Slope instability bisa di sebabkan oleh banyak factors, namun specific individual faktor bisa sebagai dominant: Secara umum bisa kita bagi dua penyebab terjadinya landslide atau slope instability: 1.) Natural factors (kondisi geology, curah hujan, slope angle, hydrology dll. 2.) Ulah manusia (man made factor) termasuk, penimbunan(dumps)sampah ke suatu slope tanpa memperdulikan kemampuan slope tsb sepertinya inilah dominant factor dari kasus Cilimus ?. Memang ada ledakan gas methan, tapi ini adalah factor trigger saja, sebenarnya FoS nya sudah kiritis. Kejadian ini adalah sangat mengenaskan, seharusnya ini tidak terjadi, paling tidak korban bisa kita kurangi. Alam sebenarnya tidak seganas yang kita bayangkan, kalau kita mengerti tanda-tanda yang mereka perlihatkan. Beberapa hari sebelum kejadian seharusnya kita bisa lihat landslide symptom didaerah tsb, orang awam juga bisa tahu ini , antara lain adanya open space cracks adanya kemiringan tanaman dll, dan ini tidak terjadi tiba-tiba, dengan mengidentifikasi tanda-tanda tsb diatas, kita ada waktu untuk memberitahu masyarakat untuk mengungsi (?). Bapak-bapak di Pemerintah daerah seharusnya bisa mnghindari kejadian ini kalau ada monitoring sebagai bagian dari hazard mitigation (?) saya percaya Amdal sudah lengkap tapi implementasinya tidak ada (?).... hem who care daerah TPA koq, alias tempat peristirahatna akhir (??). Bukankah kota Bandung gudangnya ahli-ahli geotek dan lingkungan seperti GTL, ITB, UNPAD, libatkanlah mereka kalau tidak punya SDM. Kita memang bangsa yang selalu menganggap sepele semuanya, serba permissive, alias tidak apa apa, sudah biasa koq.
Wassalam Sagala -----Original Message----- From: Riyadi, Slamet S [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, February 24, 2005 8:44 AM To: [email protected] Subject: RE: [iagi-net-l] Fwd: Bandung: 8 tewas, 139 hilang tertimbun longsoran sampah Bukankah pencetusnya gas methane? Karena pengakuan salah satu warga bilang: "dimulainya dengan ada ledakan seperti 'api meteor', sehingga terjadi longsoran?" selain faktor slope stability yang "kritis" tentunya? -----Original Message----- From: Iwan Nugraha [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, February 24, 2005 9:10 AM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Fwd: Bandung: 8 tewas, 139 hilang tertimbun longsoran sampah Mungkin "bencana" ini dapat di prediksi sebelumnya kalau ada ahli geologi teknik atau Geologi tata lingkungan yang konsen dengan tempat2 rawan "kestabilan lereng" nya, sehingga apabila menurut perhitungan sudah mencapai titik bahaya, maka sebagai geologist kita bisa memberikan warning atau langsung disosialisasikan kepada pemerintah yang bertanggung jawab dan masyarakat yg akan terkena dampaknya. Sehingga bencana / korban yang tidak dapat dihindari dapat di minimalisasi. Memang mungkin idealnya apabila sudah memilih sebagai geologist sebagai jalan hidup tentunya proses2 alam, gejala dan akibatnya sudah menyatu mendarah daging, sehingga ilmunya dapat bermanfaat bagi kantor tempat bekerja, keluarga dan masyarakat sekitarnya. (bukankah peta kestabilan lereng biasanya sudah ada ?, ... mungkin perlu di update kembali) Wassalam Nataniel Mangiwa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Satu lagi bencana alam yang merenggut nyawa.. ---------- Forwarded message ---------- From: radityo djadjoeri Date: Mon, 21 Feb 2005 04:13:32 -0800 (PST) Subject: Bandung: 8 tewas, 139 hilang tertimbun longsoran sampah To: [EMAIL PROTECTED] Bandung: 8 tewas, 139 hilang tertimbun longsoran sampah Delete------- This message and any attached files may contain information that is confidential and/or subject of legal privilege intended only for use by the intended recipient. If you are not the intended recipient or the person responsible for delivering the message to the intended recipient, be advised that you have received this message in error and that any dissemination, copying or use of this message or attachment is strictly forbidden, as is the disclosure of the information therein. If you have received this message in error please notify the sender immediately and delete the message. --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

