ikutan nimbrung juga . . . . .
persoalan kerja di ln dan issue brain drain memang semuanya ada benarnya tergantung dilihat dari kacamata mana. sekarang mari kita buka kacamata kata Rano Karno.


setahu saya, selagi kerja di ln ada beberapa kawan yang:
1. masih aktif membimbing mahasiswa untuk TA atau sekedar mentrigger idea dst, iya nggak Vick ?
2. masih rajin jadi pembicara di luncheon talk atau short course.
3. Kalau lihat ada pengalaman problem yang dikerjakan di ln yang mirip dengan problem yang dia pernah tahu di Indonesia, biasanya langsung share. jadi advisor gratis.
4. Sudah mulai ada beberapa projek yang di outsource kan ke professional di Indonesia (tetapi bukan moonlighting loh)
5. Sudah mulai ada beberapa service co. yang sangat jago kandang yang punya representative di ln atas reference TKI(TKI= Tenaga Kerja Indonesia kan? bukan hanya untuk geologist?). Katanya sudah ada yang punya project.
6. Banyak yang masih aktif diskusi tehnikal di milist ini.
7. Ada beberapa perusahaan yang mulai ngintip investasi di Indonesia (bikin perusahaan minyak dll) atas reference kawan2 tsb.
8. banyak lagi kegiatan volunteer dari kawan2 untuk sekedar membagi ilmu/pengalaman.


kalau ada ide tambahan lagi silahkan di gulirkan disini, saya yakin banyak yang mau volunteer.
mumpung masih banyak yang "merasa bersalah" karena harus pindah kerja ke ln.


Nah kalau 42 orang yang di MY itu aktif semua, bayangkan efek multiplier nya terhadap society kita.
(catatan: sekarang ini banyak yang lagi berpikir: dengan datang nya dia ke MY awal bulan depan menyebabkan jumlahnya jadi berapa yah? atau berpikir batalin nggak interview minggu depan)


kalau urusan teori ekonomi rumahtangga,  saya cenderung setuju dengan Aris.

fbs
nb: salah satu issue hangat di warung pecal bulan lalu adalah balik kampung kerja di Indon. Malah sudah ada yang mulai atur strategi (cara melamar yang baik. jadi pegawai vs. konsultan dst.)



From: [EMAIL PROTECTED]
Reply-To: <[email protected]>
To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Brain Drain
Date: Thu, 17 Feb 2005 10:31:16 +0800


my personal opinions:

brain drain ini kok bermanfaat buat kita semua:
1. meningkatkan kesadaran kita bahwa geologist indonesia bisa berkompetisi
di dunia internasional. ini bermanfaat untuk meningkatkan harga diri
indonesia.
2. memberi peluang pada young geologist untuk berprestasi, dengan suntikan
kesadaran di atas, dan kekosongan karena ditinggal ke luar.
3. oil company indonesia mulai memikirkan memberi kompensasi yang lebih
tinggi supaya tidak kehilangan orang2nya. beberapa coy sudah mulai berani
membayar kontrak usd. gaji permanent employee pun sudah disesuaikan.
4. dengan banyaknya geologist ina yang diluar, mudah2an hay akan juga
menggunakannya untuk benchmark.
5. rasa percaya diri yang besar ini sangat menguntungkan indonesia. yang
muda jadi berkembang, yg mid level jadi kompetitif, dan yang punya
enterpreneursip (business sense) punya percaya diri untuk mengembangkan
bisnis minyak sendiri di indonesia.

salam -

ps. saya nggak setuju ekonomi rumahtangga dari pak rovicky kalau gaji 6-7,
pengeluaran 2-3. kalau gaji 6-7 ya pengeluaran juga mendekati itu
juga......





_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/



--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------



Kirim email ke