Pak Awang (lagi), Kedua Palaeozoic Fold Belt yang saya maksud itu adalah Delamerian (Kambrian; sebelah barat) dan Lachlan (Ordovician-Devonian; sebelah timur). Great Dividing Range yang Pak Awang sebutkan itu sepertinya adalah bagian timur dari Lachlan dan sebuah Fold Belt lain yaitu New England (yang juga Paleozoic). Ketiganya disebut-sebut merupakan bagian dari Tasmania Fold Belt system yang memanjang dari Australia bagian timur ke Antartika selatan (eh susah yah menentukan arah di kutub selatan) sampai ke Amerika Selatan. Seperti yang Pak Awang ungkapkan fold belt itu ada yang menerus ke Antartika dan dijadikan bukti bahwa mereka pernah bersatu.
Dari peta terrane Australia yang saya lihat di paper Betts dkk (2002), terrane yang menjadi bagian Tasman Fold Belt System ini terdeformasi pada Palaezoic (jadi memang muda), sementara itu di bagian lain dari benua Australia, terrane yang ada jauh lebih tua, Proterozoic bahkan Archean. Saya perlu cek lagi dengan teliti apakah dibawah kedua Palaeozoic Fold Belt itu masih ada basement terrane yang lain seperti yang Pak Awang duga (maklum Pak kalau membaca ingin cepat itu kadang jadi salah mengartikan apa yang dibaca). Di Delamerian dan Lachlan FB, suture hasil akresinya sendiri berarah mulai dari N-S, NNW-SSE sampai ke NW-SE (dari timur ke barat alias dari Melbourne ke barat). Gaya kompresi yang membentuk akresi tersebut menurut beberapa peneliti adalah barat-timur, dengan subduksi terjadi di sebelah timur Gondwana (pecahannya Pangaea) dengan arah subduksi ke barat. Kalau yang di western Australia, wah saya angkat tangan Pak Awang (hehehe...), ilmu belum nyampe dan tidak ada fotokopian yang bisa saya contoh, jadi tidak bisa berkomentar apapun :D Rifting yang terjadi di cekungan Otway tampaknya memang berbeda dengan apa yang Pak Awang lihat di cekungan Sumsel dkk yang kita obrolkan, jadi memang tidak bisa digunakan untuk melihat kontrol pre-existing structural grain terhadap trend rift. Kalau Pak Awang tertarik dengan paper Betts dan Miller, saya bisa kirimkan Pak... Salam Min On Thu, 17 Feb 2005 22:32:54 -0800 (PST), Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pak Minarwan, klarifikasi dulu. > > Dua foldbelt Paleozoic yang Pak Min sebutkan itu kelihatannya bukan elemen > struktur suture hasil akresi terranes basement. Terranes-nya sendiri tentu > lebih tua dari itu, mestinya pra-Kambrium atau Proterozoic, tetapi > post-continental shield yang di West Australia itu > (Freemantle-Laverton-Barrow). Folbelt Paleozoic itu justru terjadi oleh > akresi terrane2 di sekitarnya. Foldbelt2 Paleozoic umum kok ditemukan di > sepanjang Pangaea saat superkontinen itu belum rifting di > Jurassic-Cretaceous. Foldbelt yang sama mungkin menerus juga ke Antarktika, > dan ini biasanya dijadikan bukti bahwa mereka pernah bersatu sebelum > drifting. Kalau kemudian saat Jurassic-Cretaceous Australia lepas dari > Antarktika, Aussie ke equator dan Antarktika ke polar, memang foldbelt > Paleozoic itu terpotong; tetapi pola riftingnya jadi tidak mencerminkan pola > akresi terrane pre-Paleozoic. Jadi, masalah bahwa pola akresi terrane akan > mempengaruhi pola struktur di atasnya kelihatannya tak bisa di-exercise dengan contoh > rifting di Australia selatan itu. > > Lalu, apakah Great Dividing Range di Melbourne ke NSW itu, yang arahnya > SW-NE, juga yang ada di New Zealand, mencerminkan pola2 Paleozoic Foldbelt > yang kita diskusikan ? > > Oh ya, address e-mail Pak Min, "rodinia" mengingatkan saya ke nama > supercontinent Proterozoic sebelum Pangaea, he..he.. > > Salam, > awang > (susahnya mengurai2 proterozoic geology, sudah heavily overprinted...) > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

