Rekans, Terima kasih berat untuk semua yang sudah urun rembug soal hot sand yang rupanya cukup hot memang...:-)
Dari beberapa email, dapat disarikan sbb; - Hot sand bisa disebabkan oleh adanya konsentrasi mineral berat atau kandungan high-radioactive clays hasil pelapukan fragment volcanoclastic. - Dari segi ukuran butir, dia bisa bervariasi dari silty - fine-grained sand (di Jawa Timur dan Natuna) sampai conglomeratic seperti kasus di Tanjung. - Sedangkan dari segi lingkungan pengendapannya, tidak ada hal spesifik yang bisa diinterpretasikan . Sekedar sharing, di lapangan yang saya kerjakan, si hot sand memang fine-grain dan karakter sedimentologynya tidak terlalu spesifik (ini yang bikin penasaran). Tapi waktu dicoba untuk jadi marker korelasi, ....voila.. korelasinya jadi bagus banget. Pola progradasi dan transgresinya jadi kelihatan dengan baik. Dan rupanya si hot sand ini adalah awal dari progradasi maksimumnya.... salam, --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

