Pak Djoko/Pak Awang.....(kayaknya semuanya mbanyumas-ers......) Saya setuju kalau posisi epincentrum akan sangat berpengaruh terhadap potensi tsunami di kota Cilacap. Kalau dia frontal di selatan Nusakambangan, tentu "konsekuensi"nya tidak akan terlalu parah dibanding kalau dia "oblique" dari arah SE atau SW...
Dari arah barat, betul jalurnya memang tidak terlalu frontal dibanding dengan di arah timur....tapi itu untuk "serangan" ke pusat kota...... yang memang posisinya seperti digambarkan pak Awang... Sementara untuk daerah segara anakan itu itu akan jadi serangan yang dasyat....karena akibat pendangkalan yang sangat cepat daerah yang dulunya laut (maka disebut segara anakan) sekarang telah berubah menjadi daratan dan menjadi pemukiman... (setahu saya muara S Citanduy itu di segara anakan ini, karena selama ini pemda Ciamis selalu menolak rencana proyek sudetan S. Citanduy yang direncanakan untuk membuang sebagian sedimen ke arah teluk pangandaran untuk mengurangi laju sedimentasi...). Celah sempit antara ujung barat Nusakambangan dan muara ini mungkin bisa mengurangi dahsyatnya laju tsunami atau malah menjadikan timbulnya "efek jet"...yang mungkin menambah dahsyatnya serangan itu...perlu ada study tentang ini kayaknya, termasuk landainya daratan baru di segara anakan, apakah dia akan jadi buffer atau malah jadi ramp yang memungkinkan tsunami masuk lebih jauh lagi....(kalau inget tsunami aceh yang energinya tidak hilang sampai Somalia sana, maka ini musti diperhitungkan juga kayaknya....). Pantai teluk penyu, saya setuju sekali bahwa itu akan jadi celah yang tanpa pertahanan sama sekali...(walaupun di sana ada benteng pendem yang merupakan benteng strategis yang dulu sangat diperebutkan oleh Jepang dan Belanda...). Serangan dari arah sini akan frontal menuju pusat kota, walau mungkin ada sedikit peredaman karena musti melintasi Kali Yasa yang terletak diantara pantai dan pusat kota...... Problemnya pemda malah membangun pelabuhan perikanan terbesar di sana termasuk pembangunan perumahan nelayan di pinggir laut...ada juga rumah sakit pertamina yang terletak hanya beberapa ratus meter dari bibir pantai.....Di ujung selatan juga ada instalasi tanki-tanki penampungan minyak yang mudah-mudahan dirancang tahan tsunamie, karena kalau nggak banjir tsunami juga akan disertai banjir minyak yang bocor dari tangki yang hancur.....kebayang khan bagaimana jadinya... Kelihatannya master plan-nya bermaksud mengembangkan kota ke arah utara dan timur...maka di sepanjang pantai sekarang juga sudah dibangun jalan lingkar segala..... Mudah-mudahan pas pulang kampung nanti bisa ngobrol sama yang berwenang untuk mulai memikirkan hal ini.....soalnya pejabat kita kalau belum kena 'batu'nya suka susah sekali percaya he he he yang kena batunya aja masih suka ngeles..... salam, ----- Original Message ----- From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, January 28, 2005 3:45 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Fwd: Informasi seputar Tsunami > Pak Djoko, di mana Pak hometown-nya, Purwokerto, Baturaden, Bobotsari, Bumiayu, Ajibarang; Purwokerto kan ya ? Memang aman dari tsunami, tapi siraman piroklastika, lava, lahar ? He..he..semoga tak masuk ke daerah awas dan waspada-nya Gunung Slamet ya Pak kotanya. Tapi perlu juga tuh iseng-iseng cek Buku Katalog Gunungapi Indonesia (Kusumadinata, 1979). > > Noor, kayaknya yang dari barat itu sih malah susah menyerbu Cilacap kalau pun ada tsunami. Katakanlah ada episentrum di selatan Teluk Parigi atau Teluk Pananjung, kemudian gelombang tsunami merambat ke utara, masuk ke Teluk Parigi dan Teluk Pangandaran yang menampung sedimentasi Citanduy. Nah, untuk sampai ke Cilacap air naik itu kan harus lewat laguna sempit antara muara Citanduy dan Nusa Kambangan, lalu mungkin ditampung Segara Anakan di utara Mesjid Selo itu. Dari situ, untuk sampai ke Cilacap kan kembali harus lewat laguna sempit panjang kira2 10 km. > > Kalau dari sisi timur malah kelihatannya lebih terbuka bila ada episentrum di selatan Karangbolong, bagaimana kalau ada tsunami masuk ke Teluk Penyu, kan Cilacap persis di ujung barat Teluk Penyu itu. Pantai Ayah pun mungkin sangat frontal terhadap itu, apalagi kalau morfologinya bergradasi naik ke arah daratan. > > Sebenarnya hal ini bisa disimulasi dengan menaruh titik2 episentrum hipotetik dan mengetahui bathimetri di sekitarnya, kemana gelombang tsunami merambat, dan berapa cepat, tinggi run up (tinggi gelombang). Simulasi ini di Indonesia biasa dilakukan setelah tsunami Flores 1992 itu. Jurusan Meteorologi dan Geofisika (Pak Nanang Puspito), Laboratorium Oseanografi ITB (Pak Hamzah Latief) atau LON LIPI (Pak Otto Ongkosongo) pasti biasa melakukannya. > > salam, > awang > > [EMAIL PROTECTED] wrote: > Noor, putra daerah yang sangat faham dan tentunya concern dengan > daerahnya......... > Sebenarnya kota Cilacap masih sangat "terbuka" dari arah SW karena > letaknya yang relatif diutaranya ujung timur pulau Nusakambangan. Kalau > segara anakan disebelah barat lebih terlindung. > Kotaku di-kaki gunung Slamet lebih aman.......(dari ancaman tsunami.....) > > Djoko Rusdianto > > > > > "Noor Syarifuddin" > 28/01/2005 02:37 AM > Please respond to iagi-net > > > To: > cc: > Subject: Re: [iagi-net-l] Fwd: Informasi seputar Tsunami > > > Pak Awang, > Betul sekali bahwa Nusakambangan bisa jadi buffer yang ampuh karena dia > memang sejajar dengan pulau jawa alias barat -timur.....namun demikian > karena posisi Cilacap yang sedikit menjorok ke laut, maka di sisi barat > dan > timur ada kemungkinan lolos..... > > Sisi barat kemungkinan lolosnya besar, karena dengan sedimentasi yang > cukup > hebat di kawasan segara anakan (sedikit beda dengan pendapat pak Awang), > maka akan ada 'ramp' yang memungkinkan si gelombang merayap sampai jauh ke > dalam....padahal daerah ini dikenal dengan penduduknya yang hidup di atas > air (mirip kampung air yang di ada di Bandar sri begawan itu...cuman kumuh > he he he ).... > > Sisi timur kemungkinan bisa agak tertolong karena mulai dari pantai > Srandil-sebelah Timur muara S. Serayu... (ke arah timur utara arah luar > kota > cilacap-inget tempat bertapanya pak Harto...?), kelihatannya sudah mulai > ada > pantai yang langsung berhadapan dengan tebing.....dan menerus sampai ke > arah > Gombong (karang bolong dst...). Memang ada sih sedikit teluk dengan pantai > yang landa model di pantai Ayah.....tapi jalur evakuasi relatif lebih > mudah, > karena di sekitarnya banyak bukit.... > > Di jaman saya kecil ada legenda yang sangat kuat bahwa Cilacap akan hancur > lebur kalau Nusakambangan sudah ada "pasarnya" alias sudah jadi kota dan > hutannya dibabat habis....ini kelihatannya berkaitan dengan fungsinya > sebagai buffer itu.... > > > salam, > > > > > ----- Original Message ----- > From: "Awang Satyana" > To: ; "Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)" > ; > Sent: Thursday, January 27, 2005 9:19 AM > Subject: Re: [iagi-net-l] Fwd: Informasi seputar Tsunami > > > > Sekedar meluruskan dulu, "Ring of Fire" sebenarnya istilah yang dibuat > untuk sekeliling Pacific Basin, meliputi pulau-pulau dari ujung Amerika > Selatan naik ke utara melipir di pinggir barat Amerika, menyebrang ke Asia > melalui Alaska, jembatan Kamchatka-Kuril, lalu mendarat di Jepang, > berestafet ke Filipina, Halmahera, utara Papua, lalu turun tergelincir > lagi > ke selatan melalui jembatan island arc nan indah Bismarc-Solomon-New > Hibrida-New Caledonia dan perjalanan berakhir di Selandia Baru. Tepi benua > Sumatra-Jawa bukan "ring of fire" sensu stricto. Kalau Nusa Tenggara > transisi-lah. Ring of Fire = Circum Pacific. Kalau Sumatra-Jawa is a part > of > Mediterania belt (walau ini juga harus diluruskan sebab Mt. Everest di > jalur > ini have no fire.. > > > > Tsunami di Cilacap. Efek hilangnya Pegunungan Selatan Old > Andesite-Paleogen carbonate di selatan Jawa Tengah itulah yang menyebabkan > benteng pertahanan terhadap tidal wave atau pun tsunami bobol. Di sini > Pegunungan Selatan merosot tenggelam jauh ke offshore selatan Nusa > Kambangan > dan baru muncul lagi di Kali Opak Yogya. Memang tak bisa diharapkan ada > tebing curam di pantai ala Jawa Barat Selatan atau sekitar Pegunungan > Kidul > sampai selatan Jember. > > > > Hilang tebing karang Pegunungan Selatan, bukankah ada Nusa Kambangan dan > Segara Anakan yang orientasinya barat timur. Saya pikir ini buffer zone - > surf breaker, penghalang tsunami, kalaupun ada. Lagipula, sedimentasi > Citanduy jalan terus di situ, mengancam penutupan Teluk Pangandaran dan > memperluas Rawa Pening. Ini juga bisa jadi buffer zone. Kali Serayu pun > bermuara ke situ di Teluk Penyu persis di sebelah timur Cilacap, > kelihatannya ini pun buffer zone yang lain. Tebing karang curam penghalang > tsunami memang tak ada, tapi di wilayah ini sejak dari Pangandaran ke > Karang > Bolong adalah daerah sedimentasi yang hebat. Harapannya, yah..beting2 > pasir > sejajar pantai itu bisa jadi benteng pertahanan kalau pun tsunami terjadi. > > > > Di sekitar Cilacap memang pernah terjadi beberapa gempa, Wonosobo di > utara > tahun 1924, cukup banyak ditulis di buku2 historis, rupanya masyarakat > cukup > terkesan dengan peristiwa itu. Atau tahun 1979 di Tasikmalaya dengan > magnitudo 6,0 barangkali masih ingat. Beberapa episentrum gempa memang > muncul tercatat di selatan Jawa, itulah barangkali yang menjadi alasan > kenapa BMG memerahkan seluruh pantai selatan Jawa menjadi wilayah rawan > tsunami (itu di peta skala kecil). Kelihatannya, peta ini harus > didetailkan, > dan harus dilihat mana-mana yang memang rawan tsunami atau tidak. Kalau > ada > tebing karang lebih tinggi dari 30 meter, tsunami hanya menggempur karang. > > > > Kalau pun terasa ada gempa di Cilacap, karena kota pantai, sebagai > tindakan darurat memang lari saja sebisanya menjauhi pantai. Memang tak > ada > perbukitan menyolok, bukit hanya ada di tengah Nusa Kambangan, tapi itu > berarti harus lewat dulu laguna sempit antara Cilacap dan Nusa Kambangan. > Jangan menyeberang laut menuju perbukitan di Nusa Kambangan, jangan juga > terlalu dekat dengan tepi Kali Serayu. Lari menjauhi pantai, itu saja. > > > > Salam, > > awang > > > > Rovicky Dwi Putrohari wrote: > > Please another help ! > > Thanks > > > > RDP > > "psst .... from dewi cinta euy !!" > > ---------- Forwarded message ---------- > > From: ratih dewicinta > > Date: Wed, 26 Jan 2005 22:50:57 -0800 (PST) > > Subject: Informasi seputar Tsunami > > To: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > Bpk. Rovicky yang saya hormati, > > > > Saya telah membaca tulisan-tulisan Bapak di internet tentang tsunami > > dan menurut Bapak siapa saja boleh bertanya kepada Bapak tentang > > tsunami. Oleh karena itu ijinkan saya menyampaikan beberapa pertanyaan > > kepada Bapak, semoga Bapak berkenan untuk menjawabnya. > > > > Saya dan keluarga tinggal di Cilacap, yang katanya merupakan daerah > > rawan tsunami karena berada di selatan pulau jawa dan berdekatan > > dengan the ring of fire. Saya sungguh-sungguh ingin mengetahui tentang > > tsunami dan untuk saya bekalkan kepada anak cucu (karena nampaknya > > kami harus hidup berdampingan dengan tsunami). > > > > Adapun pertanyaan saya antara lain : > > 1. Pantai di Cilacap merupakan pantai yang berbentuk teluk. Bagaimana > > perediksi Bapak tentang tsunami yang mungkin terjadi di Cilacap. > > (Besar-kecilnya, jarak pengrusakannya). > > 2. Daerah di sekitar pantai tidak ada yang berupa bukit atau dataran > > tinggi, bagaimana sebaiknya evakuasi yang dilakukan ? > > 3. Bagaimana konstruksi bangunan yang tahan gempa dan tsunami? > > 4. Sampai sejauh ini, sepengetahuan saya, Pemda Cilacap belum > > menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat, apakah di tempat lain juga > > begitu? > > > > Kiranya cukup itu dulu pertanyaan dari saya, atas petunjuk Bapak > > Rovicky, saya ucapkan beribu terimakasih. > > > > ________________________________ > > Do you Yahoo!? > > Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term' > > > > > > > > -- > > my blog : > > http://putrohari.tripod.com/Putrohari/ > > > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] > > To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy > Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > --------------------------------- > > Do you Yahoo!? > > Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term' > > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] > To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy > Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term' --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

