1. Calang-1, Marinir Baca Peta
Rekan Irwandi, berhasil mengajarkan cara mereproduksi peta hingga kawan-kawan TNI yang bertugas di Calang dapat nge-print peta-peta digital format jpg mereka menjadi berukuran skala yang lebih besar. Dengan peta perbesaran yang telah dicetak di lapangan tersebut, koordinasi bersama yang dilakukan setiap malam, menjadikan Bupati mudah dalam mengarahkan lokasi-lokasi yang perlu rehabilitasi. Berkat peta-peta cetakan Irwandi. 2. Calang-2 Beberapa relawan mancanegara seperti IRC, CARDI, Spanyol, Perancis dll seringkali kesulitan dalam menyampaikan maksud dan tujuannya. Alison, Rakata Adventure, rekan2 IOF (Indonesia OffRoad Federation) dan PMI adalah translator dadakan yang sangat membantu koordinasi dengan para mariner, forum kepala desa serta jajaran pemda setempat. 3. Calang-3, Kehadiran si penjual sayur alias si-R di kawasan camp relawan, mengakibatkan Irwandi si gondrong berat melakukan langkah balik ke Jakarta hingga hari terakhir survey. Dan saat balik dari Calang menggunakan chopper relawan yang sempet mampir di Panga (antara Calang � Teunom) untuk nge-drop logistic, tragisnya si Irwandi sudah melupakan si-R dan ingin turun karena melihat seorang gadis Aceh bersandar di pohon kelapa. 4. Meulaboh, Sepanjang yang diketahui rekan-rekan lapangan, belum ada satu pun relawan atau pun afiliasinya yang telah melakukan pemboran air tanah di kawasan Meulaboh dan pesisir barat Aceh. Khabar bahwa LSM Spanyol mau pun Australia yang melakukan pemboran, ternyata belum terealisasi. 5. Rasa penasarannya si Neil dari Irlandia pada kegiatan survey rekan2 pokja air bersih IAGI mengakibatkan dia ngekor secara diam-diam pada setiap gerak langkah kerja tim IAGI. Setelah dua jam mbuntuti terus, kemudian tim berpencar pada dua arah, akibatnya si Neil terdiam, terbengong-bengong dan berpikir keras untuk ngekor Alison atau Oryza/Irwandi, mengingat sudah mulai jauh dari penduduk. Malam harinya saat koordinasi dalam suasana yang guyub, baru si Neil paham maksud dan tujuan kita, setelah dijelaskan oleh Alison. 6. Haruskah, kaum lelaki di Calang menggunkan daster? Banyaknya pakaian bekas wanita yang diberikan, sementara penduduk/pengungsi yang tinggal 10% dari warga Calang itu lebih banyak laki-laki, akibatnya distribusi acak pemberian pakaian bekas yang disalurkan ya mubazir, seperti tampak dari pengamatan kawan-kawan. Dan Oryza melihat pakaian wanita yang dikenakan seorang laki-laki lantas dicopot dan dibakar, malam harinya kawan-kawan melihat ribuan pakaian bantuan dibakar karena tak ada yang melirik lagi. 7. Observasi kawan-kawan pada pesisir barat Aceh masih banyak daerah yang terisolir. Blang Pidie � Meulaboh jalanan masih baik ; Meulaboh � Teunom : Putus (Teunom terisolasi) ; Teunom � Panga : Putus (Panga terisolasi) ; Teunom � Calang : Putus (Calang terisolasi) ; Calang � Lhok Kruet : Putus (Lhok Kruet terisolasi) ; Lhok Kruet � Lamno : Putus (Lamno terisolasi) ; Lamno � Lho ong : Putus (Lho� Ong terisolasi) dan Lho� Ong � Lho� Nga : Putus (Lho� Nga tidak terisolasi, dapat dijangkau dari Banda Aceh karena sudah dibuatkan jembatan Bailey oleh Pak Ryamizard Ryacudu) 8. Metro TV diusir. Cerita pilot-pilot Heli, merasa direpotin oleh crew Metro TV yang gak siap sebagai wartawan perang. Konon banyak merengek, manja dan ngrepotin. Pantas pemberitaan Metro TV untuk kawasan Barat sangat sedikit. 9. Lomba Spanduk, Lomba Identitas Di Banda Aceh, hadirnya ribuan orang relawan dari mancanegara maupun dari dalamnegeri, semua afiliasi yang bergerak disana pada rame-rame memasang atribut sebagai tanda identitas melalui spanduk, kaos, topi, tenda-tenda dan lain-lain. Dirangkum dari cerita2 ringan relawan Pokja Informasi Sumber Air Bersih untuk Kawasan Bencana Aceh � IAGI. lam-salam, ar-. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

