi halus karena tampil di TV biar kelihatan manis dan bersimpati). >Kalo negara Timur-Tengah justru memberikan bantuan dana ke >Indonesia sebagai hibah (cuma-2)..... ini baru namanya bantuan >walaupun jumlahnya kecil (kecil tapi berkah). Hal ini kalo >nggak salah didukung pula oleh Menlu Australia, katanya kalo >mau ngasih bantuan harus hibah bukan berupa pinjaman jangka >pendek, menengah atau panjang dengan ditambahi bumbu bunga >ringan sekali atau ada discount........ >HARI GINI MASIH PERCAYA BANTUAN AS "cuma-cuma"......... lihat >aja IRAK, KORUT,.....sebentar lagi IRAN......negaranya malah >tambah ancurr. > > > > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

