Mas bagus juga ceritanya...

mungkin Mas bisa buat statistiknya antara yang baik dan buruknya sehingga 
sampai pada kesimpulan Mas tetap memutuskan di malay...

enggak usah bicara detail tentang angka....

Regards

Ferdinandus Kartiko Samodro
TOTAL E&P Indonesie Balikpapan
DKS/TUN/G&G 
0542- 533852






Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]>
21/02/2005 09:44 AM
Please respond to iagi-net

 
        To:     [email protected]
        cc: 
        Subject:        Re: [iagi-net-l] Sharing info suka dan info duka (the 
untold story) --> 
Re: [iagi-net-l] Brain Drain


> Vick,
> Gimana kalau dimulai dari anda saja....ceritakan dukanya selain sukanya.
> Supaya teman2 yang mau menapak-tilas-i jejak anda bisa lebih hati-hati
> dan bisa menghindar dari potholes dan pitfalls.

OK Q,
aku sekarang mo sharing yg negatip, yang ga enak - ga enak. Tentunya
sperti kata Adit, semua itu sifatnya relatip (karena Adit bisa
melihatnya sbg tantangan). Jadi yg kuulas ini sisi dari pandangan
negatip.

Untuk mempermudah Aku coba membagi yg ga enak-ga enak dalam beberapa
tingkatan ya. Mulai dr level masyarakatnya, sesama pegawe, dengan bos,
dengan kumpeni, and dengan country.

1. Pada level terbawah, level masyarakat umum di luar kantor.

Pada level ini, seperti banyak yg disitir dibanyak tulisan sebelumnya,
bahwa kita dianggap sebagai warga dari negara "miskin" (padahal
konglonya seabreg), yang betul negara kita terbelit utang !. Impaknya
ya macem-macem termasuk dicibir, dicemooh, dimaki, dicurigai dan
contoh kongkritnya misal trus yg bawa laptop dikira bawa makan siang
dll. belanja ngga dilayani, dikira teroris dsb
- Kalo di Brunei jangan kaget kalau dikira "tukang rumput !" atau
istri dianggap TKW. (untungnya Istriku pakai kacamata minus, jadi
dikira 'terpelajar' .. :)
- Yang paling sering bikin kesel temen2 adalah dibilang "Indon". Ini
bisa dengan nada ngejek, bisa dengan nada biasa.
Satu dua kali sih ok lama2 risih juga. Bahkan kata-2 yg menyakitkan
lebih sering lagi.

2. Pada level sesama pegawai.

Tentu saja kita akan bersandingan dengan rekan2 kerja yg merupakan
warga negara Malay (kalo di KL atau Miri), mungkin juga ada orang
putih (bule), juga bahkan orang nigeria, India dll sesama pegawe.
Tentu saja kalau dengan yg Malay kita akan mendapatkan perlakuan tidak
nyaman, lagi2 ini aku bilang yg ngga enak (walopun mnurut Adit justru
bisa menjadi tantangan, tapi kali ini aku sdg dalam ragka ngomong
jelek, sorri dit :).

Perlakuan dari orang Malay mirip dng diatas misalnya anda akan dibilang 
- " you kan yg dapet dolar, ya sana kamu saja yg kerja". 
- " Wah gajimu kalo dirupiahin berjuta2 donk ya ?" sambil mencibir.
- Bahkan yg parah mereka (org lokal) ngga mau kooperatif atau kerja
sama, bahkan mungkin kitalah yg akan susah payah mengerjakan
pekerjaannya. Misalnya sbg geophysisict dia hanya memberi ke kita
(geologist) ini time map, bukan depth map. Trus membuat peta final
akhirnya terpaksa dilakukan sendiri oleh geologist.
- beberapa temen pernah ada yg crita peta yg dia bikin dikasi nama
sama wong lokal. jadi nama (author)nya diambil sama mreka, utk bekal
mreka mendapatkan point.

Dari orang putih (bule), kadang juga kita menghadapi hal yg sulit. Si
orang putih ini juga sama-sama pendatang dengan kita, jadi tentu saja
terjadi persaingan antar pendatang. Bagi yg suka kesel membandingkan
gaji tentunya akan jelas sekali terlihat "harga" tenaga Indon
dibanding tenaga orang putih.
Terlebih lagi kalau kita kerja di Asia (malay/brunei), maka org malay
ini terkesan enggan dengan org putih tapi akan semena-mena dengan
Indon. Mungkin mental terjajahnya sama dengan kita :(

3. Menghadapi bos malay.

Banyak sekali pengalaman temen2 di KL yg merasa dilecehkan bahkan
merasa "diperas" ketika di kantor. Ada juga yg merasa "ora dianggep
manungso" kalau ngga pakai "dasi" (tapi ini mungkin kultur lokal emang
gitu, cmiiw)
Lagi2 ... bos malay ini akan lebih brani dengan kita ketimbang ke org 
putih.
Ada juga yg "dijebak" oleh bos malay-nya, sehingga si Bos malay ini
punya kesempatan utk memaki2.

Seringkali juga kita diminta "menunggu" di kursi tamu selama
berjam-jam. Dan dengan enteng setelah habis jam kantor dibilang "besok
saja deh ... ". Btw, suasana Petronas ini juga mirip kantor pemerintah
di Indonesia yg sering lelet. Bagi temen2 yg biasa kerja di perushn yg
serba cepat tentunya menjadi "melelahkan atau menyebalkan".

4. Dengan Perusahaan.

Ini paling sering permasalahan yg berhubungan dengan kontrak. Kotrak
ini banyak yg dibuat "individual version". Masing-masing kontrak
memiliki item sendiri2. INI PENTING UTK DIPERHATIKAN --> BACA
KONTRAKNYA !!!. Beberapa ada yg ditulis akan dipekerjakan di KL,
tetapi ternyata dipekerjaan di daerah lain. Ini menjadi komplikated
kalau keluarga dibawa, sehingga harus membiayai "dua rumah". Sekolah
di Miri utk Internat school ga ada yg untuk umum, yg ada khusus SHELL.
Shg kalau ternyata di'taruh' di Miri ini potensi pendidikan anak
menjadi masalah.

Ttg isi kontrak, ada yg aku posting kemaren dari Qatar dimana
perusahaan merubah isi kontrak tanpa sepengatuan kita. Belom lagi
kontraknya beda, wong ada juga yg ternyata kenyataannya tidak sesuai
dengan kontrak.
Misal buat yg di hire di KL trus diminta kalau trip ke Miri, siapa yg
bayar hotel, berapa ongkosnya (jatah) ?
Adakah out of town allowance ?
Berapa lama sehingga dia harus ambil perdiem atau mesti pakai hotel ?

Sik-sik yg seterusnya ntar dulu, kerja dulu ... :)

again. semua ini bisa terjadi dimana-mana juga
just ....
 Prepare for the best
 Ready for the worst

RDP

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy 
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau 
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke