1. Ada akumulasi gas methan dalam tumpukan sampah itu ahirnya meledak 2. Posisi timbunan yang rawan longsor karena terletak di lereng curam 3. Hujan deras di sore itu (dan hari2 sebelumnya)
Faktor utama longsor adalah nomer 2 (kestabilan lereng) sedangkan nomer 1 dan 3 hanyalah trigger ataupun contributing factor saja. Yang masih jadi pertanyaan saya: kenapa koq pada saat (sebelum?) longsor dan ditengah hujan lebat, ada ledakan methan ? Kebetulan atau ada sebab akibat ...? yang mana yang sebab, yang mana yang akibat ? Mohon dicerahkan Oki -----Original Message----- From: Birean Sagala [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, 24 February 2005 3:32 PM To: [email protected] Subject: RE: [iagi-net-l] Fwd: Bandung: 8 tewas, 139 hilang tertimbun longsoran sampah Slope instability bisa di sebabkan oleh banyak factors, namun specific individual faktor bisa sebagai dominant: Secara umum bisa kita bagi dua penyebab terjadinya landslide atau slope instability: 1.) Natural factors (kondisi geology, curah hujan, slope angle, hydrology dll. 2.) Ulah manusia (man made factor) termasuk, penimbunan(dumps)sampah ke suatu slope tanpa memperdulikan kemampuan slope tsb sepertinya inilah dominant factor dari kasus Cilimus ?. Memang ada ledakan gas methan, tapi ini adalah factor trigger saja, sebenarnya FoS nya sudah kiritis. Kejadian ini adalah sangat mengenaskan, seharusnya ini tidak terjadi, paling tidak korban bisa kita kurangi. Alam sebenarnya tidak seganas yang kita bayangkan, kalau kita mengerti tanda-tanda yang mereka perlihatkan. Beberapa hari sebelum kejadian seharusnya kita bisa lihat landslide symptom didaerah tsb, orang awam juga bisa tahu ini , antara lain adanya open space cracks adanya kemiringan tanaman dll, dan ini tidak terjadi tiba-tiba, dengan mengidentifikasi tanda-tanda tsb diatas, kita ada waktu untuk memberitahu masyarakat untuk mengungsi (?). Bapak-bapak di Pemerintah daerah seharusnya bisa mnghindari kejadian ini kalau ada monitoring sebagai bagian dari hazard mitigation (?) saya percaya Amdal sudah lengkap tapi implementasinya tidak ada (?).... hem who care daerah TPA koq, alias tempat peristirahatna akhir (??). Bukankah kota Bandung gudangnya ahli-ahli geotek dan lingkungan seperti GTL, ITB, UNPAD, libatkanlah mereka kalau tidak punya SDM. Kita memang bangsa yang selalu menganggap sepele semuanya, serba permissive, alias tidak apa apa, sudah biasa koq. Wassalam Sagala Santos Ltd A.B.N. 80 007 550 923 Disclaimer: The information contained in this email is intended only for the use of the person(s) to whom it is addressed and may be confidential or contain privileged information. If you are not the intended recipient you are hereby notified that any perusal, use, distribution, copying or disclosure is strictly prohibited. If you have received this email in error please immediately advise us by return email and delete the email without making a copy. --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

