> Alhamdullillah Ternyata si Abah shuudon , ternyata kawan dan saudara kita disana juga concern. Nah disinilah , betapa mass media merupakan senhata yang bukan main hebatnya dalam membentuk opini dunia. Kita saksikan bagaimana CNN dan BBC menyiarkan Keseluruh dunia , kegiatan mereka dari mulai mengheningkan cipta (kemudian di"close up" seorang wanita cantik yang sednag menyeka airmatanya , wahai alangkah dramatisnya), kegiaytan angkatan bersenjatanya denngan kapal kapal perang dan helikopter dan prajurit yang bergandengan tangan denga TNI) Dan penayangan penayangan lainnya yang menunjukan "concern" mereka yang luar biasa.
Apakah mungkin alasan tidak adanyaa publisitas , ini adalah karena ada faalsafah dasar "kalau tangan kanan memberi maka sebaiknya tangan kiri tidak tahu" ?. Yang pada dasarnya menyuruh seseorang yang dapat memberi jangan bersifat takabur atau sombong. Tapi sepertinya , dalam keadaan dunia saat ini dimana publisitas media merupakan senjata , maka kegiatan sumbang menyumbang dari saudarta seiman \ terhadap saudara lainnya , perlu diekspos sebagai senjata juga yang menunjukan bahwa kaum muslm juga cukup beradab untuk peduli kepada saudara saudaranya. Dan image kaum muslim identik dengan "terorist" sekali lagi "identik" perlahan akan memudar twerutama dikalangan masyarakat barat. Si Abah. Ini sedikit cerita dari republika sabtu mengenai sumbangan dari rakyat > Saudi ke negara yang tertimpa tsunami. Kira-kira sekitar 66 juta USD > sedangkan koran hari ini kalau tidak salah menyebutkan jumlahnya sudah > mencapai 160 juta USD. > > rahmat > > __________________________________________________________________ > > Saudi Galang Dana Bencana > > > SANA'A -- Upaya menggalang dana untuk korban gempa dan tsunami bukanlah > monopoli dunia Barat. Dalam dua hari terakhir, masyarakat Arab Saudi telah > mengumpulkan 242 juta riyal (sekitar Rp 593 miliar). Aktivitas > penggalangan dana ini berlangsung meluas di seluruh jazirah Arab sesuai > instruksi Raja Fahd bin Abdul Aziz. > Raja Fahd pribadi menyumbang 20 juta riyal. Putra Mahkota Pangeran > Abdullah menyumbang 10 juta riyal, dan Deputi II Perdana Menteri yang juga > Menteri Pertahanan, Pangeran Sulthan, menyumbang 5 juta riyal. Pengusaha > kaya Pangeran Waleed bin Talal menyumbang 70 juta riyal. Sebesar 15 juta > riyal di antaranya berupa uang tunai, serta sejuta set pakaian dan 3.000 > tenda senilai 55 juta riyal. > ''Kita ingin buktikan sangkaan media Barat bahwa umat Islam enggan > membantu saudaranya yang ditimpa musibah adalah tidak benar, mari > secepatnya kita ramai-ramai menyumbang dengan segala kemampuan yang ada,'' > ungkap Syekh Abdullah, seorang ulama Arab Saudi. > Dari dana yang terkumpul, dia menilai Indonesia lebih berhak untuk > menerima sumbangan tersebut. ''Di Indonesia tempat komunitas Muslim > terbesar di dunia. Jamaah haji terbesar juga datang dari Indonesia,'' > lanjutnya. Lagi pula, dibanding negara lain korban gempa dan tsunami 26 > Desember 2004, Indonesia paling parah. > Menurutnya, yayasan-yayasan kebajikan di Arab mengalami kesulitan karena > rekeningnya diblokir setelah dituduh mendanai kegiatan teror. ''Seandainya > yayasan-yayasan kebajikan yang kita miliki tidak dalam keadaan sulit > (karena tudingan sebagai pendonor gerakan terorisme oleh Barat), mereka > sudah jauh lebih dahulu menuju tempat bencana dibandingkan Barat,'' > tegasnya. > Hingga Kamis (6/1) menjelang tengah malam waktu setempat, pusat-pusat > penggalangan dana kebajikan di seluruh provinsi di Arab Saudi masih terus > didatangi para penyumbang. Para petugas pusat penggalangan dana pun terus > menghitung jumlah uang tunai yang diterimanya. Selain uang tunai, > masyarakat juga ada yang menyumbang mobil, perhiasan, serta pakaian. Bahan > makanan dan obat-obatan juga terlihat menggunung di pusat-pusat > pengumpulan dana. > Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi juga telah menjanjikan bantuan dana 30 > juta dolar untuk para korban. Kuwait juga menyalurkan bantuan. "Dana > Kuwait untuk Pembangunan Arab (KFAED) akan menyusun ulang hibah pinjaman > dan akan menambah grace period pembayaran untuk membantu mereka," kata > Menteri Luar Negeri Kuwait, Sheikh Mohammad al-Sabah, Jumat (7/1). > Indonesia termasuk yang mendapat kucuran dana KFAED. Pemerintah, kata > Sheikh Mohammad, akan membantu 10 juta dolar AS untuk negara-negara di > Asia yang terkena bencana. > > > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

