beberapa hari yang lalu katanya di tvri sudah dibuka mobilisasi umum untuk 
relawan perang ke malaysia...benar tidak ya...?

Regards

Ferdinandus Kartiko Samodro
TOTAL E&P Indonesie Balikpapan
DKS/TUN/G&G 
0542- 533852






[EMAIL PROTECTED]
07/03/2005 06:03 PM
Please respond to iagi-net

 
        To:     [email protected]
        cc: 
        Subject:        [iagi-net-l] Malaysia Lepas Tembakan, Indonesia 
Kerahkan F-16



----- Forwarded by Iwan Busono/ID00048/ENI-LASMO-INDONESIA/ENI/IT on
03/07/2005 10:04 AM -----
  
                    Ferry Bastaman  
                    Hakim                To:     Iwan 
Busono/ID00048/ENI-LASMO-INDONESIA/ENI/[EMAIL PROTECTED], 
                                         Mohammad 
Syaiful/ID00038/ENI-LASMO-INDONESIA/ENI/[EMAIL PROTECTED], 
                    03/07/2005           Didik 
Karyono/ID00036/ENI-LASMO-INDONESIA/ENI/[EMAIL PROTECTED], Elly 
                    09:52 AM 
Guritno/ID00026/ENI-LASMO-INDONESIA/ENI/[EMAIL PROTECTED] 
                                         cc:  
                                         Subject:     Malaysia Lepas 
Tembakan, Indonesia Kerahkan F-16 
                                         (Document link: Iwan Busono)      
 
  




  
  
  
  
  Sengketa perbatasan di Laut Sulawesi memanas  
  Malaysia Lepas Tembakan, Indonesia Kerahkan F-16  
  
  
  Perseteruan Malaysia dan Indonesia soal sengketa perbatasan di Laut  
  Sulawesi, terus memanas. Bahkan kapal patroli Malaysia dilaporkan mulai  

  melepaskan tembakan dan melempar bom gas kapal nelayan Indonesia, di  
  sekitar  
  perairan yang disengketakan.  
  Hal ini membuat takut nela-yan di pesisir utara Kalimantan Timur 
sekitar, 
  
  Karang Unarang, Kabupaten Nunukan, terutama dalam sepekan terakhir ini.  

  Ketua Himpunan Nelayan Se-luruh Indonesia (HNSI) Nu-nukan, H Yusuf, di  
  Nunukan, Minggu (06/03), membenarkan bahwa telah terjadi serangan  
  terhadap  
  kapal nelayan dalam satu pekan terakhir.  
  Hal itu menyebabkan nelayan takut melaut dan mempenga-ruhi pendapatan  
  mereka. "Ka-mi meminta agar Pemerintah Indonesia segera mengatasi hal  
  ini,  
  kalau dibiarkan terus maka nelayan pasti takut untuk me-laut," katanya.  

  Di sisi lain, TNI AU telah me-ngerahkan empat empat pesa-wat tempur F-16 
 
  dari Balik-papan untuk melakukan patroli bersama TNI AL di blok 
Am-balat, 
  
  Laut Sulawesi. Hal ini disampaikan oleh KSAU Mar-sekal Joko Suyanto  
  setelah  
  bertemu Presiden Yudhoyono di kantor presiden, Minggu (06/03)  
  Meski begitu, menurut KSAU, pengerahan pesawat tempur F-16 tersebut  
  bukanlah  
  sebagai upaya untuk melakukan kon-frontasi dengan Malaysia, ter-kait  
  sengketa perbatasan di In-donesia-Malaysia di Laut Sula-wesi tersebut.  
  "Kita melihat perlu untuk men-deploy satuan, tetapi bukan da-lam rangka  

  provokasi. Uta-manya dalam rangka melaku-kan patroli bersama dengan TNI  

  AL,"  
  katanya seperti dilaporkan Rico dari Radio Sonora.  
  Ia menambahkan, presiden menegaskan bahwa TNI perlu memperlihatkan  
  kehadiran  
  pa-sukan TNI di blok Ambalat guna menunjukkan kedaulatan Indo-nesia di  
  wilayah Laut Sulawesi itu.  
  Sementara itu, lanjutnya, ter-kait dengan meningkatnya ketegangan  
  Indonesia  
  dan Ma-laysia, Panglima TNI juga telah melakukan komunikasi dengan  
  Panglima  
  Diraja Malaysia agar ketegangan yang terjadi tidak semakin meluas.  
  Sementara itu, sebuah laporan menyebutkan, insiden laut nya-ris terjadi  

  di  
  Laut Sulawesi, wi-layah kaya minyak Indonesia yang diklaim Malaysia.  
  Kapal  
  perang kedua negara sudah saling berhadapan.  
  Kepala Staf Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Ka-wasan Timur  
  (Koarmatim)  
  Letkol Laut (P) Marsetio MM, men-jelaskan kapal perang dua ne-gara mulai 
 
  sekitar pukul 10.15 Wita kemarin saling berhadap-an di perairan sekitar  

  Karang Unarang dengan jarak sekitar 9,5 nautical mil (mil laut).  
  "Sedi-kit  
  ada peningkatan ketegangan saat dua kapal saling kontak," ujarnya kepada 
 
  wartawan di Lubung Tarakan kemarin.  
  Saat itu, Kapal Republik Indo-nesia (KRI) Rencong berpatroli di sekitar  

  perairan Karang Unarang dan mengawal pembangunan rambu suar. "Ternyata,  

  di  
  wila-yah itu sudah ada kapal perang Malaysia, KD Kerambit. Tam-paknya,  
  wilayah tersebut telah diklaim pihak Malaysia sebagai wilayahnya,"  
  tegasnya.  
  Marsetio memaparkan, sempat terjadi kontak radio dengan kapal negara  
  tetangga buatan sekitar 1964 yang berkekuatan 22 personel itu. Kapal  
  Malaysia tersebut kemudian menyam-paikan bahwa KRI Rencong su-dah  
  memasuki  
  wilayah perairan Malaysia.  
  Mendegar seruan kapal Malaysia tersebut, KRI Rencong langsung menjawab  
  bahwa  
  kapal perang Malaysia yang justru masuk wilayah Indonesia. "Saat itu  
  sempat  
  terjadi adu argumen mengenai kedaulatan wilayah tersebut," jelasnya.  
  Setelah KRI Rencong meng-ingatkan berkali-kali bahwa laut yang diarungi  

  KD  
  Rambit adalah wilayah RI, kapal Malaysia itu langsung berbalik arah  
  menuju  
  negaranya. "KRI Rencong ke-mudian terus membuntuti kapal tersebut hingga 
 
  jarak sekitar 900 meter. Dalam kontak radio, KD Kerambit menyatakan  
  posisi  
  win-win atau 50-50 yang berarti mengajak untuk berpatroli bersama di  
  kawasan  
  tersebut. Tapi, kami menegaskan bahwa itu wilayah Indonesia. Jadi, kami  

  tetap mengikuti kapal Malaysia tersebut," ungkap Marsetio.  
  Tak cukup itu saja, kontak radio masih terus berlangsung hinga pukul  
  10.36  
  Wita, dan kapal Malaysia berkecepatan 21 knot itu mengajak patroli  
  ber-sama  
  dan mendesak pemba-ngunan suar di Karang Unarang dihentikan sampai  
  pembicaraan diplomatik tuntas.  
  "Pembangunan suar akhirnya memang dihentikan untuk menghindari konflik  
  terbuka. Tapi, kami tidak mau pergi dari kawasan itu karena kalau kami  
  keluar, berarti mengakui itu wi-layah Malaysia," katanya. Lebih jauh  
  dikatakan, kapal perang Malaysia sudah melanggar dengan masuk ke wilayah 
 
  In-donesia terlalu jauh, bukan ha-nya masuk ke kawasan yang diklaim,  
  tetapi  
  masuk hingga ke perairan Indonesia yang tidak diklaim.  
  Lalu, kenapa pembangunan menara suar dihentikan? "Bu-kan berarti  
  Indonesia  
  kalah atau mengakui wilayah tersebut milik Malaysia, tapi Indonesia  
  meng-hindari konflik terbuka," tandasnya. Lebih lanjut, saat ini  
  Indonesia  
  terus memperkuat armada dan akan terus me-nambah kapal perangnya. 
Hing-ga 
  
  saat ini, sudah tiga kapal di perbatasan, yakni KRI Nuku, Rencong, dan  
  Wiratno. Semen-tara kapal lainnya adalah KRI KS Tubun, KRI Tongkol, dan  

  KRI  
  Singa. KRI KS Tubun yang ber-kelas fregat akan dipergunakan sebagai 
kapal 
  
  komando. Ang-katan lain, selain TNI AL, juga diminta siaga pasukan serta 
 
  peralatan tempur.  
  Bukan hanya itu, direnca-nakan semua kekuatan udara dari angkatan laut  
  akan  
  digeser ke Balikpapan untuk memper-cepat mobilisasi kekuatan tempur bila 
 
  terjadi kontak sen-jata dengan Malaysia.  
  Secara rinci, Marsetio mem-beberkan bahwa perbedaan antara KRI Rencong  
  dan  
  KD Kerambit milik tentara Diraja Malaysia cukup jauh berbeda. KRI 
Rencong 
  
  lebih unggul.  
  Salah satu contohnya adalah persenjataan yang ada di kapal patroli.  
  Rencong  
  dilengkapi beberapa rudal, antara lain: 57 milimeter, 40 milimeter, dan  

  20  
  milimeter. Sedangkan KD Kerambit hanya terdapat 2 rudal dengan ukuran 40 
 
  milime-ter.(kcm/jpc/dtc)  
  
  









CONFIDENTIALITY AND DISCLAIMER NOTICE:
This message and any attached files may contain information that is
confidential and/or subject of legal privilege intended only for use by 
the
intended recipient. If you are not the intended recipient, please notify
the sender immediately and delete the message. In any case the Company
dissacociates from any statement or opinion contained in the message sent
by its network which are not closely related to its activities.



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy 
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau 
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke