"MEDAN BISNIS"
 
IAGI Gelar Diskusi Panel : Potensi Gempa dan Tsunami Di Sumut-NAD
 
MEDAN BISNIS - Medan
Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) bekerja sama dengan Himpunan Ahli
Geofisika Indonesia (HAGI), akan menggelar diskusi panel tentang potensi
gempa bumi dan tsunami di SUMUT-NAD, Selasa (15/2), di Gedung Dinas
Pertambangan SUMUT, Jalan Setiabudi Medan.
 
Diskusi ini akan menampilkan ahli-ahli gempa dan tsunami diantaranya Dr.
Danny Hilaman Natawijaya dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),
DR Hamzah Latif ahli tsunami dari Geofisika dan Meteorologi ITB, Dr. M.
Untung ahli mitigasi bencana, dan Ketua Umum IAGI Pusat DR. Ir. Andang
Bachtiar, M.Sc. Hal itu dikemukakan Ketua Umum IAGI SUMUT Ir. Gagarin
Sembiring didampingi Ketua Panitia Ir. Lismawati MT, Jumat (11/2), di
Medan.
 
Menurut Gagarin, kegiatan ini merupakan upaya IAGI untuk
mensosialisasikan tentang gempa dan tsunami di daerag-daerah yang
mempunyai potensi gempa dan tsunami di Indonesia. "Sosialisasi ini untuk
memberitahukan kepada masyarakat tentang gempa dan tsunami, serta
langkah antisipasi agar korban bisa diminimalisir" Kata Gagarin.
 
Dengan sosialisasi ini, ia berharap muncul pencerahan tentang hal-hal
yang perlu dilakukan dalam mengantisipasi bencana atau kemungkinan
bencana susulan, sehingga korban bisa diminimalisir. Selain itu juga,
diharapkan menumbuhkan sikap kritis dab partisipasi masyarakat dari
tingkat bawah sampai atas untuk bersama-sama menggugat "Political Will"
pemerintah supaya lebih serius dalam mengantisipasi bencana-bencana
serupa dimasa depan.
 
"Semua pihak, khususnya pemerintah harus memperbaiki upaya antisipasi
dampak bencana geologi. Mengingat hampir semua daerah di Indonesia,
kecuali Kalimantan, rawan Bencana geologi," jelasnya. IAGI menargetkan
peserta diskusi panel ini terdiri dari kepala-kepala daerah di SUMUT,
Anggota DPRD, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, organisasi konstruksi
seperti REI dan Gapensi, LSM dan pihak terkait lainnya.
 
"Kami berharap, ada sosialisasi jangka menengah dan panjang dari
pemerintah kepada masyarakat tentang potensi bencana geologi. Informasi
ini bisa digunakan dalam menata pemukiman penduduk di sekitar pantai,
serta bisa digunakan organisasi konstruksi dalam membangun pemukiman
yang tahan gempa". terangnya.
 
 
-------------------------------------------
Guntingan Koran
Medan - Sabtu 12 Februari 2005

Kirim email ke